Update: Senin, 5 Oktober 2026

CSRA

PT. Cisadane Sawit Raya Tbk.

Rp 675
+1.50%
Volume
3.362 lot
MA 5
678
MA 20
728
RSI
16.67
High
700
Low
665
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.12%
Support (10d)
655
Resistance (10d)
755
Volume Trend (10d)
+24.1%
Score
35
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-13.46 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (16.7) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -297 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CSRA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 16.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.12%. Area support terdekat berada di sekitar Rp655, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp755.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 622 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Bom Waktu di Laporan Keuangan: Analisis Warrant dan Dampak Dilusi pada Kepemilikan Saham

Seorang investor membeli saham sebuah perusahaan tambang yang sedang naik daun. Harga saham naik 40% dalam enam bulan. Ia senang. Namun ketika laporan keuangan kuartal berikutnya keluar, harga saham malah turun meskipun laba perusahaan naik. Ia bingung. Setelah diselidiki, ternyata perusahaan memiliki waran (warrant) yang melekat pada obligasi yang diterbitkan dua tahun lalu. Kini harga saham sudah di atas harga eksekusi waran, dan pemegang waran mulai mengkonversi waran mereka menjadi saham biasa. Jumlah saham beredar membengkak. Laba per saham (EPS) terdilusi. Harga saham pun turun untuk mencerminkan kepemilikan yang semakin encer. Investor itu terlambat menyadari: ia tidak membaca catatan tentang waran di laporan keuangan. Ia adalah korban dilusi tersembunyi. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang waran (warrant), bagaimana menganalisis dampaknya terhadap dilusi, cara menghitung...

Artikel menarik lainnya:

  1. Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik
  2. Panduan Praktis: Cara Membaca Harga Saham di Aplikasi Trading untuk Pemula
  3. Golden Butterfly Portfolio: Strategi Investasi Saham yang Seimbang untuk Semua Musim
  4. Rasio Kas terhadap Utang Lancar: Ukuran Paling Keras Kemampuan Bayar Utang dalam 24 Jam
  5. Goodwill & Intangible Asset: Aset Tak Terlihat yang Bisa Menjebak Investor
  6. Accumulation/Distribution Line (A/D Line) – Mengukur Aliran Uang yang Sebenarnya
  7. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi
  8. Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal
  9. Analisis Tobin's Q: Apakah Pasar Sedang Overvalued?
  10. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi

TradingView Chart - CSRA