Update: Jumat, 11 September 2026

JAST

PT. Jasnita Telekomindo Tbk.

Rp 92
-2.13%
Volume
134.075 lot
MA 5
95
MA 20
92
RSI
56.90
High
93
Low
88
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.40%
Support (10d)
88
Resistance (10d)
102
Volume Trend (10d)
-82.6%
Score
75
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
12.20 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (56.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.730 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham JAST saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 56.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.40%. Area support terdekat berada di sekitar Rp88, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp102.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 92 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 106 - 115 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 87 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Falling Broadening Wedge: Pola Ekspansi yang Menjadi Kontraksi

Dalam analisis teknikal, sebagian besar pola grafik (chart pattern) berbentuk simetris atau konvergen — artinya, kedua garis trennya saling mendekat. Namun, ada satu keluarga pola yang justru melebar seiring waktu, yang disebut broadening pattern. Salah satu varian yang paling menarik adalah Falling Broadening Wedge (baji melebar yang mengarah ke bawah). Pola ini unik karena menggabungkan karakteristik volatilitas yang meningkat dengan kecenderungan arah ke bawah, dan pada akhirnya memberikan sinyal pembalikan bullish yang cukup andal. Karakteristik Falling Broadening Wedge Falling Broadening Wedge adalah pola grafik yang terbentuk ketika harga bergerak dalam dua garis tren yang divergen (melebar) namun memiliki kemiringan yang sama-sama mengarah ke bawah. Dengan kata lain, harga membuat higher high dan lower low secara bersamaan, tetapi kedua titik ekstrem tersebut semakin menjauh, sementara...

Artikel menarik lainnya:

  1. PER untuk Saham Siklikal: Mengapa Murah Bisa Menjebak dan Mahal Bisa Jadi Peluang
  2. Order Book: Jendela Pendapatan Masa Depan Perusahaan
  3. Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami
  4. Strategi Anti-Martingale: Seni Membiarkan Keuntungan Bekerja untuk Anda
  5. Mengenal Pola Bearish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  6. Rasio Dividend Coverage: Seberapa Aman Dividen Perusahaan Anda?
  7. Expense Ratio: Pembunuh Senyap Profitabilitas Asuransi
  8. On Balance Volume (OBV) – Pola Divergence dan Trendline Break
  9. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  10. VSA (Volume Spread Analysis) – Membaca Niat Pelaku Pasar Melalui Volume dan Spread

TradingView Chart - JAST