Update: Kamis, 20 Agustus 2026

BULL

PT. Buana Lintas Lautan Tbk.

Rp 462
+0.43%
Volume
7.322.426 lot
MA 5
442
MA 20
436
RSI
52.00
High
474
Low
452
Nilai
85/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.92%
Support (10d)
410
Resistance (10d)
482
Volume Trend (10d)
-24.7%
Score
85
Win Rate (30d)
56.67 %
P/L (30d)
46.20 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (52.0)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -7.474 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BULL saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 52.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.92%. Area support terdekat berada di sekitar Rp410, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp482.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 85 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 462 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 531 - 578 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 439 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Efek Diderot di Portofolio Saham: Ketika Satu Perubahan Memicu Rantai Keputusan Buruk

Pernahkah Anda mengalami ini: Anda membeli satu saham baru karena tergoda dengan prospeknya. Lalu tanpa sadar, Anda mulai merasa bahwa saham-saham lama Anda "kurang baik" dibandingkan saham baru ini. Anda mulai menjual saham lama yang sebenarnya masih bagus, hanya karena ingin "menyesuaikan" portofolio dengan pembelian baru Anda. Atau skenario lain: Anda menjual satu saham karena butuh uang tunai. Lalu Anda merasa bahwa portofolio Anda "tidak seimbang" tanpa saham itu. Anda buru-buru membeli saham lain yang tidak Anda pahami hanya untuk "mengisi kekosongan." Fenomena ini memiliki nama: Efek Diderot. Dinamai dari filsuf Prancis Denis Diderot, yang menulis esai tentang bagaimana hadiah jubah merah mewah yang ia terima membuatnya merasa bahwa semua barang lain di ruang kerjanya (yang sederhana) menjadi "tidak layak." Ia kemudian berhutang untuk membeli...

Artikel menarik lainnya:

  1. Island Gap: Ketika Harga Terdampar Sendirian Sebelum Berbalik Arah
  2. NPV Sumber Daya: Kunci Membaca Nilai Sesungguhnya Saham Tambang
  3. Fixed Asset Turnover: Seberapa Produktif Pabrik Anda?
  4. Goodwill & Intangible Asset: Aset Tak Terlihat yang Bisa Menjebak Investor
  5. Ketika Aset Fisik Hampir Tidak Ada: Memahami Rasio P/TBV untuk Perusahaan Teknologi
  6. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  7. Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem
  8. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  9. Momentum (MOM): Indikator Paling Sederhana untuk Mengukur Kecepatan Harga
  10. Saham Individual vs ETF: Mana yang Lebih Efisien dari Sisi Biaya dan Risiko?

TradingView Chart - BULL