Update: Jumat, 22 Mei 2026

BMBL

PT. Lavender Bina Cendikia Tbk.

Rp 32
-3.03%
Volume
20.177 lot
MA 5
33
MA 20
37
RSI
10.00
High
32
Low
30

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.25%
Support (10d)
30
Resistance (10d)
39
Volume Trend (10d)
-60.8%
Score
40
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (10.0) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BMBL saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 10.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.25%. Area support terdekat berada di sekitar Rp30, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp39.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 30, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi

Dalam analisis teknikal, volume dan harga adalah dua sisi dari mata uang yang sama. Biasanya, volume tinggi sejalan dengan rentang harga yang lebar—pergerakan besar didukung oleh partisipasi besar. Namun, ada kondisi yang sangat kontras: volume sangat tinggi tetapi rentang harga sangat sempit. Kondisi ini dikenal sebagai Churning. Churning adalah salah satu konsep paling penting dalam metodologi Richard Wyckoff. Ia terjadi ketika pasar sedang dalam proses akumulasi (pemain besar mengumpulkan saham di harga rendah) atau distribusi (pemain besar melepas saham di harga tinggi). Bagi trader yang memahami churning, ini adalah jejak bahwa "smart money" sedang aktif—tanpa menggerakkan harga secara signifikan. Karakteristik Churning Churning adalah kondisi di mana volume perdagangan melonjak tinggi—seringkali 2-3 kali volume rata-rata—tetapi harga hanya bergerak dalam rentang yang sangat sempit. Hasilnya adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Pengertian IPO (Initial Public Offering): Saat Perusahaan Go Public
  2. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  3. Efek Endowment: Bahaya Cinta Buta pada Saham Milik Sendiri
  4. Golden Butterfly Portfolio: Strategi Investasi Saham yang Seimbang untuk Semua Musim
  5. Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren
  6. Reward to Risk Ratio: Mengapa Minimal 1:2 Adalah Kunci Profit Jangka Panjang
  7. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  8. Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat
  9. Valuasi Saham Perkebunan dengan Harga CPO: Mengikuti Irama Komoditas
  10. Reaksi Terhadap Margin Call: Antara Panik dan Keputusan Rasional

TradingView Chart - BMBL