Update: Senin, 6 Juli 2026

PTSP

PT. Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Rp 890
+2.89%
Volume
163 lot
MA 5
865
MA 20
875
RSI
48.08
High
915
Low
890
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.89%
Support (10d)
835
Resistance (10d)
920
Volume Trend (10d)
+13.3%
Score
60
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
0.56 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (48.1)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 26 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PTSP saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 48.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.89%. Area support terdekat berada di sekitar Rp835, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp920.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 908 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 979 - 1.024 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 828 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Expense Ratio: Pembunuh Senyap Profitabilitas Asuransi

Ketika investor menganalisis saham perusahaan asuransi, perhatian biasanya tertuju pada pertumbuhan premi atau rasio klaim. Namun, ada satu metrik yang sering luput dari pantauan padahal mampu menggerus laba secara perlahan namun pasti: Expense Ratio. Jika claim ratio adalah musuh dari depan yang terlihat jelas, expense ratio adalah musuh dari samping yang bergerak senyap. Sebuah perusahaan bisa memiliki claim ratio yang rendah namun tetap merugi karena biaya operasional yang membengkak. Artikel ini akan membedah apa itu expense ratio, komponen-komponen di dalamnya, serta bagaimana metrik ini menjadi penentu akhir profitabilitas emiten asuransi di mata investor cerdas. Apa Itu Expense Ratio? Expense ratio adalah perbandingan antara total biaya operasional yang dikeluarkan perusahaan asuransi dengan total premi bersih yang berhasil dihimpun. Expense Ratio = (Total Beban Operasional / Total...

Artikel menarik lainnya:

  1. Waktu Trading: Pre-opening, Regular, Pre-closing – Panduan Lengkap untuk Pemula
  2. Overthinking vs Underthinking: Dua Ekstrem yang Sama-sama Berbahaya dalam Investasi Saham
  3. Rasio FCF to Equity (FCFE): Uang Tunai yang Benar-Benar Bisa Diterima Pemegang Saham
  4. Drawdown Duration: Indikator Pemulihan yang Sering Terlupakan
  5. Mengenal Kelas Saham: Perbedaan Blue Chip, Second Liner, dan Gorengan
  6. White Swan: Pola Harmonic Bearish yang Jarang Dikenal
  7. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  8. Valuasi Relatif terhadap Obligasi Pemerintah: Kapan Saham Lebih Menarik dari Deposito?
  9. Book Value vs Market Value: Dua Dunia Berbeda dalam Menilai Saham
  10. Regret Aversion: Ketika Ketakutan Akan Penyesalan Melumpuhkan Keputusan Investasi Anda

TradingView Chart - PTSP