Update: Senin, 5 Oktober 2026

CLEO

PT. Sariguna Primatirta Tbk.

Rp 430
+3.37%
Volume
151.536 lot
MA 5
416
MA 20
418
RSI
51.11
High
430
Low
416
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.43%
Support (10d)
400
Resistance (10d)
430
Volume Trend (10d)
-29.8%
Score
45
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
7.50 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (51.1)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -9 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CLEO saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 51.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.43%. Area support terdekat berada di sekitar Rp400, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp430.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 400, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Valuasi Saham Perkebunan dengan Harga CPO: Mengikuti Irama Komoditas

Di antara berbagai sektor yang ada di bursa saham, sektor perkebunan memiliki karakteristik yang paling unik dan, boleh dibilang, paling "dramatis". Kinerja perusahaan perkebunan, terutama kelapa sawit, sangat ditentukan oleh satu variabel kunci yang berada di luar kendali manajemen: Harga CPO (Crude Palm Oil) atau harga minyak sawit mentah di pasar global. Ketika harga CPO melambung, laba perusahaan perkebunan ikut terdongkrak, harga saham pun meroket. Ketika harga CPO anjlok, laba tergerus, dan harga saham pun ikut terperosok. Fluktuasi ini bisa sangat ekstrem, menciptakan peluang besar sekaligus risiko besar bagi investor. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana melakukan valuasi saham perkebunan dengan menggunakan harga CPO sebagai variabel sentral. Anda akan mempelajari metode-metode praktis, indikator kunci, serta strategi untuk memanfaatkan siklus komoditas ini. Mengapa Harga CPO...

Artikel menarik lainnya:

  1. Risk of Ruin dalam Trading Saham: Ketika Kebangkrutan Bukan Lagi Mitos
  2. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak
  3. Manajemen Waktu Trader Paruh Waktu vs Full Time: Dua Dunia, Dua Strategi Berbeda
  4. Ketika Suku Bunga Naik, Siapa yang Paling Terluka? Analisis Sensitivitas Beban Keuangan dalam Saham
  5. Rasio FCF to Equity (FCFE): Uang Tunai yang Benar-Benar Bisa Diterima Pemegang Saham
  6. Membangun Ketahanan Stres Melalui Simulasi: Latihan Mental Sebelum Terjun ke Pasar Saham
  7. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas
  8. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal
  9. Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar
  10. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu

TradingView Chart - CLEO