Update: Jumat, 22 Mei 2026

CLEO

PT. Sariguna Primatirta Tbk.

Rp 392
+1.55%
Volume
86.938 lot
MA 5
392
MA 20
396
RSI
51.72
High
392
Low
376

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.91%
Support (10d)
376
Resistance (10d)
416
Volume Trend (10d)
+20.3%
Score
55
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-2.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (51.7)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.514 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CLEO saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 51.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.91%. Area support terdekat berada di sekitar Rp376, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp416.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 416 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 458, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 376 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Psikologi Ketika Portofolio Turun 30%: Di Titik Terdalam, Karakter Anda Diuji

Tidak ada angka ajaib dalam dunia investasi. Tapi jika ada satu level kerugian yang menjadi titik balik psikologis bagi kebanyakan investor, itu adalah minus 30 persen. Penurunan 10 persen? Masih wajar. Hati agak cemas, tapi masih bisa tidur nyenyak. Penurunan 20 persen? Mulai gelisah. Memeriksa aplikasi trading lebih sering. Mulai berpikir, "Mungkin saya salah beli." Tapi turun 30 persen? Di sinilah segalanya berubah. Pada titik ini, rasa sakit sudah sangat nyata. Uang yang dulu Rp100 juta kini tinggal Rp70 juta. Kerugian tidak lagi abstrak. Ia terasa di perut, di dada, di kepala. Pada titik inilah sebagian besar investor melakukan kesalahan terbesar dalam hidup investasi mereka: menjual di titik terendah. Atau sebaliknya, pada titik inilah investor yang tang gig gigih bertahan, menahan rasa sakit, dan keluar...

Artikel menarik lainnya:

  1. Cara Menghitung Profit/Loss Saham Secara Manual: Panduan Langkah demi Langkah
  2. Mengidentifikasi Black Swan Risk: Melindungi Portofolio dari Peristiwa Langka yang Dahsyat
  3. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover
  4. Rasio Likuiditas Cepat (Acid Test Ratio): Detektor Kebenaran Kemampuan Bayar Utang Perusahaan
  5. Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya
  6. Reaksi Terhadap Margin Call: Antara Panik dan Keputusan Rasional
  7. Laba dari Anak Perusahaan yang Tidak Terkonsolidasi: Aset Tersembunyi atau Jebakan Akuntansi?
  8. Belt Hold: Candlestik Pembukaan di Harga Tertinggi atau Terendah
  9. Ketika Keajaiban Menjadi Bencana: Memahami Rasio Extraordinary Items terhadap Laba
  10. Apa Itu Laba Bersih dan Laba Operasional? Panduan untuk Pemula

TradingView Chart - CLEO