Update: Senin, 6 Juli 2026

BUVA

PT. Bukit Uluwatu Villa Tbk.

Rp 870
+13.73%
Volume
2.731.613 lot
MA 5
772
MA 20
780
RSI
52.14
High
890
Low
760
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
7.69%
Support (10d)
680
Resistance (10d)
970
Volume Trend (10d)
-22.0%
Score
70
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
6.75 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (52.1)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 99.877 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BUVA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 52.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 7.69%. Area support terdekat berada di sekitar Rp680, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp970.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 887 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 957 - 1.001 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 809 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Diversifikasi Sejati: Mengapa Memisah Antar Sektor dan Aset Adalah Kunci Sukses Investasi Saham

Dalam dunia investasi saham, ada satu pepatah lama yang tak pernah kehilangan maknanya: “Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang.” Sayangnya, banyak investor pemula mengartikan pepatah ini secara dangkal. Mereka membeli 10 saham berbeda, lalu merasa sudah melakukan diversifikasi. Padahal, jika 10 saham itu semuanya berasal dari sektor perbankan atau properti, maka sejatinya mereka masih menaruh telur di keranjang yang sama—hanya dibagi ke dalam beberapa wadah kecil di dalam satu keranjang besar. Diversifikasi sejati tidak hanya soal jumlah saham, tetapi juga soal menyebar antar sektor yang tidak berkorelasi dan bahkan antar kelas aset yang berbeda. Mengapa Diversifikasi Antar Sektor Itu Penting? Setiap sektor ekonomi memiliki siklus dan sensitivitas yang berbeda terhadap kondisi makroekonomi. Saat suku bunga naik, saham perbankan cenderung diuntungkan, tetapi saham properti dan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish
  2. Membangun Portofolio dengan ETF Saham: Praktis, Murah, dan Modern
  3. Diversifikasi Sejati: Mengapa Memisah Antar Sektor dan Aset Adalah Kunci Sukses Investasi Saham
  4. KST Indicator (Know Sure Thing): Menggabungkan Empat Momentum dalam Satu Indikator
  5. Kepercayaan Buta pada Guru Saham: Bahaya Mengikuti Tanpa Filter
  6. Valuasi Saham Perbankan dengan PBV dan ROE: Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan
  7. Cost of Equity dengan CAPM: Berapa Imbal Hasil yang Wajar Anda Tuntut?
  8. Core Portfolio: Kombinasi Saham Blue Chip dan Obligasi untuk Fondasi Investasi yang Kokoh
  9. Rasio EBITDAR: Mengukur Kinerja Perusahaan di Sektor Sewa dan Restrukturisasi
  10. Free Cash Flow (FCF) Adalah Raja: Mengapa Laba Bisa Berbohong, tapi Arus Kas Bebas Tidak

TradingView Chart - BUVA