Update: Kamis, 20 Agustus 2026

PTPS

PT. Pulau Subur Tbk.

Rp 159
+3.92%
Volume
102.156 lot
MA 5
154
MA 20
149
RSI
74.19
High
164
Low
152
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.92%
Support (10d)
147
Resistance (10d)
164
Volume Trend (10d)
-44.7%
Score
55
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
22.31 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (74.2) - Potential correction
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -175 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PTPS saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 74.2, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.92%. Area support terdekat berada di sekitar Rp147, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp164.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 164 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 180, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 147 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Net Debt to EBITDA: Mengukur Beban Utang yang Sebenarnya

Dalam dunia investasi saham, utang adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, utang bisa mempercepat ekspansi dan meningkatkan return bagi pemegang saham (efek leverage). Di sisi lain, utang yang berlebihan bisa menjadi batu sandungan yang mengahancurkan perusahaan saat ekonomi memburuk. Pertanyaan kritis bagi investor adalah: Seberapa besar utang perusahaan dibandingkan dengan kemampuannya menghasilkan laba? Jawabannya terletak pada rasio Net Debt to EBITDA. Rasio ini adalah salah satu metrik paling populer di kalangan analis kredit, manajer investasi, dan investor value untuk menilai beban utang sebuah perusahaan secara lebih realistis. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang rasio Net Debt to EBITDA, bagaimana menghitungnya, menginterpretasikannya, serta kelebihan dan keterbatasannya dalam analisis saham. Apa Itu Net Debt to EBITDA? Net Debt to EBITDA adalah rasio yang mengukur berapa...

Artikel menarik lainnya:

  1. Take Rate: Kunci Monetisasi yang Menentukan Valuasi Saham Digital
  2. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi
  3. Analisis Claim Ratio Asuransi Kesehatan: Barometer Profitabilitas yang Tidak Boleh Diabaikan
  4. PER Ideal untuk Saham Consumer Goods: Berapa Batas Wajar Membeli?
  5. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  6. Laba dari Anak Perusahaan yang Tidak Terkonsolidasi: Aset Tersembunyi atau Jebakan Akuntansi?
  7. Rasio EBITDAR: Mengukur Kinerja Perusahaan di Sektor Sewa dan Restrukturisasi
  8. Tail Risk Hedging dengan Options: Melindungi Portofolio dari Kehancuran Ekstrem
  9. Gaji Bos vs Keuntungan Perusahaan: Mengukur Rasio Kompensasi Manajemen terhadap Laba Bersih
  10. Zig Zag – Menghilangkan Noise, Melihat Struktur dengan Lebih Jelas

TradingView Chart - PTPS