Update: Jumat, 22 Mei 2026

BMRI

PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Rp 4.120
-1.20%
Volume
1.900.229 lot
MA 5
4.156
MA 20
4.385
RSI
34.65
High
4.150
Low
4.040

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.58%
Support (10d)
4.040
Resistance (10d)
4.710
Volume Trend (10d)
+46.1%
Score
15
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-11.78 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (34.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -58.654 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BMRI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 34.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.58%. Area support terdekat berada di sekitar Rp4.040, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.710.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 3.838 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Margin Trading: Kelebihan dan Bahaya yang Wajib Diketahui Investor

Di dunia investasi saham, istilah margin trading sering kali terdengar menggiurkan. Banyak cerita sukses tentang trader yang meraup keuntungan besar dalam waktu singkat berkat fasilitas ini. Namun, di sisi lain, margin trading juga menjadi pemicu kerugian fantastis yang membuat investor kehilangan seluruh modalnya, bahkan berutang. Apa sebenarnya margin trading? Mengapa disebut sebagai pisau bermata dua? Artikel ini akan mengupas tuntas definisi, mekanisme, serta berbagai kelebihan dan bahaya yang menyertainya. Apa Itu Margin Trading? Margin trading adalah kegiatan membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman dari perusahaan sekuritas (broker). Dalam skema ini, Anda hanya perlu menyediakan sejumlah dana sendiri (disebut margin awal), sedangkan sisanya dipinjamkan oleh broker. Ilustrasi sederhana: Anda ingin membeli saham senilai Rp100 juta. Dengan margin trading, Anda cukup menyetor, misalnya, 50% atau Rp50 juta...

Artikel menarik lainnya:

  1. The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil
  2. Strategi Dua Sayap: Mengintegrasikan Saham dengan Reksa Dana untuk Portofolio yang Lebih Kuat
  3. Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal
  4. Rasio BOPO: Mengukur Efisiensi Operasional Bank Sebelum Membeli Sahamnya
  5. Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan
  6. Discounted Cash Flow (DCF): Senjata Utama Value Investor
  7. The Outside Bar: Mirip Engulfing tapi dalam Konteks Swing Trading
  8. Bahaya Overtrading Akibat Boredom: Ketika Pasar Sepi, Trader Membuat Kesalahan Sendiri
  9. Rasio Market Value Added (MVA): Ukuran Kekayaan yang Diciptakan untuk Pemegang Saham
  10. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu

TradingView Chart - BMRI