Update: Kamis, 20 Agustus 2026

BNGA

PT. Bank CIMB Niaga Tbk.

Rp 1.665
-0.89%
Volume
17.048 lot
MA 5
1.667
MA 20
1.652
RSI
60.00
High
1.690
Low
1.665
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
0.55%
Support (10d)
1.635
Resistance (10d)
1.690
Volume Trend (10d)
+16.3%
Score
55
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
5.38 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (60.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -741 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BNGA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 60.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.55%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.635, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.690.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 1.690 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 1.859, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 1.635 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Net Debt to EBITDA: Mengukur Beban Utang yang Sebenarnya

Dalam dunia investasi saham, utang adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, utang bisa mempercepat ekspansi dan meningkatkan return bagi pemegang saham (efek leverage). Di sisi lain, utang yang berlebihan bisa menjadi batu sandungan yang mengahancurkan perusahaan saat ekonomi memburuk. Pertanyaan kritis bagi investor adalah: Seberapa besar utang perusahaan dibandingkan dengan kemampuannya menghasilkan laba? Jawabannya terletak pada rasio Net Debt to EBITDA. Rasio ini adalah salah satu metrik paling populer di kalangan analis kredit, manajer investasi, dan investor value untuk menilai beban utang sebuah perusahaan secara lebih realistis. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang rasio Net Debt to EBITDA, bagaimana menghitungnya, menginterpretasikannya, serta kelebihan dan keterbatasannya dalam analisis saham. Apa Itu Net Debt to EBITDA? Net Debt to EBITDA adalah rasio yang mengukur berapa...

Artikel menarik lainnya:

  1. Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?
  2. Cara Menghitung Profit/Loss Saham Secara Manual: Panduan Langkah demi Langkah
  3. Rasio Market Value Added (MVA): Ukuran Kekayaan yang Diciptakan untuk Pemegang Saham
  4. Menimbang Ketidakpastian: Valuasi dengan Risk Adjusted Discounted Cash Flow (DCF)
  5. Analisis Post Trade: Seni Mengevaluasi Kesalahan Tanpa Menyesali Diri
  6. Analisis Economic Value Added (EVA): Apakah Perusahaan Benar-benar Ciptakan Nilai?
  7. Lump Sum vs DCA: Mana Lebih Unggul? Perdebatan Klasik yang Wajib Dipahami Investor
  8. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross
  9. Harami Bearish: Saat Pasar "Mengandung" Potensi Pembalikan Turun
  10. Q Ratio dalam Merger dan Akuisisi: Alat Strategis Menilai Target

TradingView Chart - BNGA