Update: Senin, 5 Oktober 2026

BTON

PT. Betonjaya Manunggal Tbk.

Rp 372
+2.76%
Volume
90 lot
MA 5
368
MA 20
366
RSI
52.94
High
376
Low
360
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.38%
Support (10d)
350
Resistance (10d)
398
Volume Trend (10d)
-88.1%
Score
70
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
1.09 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (52.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BTON saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 52.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.38%. Area support terdekat berada di sekitar Rp350, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp398.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 379 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 409 - 428 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 346 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Bollinger Bands yang menggunakan standar deviasi, kini saatnya mengenal saudaranya yang menggunakan konsep berbeda: Keltner Channel (atau Keltner Channels). Keltner Channel dikembangkan oleh Chester Keltner pada tahun 1960-an, kemudian dimodifikasi oleh Linda Bradford Raschke pada tahun 1980-an menjadi versi yang populer saat ini. Berbeda dengan Bollinger Bands yang menggunakan standar deviasi (dipengaruhi oleh volatilitas ekstrem), Keltner Channel menggunakan Average True Range (ATR) untuk menentukan lebar pita. Hasilnya adalah pita yang lebih halus, tidak se-"ekstrem" Bollinger Bands, tetapi sangat baik untuk mengidentifikasi tren dan breakout dalam konteks volatilitas yang lebih stabil. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Keltner Channel, mulai dari cara perhitungan, perbedaan dengan Bollinger Bands, interpretasi dasar, pola-pola penting, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu...

Artikel menarik lainnya:

  1. Goodwill & Intangible Asset: Aset Tak Terlihat yang Bisa Menjebak Investor
  2. Rasio LTV/CAC: Ukuran Paling Jujur Kesehatan Saham Digital
  3. Portfolio Rebalancing: Bulanan vs Tahunan, Mana yang Lebih Menguntungkan?
  4. Memahami Pola Doji: Sinyal Netral yang Bisa Menjadi Pembalik Tren
  5. Pola AB=CD: Formasi Harmonic Paling Dasar yang Wajib Dikuasai
  6. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  7. Conditional VaR (CVaR) atau Expected Shortfall: Mengukur Sisi Buruk dari Kerugian Ekstrem
  8. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  9. Cut Loss Tepat: Kapan dan Bagaimana Caranya
  10. Price per Subscriber: Metrik Kunci Menilai Saham Perusahaan Media Digital

TradingView Chart - BTON