Update: Jumat, 22 Mei 2026

BRAM

PT. Indo Kordsa Tbk.

Rp 4.650
-2.52%
Volume
59 lot
MA 5
4.698
MA 20
4.607
RSI
50.00
High
4.850
Low
4.650

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.01%
Support (10d)
4.430
Resistance (10d)
4.890
Volume Trend (10d)
+117.9%
Score
65
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
3.56 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BRAM saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.01%. Area support terdekat berada di sekitar Rp4.430, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.890.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 4.743 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 5.115 - 5.348 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 4.325 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar

Dalam dunia analisis teknikal, sebagian besar indikator dirancang untuk digunakan dalam berbagai kondisi pasar — tren naik, tren turun, maupun sideways. Namun, ada satu indikator yang diciptakan untuk tujuan yang sangat spesifik: menangkap bottom pasar setelah koreksi besar. Indikator itu adalah Coppock Curve. Diciptakan oleh ekonom Edwin Sedgwick Coppock pada tahun 1962, indikator ini awalnya dirancang untuk investasi jangka panjang di pasar saham AS. Hingga saat ini, Coppock Curve tetap menjadi salah satu alat paling andal untuk mengidentifikasi momen pembelian setelah pasar mengalami penurunan signifikan. Karakteristik Coppock Curve Coppock Curve adalah indikator momentum yang dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang dari dua laju perubahan (rate of change / ROC) yang dihaluskan dengan moving average. Meskipun perhitungannya sedikit rumit, penggunaannya sangat sederhana. Ciri-ciri spesifik Coppock Curve adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Book Building dan Masa Penawaran IPO: Cara Menentukan Harga Saham Perdana
  2. EPS (Earning per Share): Cara Hitung dan Interpretasi untuk Pemula
  3. Mengenal Aroon: Menangkap Momentum dengan Crossover Aroon Up dan Aroon Down
  4. Cara Menghitung Profit/Loss Saham Secara Manual: Panduan Langkah demi Langkah
  5. Mengenal Pola Bearish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  6. Dunning-Kruger Effect: Ketika Investor Pemula Merasa Paling Pintar di Pasar Saham
  7. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  8. Home Bias: Bahaya Terlalu Dominan dengan Saham Dalam Negeri
  9. Pengertian IPO (Initial Public Offering): Saat Perusahaan Go Public
  10. Reward to Risk Ratio: Mengapa Minimal 1:2 Adalah Kunci Profit Jangka Panjang

TradingView Chart - BRAM