Update: Kamis, 20 Agustus 2026

PTSP

PT. Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Rp 915
+0.55%
Volume
26 lot
MA 5
920
MA 20
919
RSI
54.90
High
940
Low
910
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.72%
Support (10d)
885
Resistance (10d)
1.180
Volume Trend (10d)
+192.7%
Score
75
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
3.98 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (54.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 25 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PTSP saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 54.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.72%. Area support terdekat berada di sekitar Rp885, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.180.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 915 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.052 - 1.144 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 869 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal

"Lebih baik beli saham perusahaan yang saya kenal." "Saya hanya beli saham produknya saya pakai sehari-hari." "Perusahaan besar dan terkenal pasti aman." Kalimat-kalimat di atas sering kita dengar dari investor pemula maupun yang sudah berpengalaman. Di satu sisi, masuk akal: membeli saham perusahaan yang kita kenal terasa lebih nyaman karena kita merasa "memahami" bisnisnya. Namun di sisi lain, kebiasaan ini adalah bentuk familiarity bias—kecenderungan untuk berinvestasi pada aset yang sudah dikenal, akrab, atau dekat dengan keseharian kita, sambil mengabaikan peluang yang lebih baik dari perusahaan yang kurang dikenal. Dan seperti banyak bias lainnya dalam investasi, familiarity bias sering kali membuat kita melewatkan peluang besar dan meningkatkan risiko secara tidak sadar. Apa Itu Familiarity Bias? Familiarity bias adalah preferensi investor untuk memilih aset investasi yang sudah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Metode Equal Weight: Strategi Sederhana untuk Pemula dalam Alokasi Saham
  2. Free Cash Flow (FCF) Adalah Raja: Mengapa Laba Bisa Berbohong, tapi Arus Kas Bebas Tidak
  3. Mengenal Awesome Oscillator (AO): Twin Peaks, Saucer, dan Zero Line Crossing
  4. Rectangle: Kotak Konsolidasi yang Menentukan Arah Tren Berikutnya
  5. Analisis Claim Ratio Asuransi Kesehatan: Barometer Profitabilitas yang Tidak Boleh Diabaikan
  6. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  7. Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem
  8. Unbilled Revenue: Jendela Menuju Pendapatan Masa Depan Konstruksi
  9. Psikologi Ketika Portofolio Turun 30%: Di Titik Terdalam, Karakter Anda Diuji
  10. Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional: Mana yang Cocok untuk Anda?

TradingView Chart - PTSP