Update: Selasa, 9 Juni 2026

BUVA

PT. Bukit Uluwatu Villa Tbk.

Rp 685
+24.55%
Volume
2.221.609 lot
MA 5
646
MA 20
826
RSI
34.07
High
685
Low
535
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
7.29%
Support (10d)
535
Resistance (10d)
895
Volume Trend (10d)
+16.8%
Score
60
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-47.31 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (34.1)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 133.965 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BUVA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 34.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 7.29%. Area support terdekat berada di sekitar Rp535, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp895.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 699 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 754 - 788 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 637 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Detak Jantung Likuiditas Perusahaan: Memahami Rasio Perubahan Modal Kerja dalam Analisis Saham

Ketika investor menganalisis laporan keuangan, perhatian sering tertuju pada laba bersih, pendapatan, atau rasio-rasio populer seperti PER dan ROE. Namun ada satu indikator yang sering diabaikan, padahal menjadi detak jantung kesehatan keuangan sebuah perusahaan: Modal Kerja dan perubahannya dari waktu ke waktu. Modal kerja (working capital) adalah selisih antara aset lancar dan liabilitas lancar. Ia menggambarkan berapa banyak "cairan" yang tersedia untuk menjalankan operasi sehari-hari. Sementara itu, perubahan modal kerja (changes in working capital) menunjukkan apakah perusahaan semakin likuid atau justru semakin tercekik dari tahun ke tahun. Artikel ini akan membahas secara mendalam rasio-rasio yang berkaitan dengan perubahan modal kerja, bagaimana menginterpretasikannya, serta mengapa hal ini sangat menentukan kualitas laba dan kelangsungan bisnis sebuah emiten. Apa Itu Modal Kerja dan Mengapa Perubahannya Penting? Modal kerja...

Artikel menarik lainnya:

  1. EV/EBITDA: Alternatif PER untuk Perusahaan dengan Utang Besar
  2. Multi-Factor Portfolio ala Cliff Asness: Menggabungkan Kekuatan Faktor untuk Kinerja Superior
  3. Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal
  4. Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga
  5. Dragonfly Doji: Pola Satu Candlestick yang Menandakan Potensi Pembalikan Bullish
  6. Market Profile – Memahami Struktur Pasar dari Waktu dan Harga
  7. Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik
  8. Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun
  9. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam
  10. Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda

TradingView Chart - BUVA