Update: Selasa, 9 Juni 2026

PJAA

PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

Rp 422
+2.43%
Volume
1.404 lot
MA 5
432
MA 20
470
RSI
17.31
High
422
Low
406
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.38%
Support (10d)
402
Resistance (10d)
482
Volume Trend (10d)
-54.8%
Score
55
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-22.57 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (17.3) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 148 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PJAA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 17.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.38%. Area support terdekat berada di sekitar Rp402, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp482.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 482 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 530, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 402 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional: Mana yang Cocok untuk Anda?

Bagi investor pemula, istilah "saham syariah" dan "saham konvensional" mungkin terdengar serupa. Padahal, keduanya memiliki perbedaan fundamental, mulai dari kriteria pemilihan saham, mekanisme transaksi, hingga prinsip dasar yang melandasinya. Memahami perbedaan ini penting bukan hanya bagi investor muslim yang ingin berinvestasi sesuai syariat, tetapi juga bagi siapa pun yang ingin mendiversifikasi portofolio dengan karakteristik risiko yang berbeda. Artikel ini akan membahas secara lengkap perbedaan saham syariah dan konvensional, dari definisi, kriteria, kelebihan dan kekurangan, hingga tips memilih yang tepat untuk profil investasi Anda. Apa Itu Saham Syariah? Saham syariah adalah saham yang memenuhi prinsip-prinsip syariah Islam dalam kegiatan usahanya, tata kelola, dan cara transaksinya. Saham ini tidak hanya tentang perusahaan yang menghindari produk haram, tetapi juga tentang cara perusahaan berutang, mengelola keuangan, dan berinteraksi dengan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Alternate AB=CD: Ketika AB Tidak Lagi Sama dengan CD
  2. Laba dari Anak Perusahaan yang Tidak Terkonsolidasi: Aset Tersembunyi atau Jebakan Akuntansi?
  3. Biaya Transaksi Saham: Beli, Jual, dan Pajak — Panduan Lengkap Investor Pemula
  4. Efek Overconfidence: Bahaya Tersembunyi di Balik Profit Berturut-turut
  5. Mass Index: Mengukur Ekspansi Volatilitas untuk Mengidentifikasi Pembalikan
  6. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance
  7. Rasio EV terhadap Unit Terjual (EV/Unit): Pendekatan Unik Menilai Saham Berbasis Fisik
  8. Confirmation Bias: Bahaya Hanya Mencari Bukti yang Membenarkan Diri Sendiri
  9. Fear of Missing Out Saat IPO Meledak: Ketika Ketakutan Ketinggalan Kereta Menghancurkan Portofolio
  10. Crab: Kepiting yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Ekstrem

TradingView Chart - PJAA