Update: Senin, 5 Oktober 2026

CRSN

PT. Carsurin Tbk.

Rp 149
+7.19%
Volume
24.915 lot
MA 5
135
MA 20
133
RSI
64.62
High
156
Low
134
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.16%
Support (10d)
111
Resistance (10d)
156
Volume Trend (10d)
-77.2%
Score
100
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
16.41 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (64.6)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 320 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CRSN saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 64.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.16%. Area support terdekat berada di sekitar Rp111, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp156.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 149 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 171 - 186 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 142 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Price per Subscriber: Metrik Kunci Menilai Saham Perusahaan Media Digital

Dalam beberapa tahun terakhir, model bisnis media telah bergeser drastis. Iklan digital yang dulunya menjadi tulang punggung pendapatan kini tergerus oleh dominasi Google dan Meta. Kini, investor lebih menyukai perusahaan media yang memiliki pendapatan berulang (recurring revenue) dari pelanggan setia. Di sinilah metrik Price per Subscriber (PPS) menjadi sangat penting. Apa Itu Price per Subscriber? Price per Subscriber adalah rasio valuasi yang menghitung berapa nilai pasar yang bersedia dibayar investor untuk setiap satu pelanggan berbayar (subscriber) perusahaan media. Rumus dasarnya sederhana: PPS = (Kapitalisasi Pasar + Utang Bersih) / Total Jumlah Subscriber Berbayar Metrik ini sering digunakan untuk membandingkan perusahaan media sejenis, seperti The New York Times (NYT), Netflix (meskipun lebih ke hiburan), atau Spotify. Mengapa PPS Relevan untuk Saham Media? Media cetak tradisional dinilai...

Artikel menarik lainnya:

  1. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  2. Saham vs Reksadana vs Obligasi: Mana yang Cocok untuk Pemula?
  3. Membangun Jurnal Trading Harian: Senjata Rahasia Trader Profesional
  4. Analisis Claim Ratio Asuransi Kesehatan: Barometer Profitabilitas yang Tidak Boleh Diabaikan
  5. Beyond the Balance Sheet: Menilai Ekuitas di Balik Aset Tak Berwujud
  6. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance
  7. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  8. Home Bias: Bahaya Terlalu Dominan dengan Saham Dalam Negeri
  9. Laba dari Anak Perusahaan yang Tidak Terkonsolidasi: Aset Tersembunyi atau Jebakan Akuntansi?
  10. Price to User: Senjata Rahasia Menilai Saham Teknologi yang Belum Untung

TradingView Chart - CRSN