Update: Jumat, 5 Juni 2026

PTPS

PT. Pulau Subur Tbk.

Rp 104
-6.31%
Volume
18.013 lot
MA 5
121
MA 20
145
RSI
8.20
High
116
Low
103
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.39%
Support (10d)
103
Resistance (10d)
150
Volume Trend (10d)
-57.1%
Score
55
Win Rate (30d)
20 %
P/L (30d)
-43.78 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (8.2) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 3.034 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PTPS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 8.2, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.39%. Area support terdekat berada di sekitar Rp103, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp150.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 150 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 165, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 103 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rebalancing Tanpa Jual Beli: Memanfaatkan Aliran Dividen untuk Menjaga Keseimbangan Portofolio

Salah satu tantangan terbesar dalam investasi saham jangka panjang adalah biaya rebalancing. Setiap kali Anda menjual saham yang terlalu besar porsinya dan membeli saham yang tertinggal, Anda membayar fee broker, spread harga, dan potensi pajak. Lakukan ini terlalu sering, dan keuntungan Anda akan tergerus. Namun, ada satu strategi elegan yang sering diabaikan investor ritel: menggunakan aliran dividen sebagai alat rebalancing otomatis. Dengan pendekatan ini, Anda tidak perlu menjual aset apapun. Cukup arahkan uang dividen yang masuk ke instrumen yang porsinya sedang kurang, dan portofolio Anda perlahan kembali seimbang. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana memanfaatkan dividen untuk rebalancing, keunggulannya dibanding metode konvensional, serta panduan praktis menerapkannya di pasar saham Indonesia. Masalah dengan Rebalancing Konvensional Sebelum memahami keindahan rebalancing via dividen, mari kita lihat dulu...

Artikel menarik lainnya:

  1. Price to Cash Flow (P/CF): Pelengkap yang Jujur dari PER
  2. Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan
  3. Menimbang Ketidakpastian: Valuasi dengan Risk Adjusted Discounted Cash Flow (DCF)
  4. Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan
  5. Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?
  6. Price per Subscriber: Metrik Kunci Menilai Saham Perusahaan Media Digital
  7. Rasio LTV/CAC: Ukuran Paling Jujur Kesehatan Saham Digital
  8. Memisahkan Gandum dari Sekam: Analisis Non-Recurring Items dalam Laporan Laba Rugi
  9. Volume Profile – Membaca Peta Volume di Setiap Level Harga
  10. PBV Kurang dari 1: Peluang Emas atau Jebakan Berbahaya?

TradingView Chart - PTPS