Update: Selasa, 18 Agustus 2026

CLEO

PT. Sariguna Primatirta Tbk.

Rp 380
+1.06%
Volume
67.340 lot
MA 5
378
MA 20
381
RSI
55.56
High
380
Low
374
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.10%
Support (10d)
370
Resistance (10d)
394
Volume Trend (10d)
+49.5%
Score
45
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-2.56 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (55.6)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -9.130 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CLEO saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 55.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.10%. Area support terdekat berada di sekitar Rp370, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp394.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 370, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Combined Ratio: Tolok Ukur Sejati Profitabilitas Asuransi Umum

Dalam dunia saham, perusahaan asuransi umum (general insurance) memiliki karakteristik yang unik. Berbeda dengan bank yang untung dari selisih bunga, asuransi umum hidup dari premi dan klaim. Namun, banyak investor pemula yang keliru melihat laba bersih tanpa memahami apakah laba tersebut berasal dari operasional inti atau hanya dari hasil investasi. Di sinilah Combined Ratio menjadi raja dari semua rasio untuk asuransi umum. Artikel ini akan membahas secara tuntas apa itu combined ratio, mengapa ia lebih jujur daripada laba bersih, serta bagaimana menggunakannya untuk memilih saham asuransi umum yang berkualitas. Apa Itu Combined Ratio? Combined Ratio adalah rasio yang menjumlahkan seluruh beban yang terkait dengan operasional underwriting asuransi (klaim dan biaya) dibandingkan dengan pendapatan premi. Dengan kata lain, rasio ini menjawab pertanyaan sederhana: “Dari setiap Rp100...

Artikel menarik lainnya:

  1. Memahami Dunia Saham: Panduan Pengertian dan Cara Kerja untuk Pemula
  2. Membatasi Screen Time Saham: Semakin Sering Melihat, Semakin Buruk Keputusan Anda
  3. Refleksi Akhir Tahun: Bukan Tentang Profit, Tapi Proses
  4. Pengertian PER (Price to Earnings Ratio) Sederhana untuk Pemula
  5. Valuasi Relatif terhadap Obligasi Pemerintah: Kapan Saham Lebih Menarik dari Deposito?
  6. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  7. Psikologi Ketika Portofolio Turun 30%: Di Titik Terdalam, Karakter Anda Diuji
  8. Working Capital Turnover: Seberapa Efisien Perusahaan Mengelola Modal Kerja?
  9. Meditasi untuk Trader: Melatih Pikiran agar Tidak Dikendalikan Pasar
  10. Dark Cloud Cover: Pola Awan Gelap yang Menandakan Pembalikan Bearish

TradingView Chart - CLEO