Update: Senin, 7 September 2026

CRSN

PT. Carsurin Tbk.

Rp 139
+2.21%
Volume
4.985 lot
MA 5
137
MA 20
128
RSI
72.73
High
139
Low
136
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.30%
Support (10d)
125
Resistance (10d)
142
Volume Trend (10d)
-67.3%
Score
40
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
34.95 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (72.7) - Potential correction
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -8 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CRSN saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 72.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.30%. Area support terdekat berada di sekitar Rp125, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp142.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 125, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, tidak semua pola dirancang untuk menangkap pembalikan harga. Beberapa pola justru dirancang untuk menegaskan bahwa tren yang sedang berlangsung akan terus berlanjut. Salah satu pola continuation paling andal dalam kondisi bearish adalah Falling Three Methods (Tiga Metode Turun). Pola ini mungkin terlihat membingungkan—mengapa setelah turun tiba-tiba naik? Namun, justru "naik" sementara inilah yang menjadi jebakan bagi trader yang tidak waspada. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Falling Three Methods, cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan untuk melindungi modal dan memanfaatkan tren turun. Apa Itu Falling Three Methods? Falling Three Methods adalah pola continuation bearish (kelanjutan tren turun) yang terdiri dari lima candlestick, tetapi secara konsep termasuk dalam pembahasan pola tiga candlestick...

Artikel menarik lainnya:

  1. Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik
  2. ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital
  3. Mengenal Pola Bearish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  4. Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi
  5. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  6. The 1-2-3-4 Pattern: Pola Continuation dan Breakout dari Joe Ross
  7. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance
  8. Membaca Perubahan Sentimen Pasar dengan Sikap: Antara Mengikuti Arus dan Tetap Rasional
  9. Kepercayaan Buta pada Guru Saham: Bahaya Mengikuti Tanpa Filter
  10. Falling Broadening Wedge: Pola Ekspansi yang Menjadi Kontraksi

TradingView Chart - CRSN