Update: Senin, 5 Oktober 2026

BRAM

PT. Indo Kordsa Tbk.

Rp 4.640
+2.20%
Volume
3 lot
MA 5
4.602
MA 20
4.637
RSI
53.52
High
4.640
Low
4.640
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.02%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
4.700
Volume Trend (10d)
-14.1%
Score
40
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-0.85 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BRAM saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.02%. Area support terdekat berada di sekitar Rp0, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.700.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 0, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Order Book: Jendela Pendapatan Masa Depan Perusahaan

Dalam dunia investasi, ada satu pertanyaan yang selalu menghantui setiap pemegang saham: "Apakah perusahaan ini masih akan tumbuh tahun depan?" Untuk perusahaan konstruksi, EPC (Engineering, Procurement, Construction), migas, dan manufaktur berat — yang pendapatannya berasal dari proyek-proyek jangka panjang — jawabannya bisa ditemukan dalam satu metrik sederhana namun sangat kuat: Order Book. Order book adalah salah satu indikator paling prospektif yang tersedia bagi investor. Ia tidak melihat ke belakang (seperti laporan laba rugi historis), tetapi ke depan. Ia menjawab pertanyaan yang lebih penting: "Apa yang sudah dipesan pelanggan untuk dikerjakan perusahaan di masa mendatang?" Apa Itu Order Book? Order Book (atau kontrak berjalan) adalah total nilai kontrak yang telah dimenangkan oleh perusahaan tetapi belum sepenuhnya dilaksanakan dan pendapatannya belum diakui. Dengan kata lain, order book...

Artikel menarik lainnya:

  1. Hidden Asset: Ketika Nilai Buku Terlalu Rendah dan Pasar Melewatkan Harta Karun
  2. Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami
  3. Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish
  4. Pengertian Waktu T+2 Settlement Saham: Kapan Dana dan Saham Benar-benar Berpindah?
  5. Double Bottom: Sinyal Pembalikan Bullish yang Wajib Diketahui Trader
  6. Membatasi Screen Time Saham: Semakin Sering Melihat, Semakin Buruk Keputusan Anda
  7. Memahami Rasio Shiller PER (CAPE): Apakah Pasar Saham Saat Ini Terlalu Mahal?
  8. Perbedaan Day Trader vs Investor: Dua Dunia, Dua Psikologi yang Berbeda
  9. Lump Sum vs DCA: Mana Lebih Unggul? Perdebatan Klasik yang Wajib Dipahami Investor
  10. Absorption – Volume Besar Tanpa Pergerakan Harga, Jejak Tersembunyi Pemain Besar

TradingView Chart - BRAM