Update: Jumat, 4 September 2026

BNGA

PT. Bank CIMB Niaga Tbk.

Rp 1.710
+0.29%
Volume
27.745 lot
MA 5
1.699
MA 20
1.672
RSI
70.97
High
1.720
Low
1.710
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
0.51%
Support (10d)
1.660
Resistance (10d)
1.720
Volume Trend (10d)
+21.5%
Score
70
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
3.32 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (71.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.411 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BNGA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 71.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.51%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.660, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.720.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 1.744 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 1.881 - 1.967 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 1.590 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio EV per Kapasitas Produksi: Mengukur Nilai Pabrik di Balik Harga Saham

Dalam dunia saham, perusahaan manufaktur, pertambangan, perkebunan, dan infrastruktur memiliki aset produksi yang menjadi "mesin pencetak uang" mereka. Namun, bagaimana cara menilai apakah harga saham saat ini sebanding dengan kemampuan produksi perusahaan? Jawabannya ada pada rasio yang jarang digunakan investor ritel: Rasio Enterprise Value per Kapasitas Produksi (EV/Capacity). Rasio ini menjawab pertanyaan sederhana: "Berapa biaya yang harus saya keluarkan untuk membeli setiap satu unit kapasitas produksi perusahaan?" Artikel ini akan membahas konsep, perhitungan, interpretasi, serta bagaimana rasio ini bisa membantu Anda menemukan saham manufaktur yang murah atau justru overvalued. 1. Apa Itu Rasio EV per Kapasitas Produksi? Rasio EV per Kapasitas Produksi adalah perbandingan antara Enterprise Value (EV) perusahaan dengan total kapasitas produksi yang dimilikinya dalam satu periode. Rumus: EV/Kapasitas Produksi = Enterprise Value ÷...

Artikel menarik lainnya:

  1. Laba dari Anak Perusahaan yang Tidak Terkonsolidasi: Aset Tersembunyi atau Jebakan Akuntansi?
  2. Mengintip “Gunung Es” Laporan Keuangan: Analisis Off-Balance Sheet Items dalam Dunia Saham
  3. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  4. Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?
  5. Mengenal ADX: Mengukur Kekuatan Tren dengan Plus DI dan Minus DI
  6. Memisahkan Gandum dari Sekam: Analisis Non-Recurring Items dalam Laporan Laba Rugi
  7. Hook Reversal: Pola Sederhana yang Bisa Selamatkan Anda dari Jeratan Tren
  8. Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci
  9. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  10. Herding Behavior: Bahaya Ikut-ikutan Tanpa Analisis di Pasar Saham

TradingView Chart - BNGA