Update: Jumat, 11 September 2026

CSRA

PT. Cisadane Sawit Raya Tbk.

Rp 760
-0.65%
Volume
3.833 lot
MA 5
768
MA 20
765
RSI
44.00
High
765
Low
745
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.24%
Support (10d)
745
Resistance (10d)
800
Volume Trend (10d)
+98.4%
Score
45
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
-4.40 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (44.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -250 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CSRA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 44.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.24%. Area support terdekat berada di sekitar Rp745, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp800.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 745, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Core Portfolio: Kombinasi Saham Blue Chip dan Obligasi untuk Fondasi Investasi yang Kokoh

Setiap bangunan yang kokoh membutuhkan fondasi yang kuat. Begitu pula dalam investasi. Sebelum Anda bermain-main dengan saham spekulatif, kripto, atau instrumen berisiko tinggi lainnya, Anda harus memiliki core portfolio — inti portofolio yang dirancang untuk bertahan dalam badai pasar sekaligus memberikan pertumbuhan yang stabil dalam jangka panjang. Kombinasi paling klasik dan terbukti ampuh untuk core portfolio adalah saham blue chip dan obligasi. Dua kelas aset ini bekerja secara komplementer: ketika saham sedang terpuruk, obligasi cenderung memberikan ketenangan. Ketika obligasi sedang lesu, saham biasanya melesat. Apa Itu Saham Blue Chip? Saham blue chip adalah saham dari perusahaan-perusahaan besar, mapan, memiliki reputasi kuat, kinerja keuangan yang stabil, dan biasanya sudah beroperasi selama puluhan tahun. Istilah "blue chip" sendiri diambil dari permainan poker, di mana chip biru memiliki...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Pola Bearish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  2. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan
  3. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  4. Bom Waktu di Laporan Keuangan: Analisis Warrant dan Dampak Dilusi pada Kepemilikan Saham
  5. Cara Analisis Prospektus Sebelum Beli Saham IPO: Jangan Hanya Ikut-ikutan!
  6. Rasio Land Bank vs Market Cap: Menemukan Developer yang Underrated
  7. Cut Loss Tepat: Kapan dan Bagaimana Caranya
  8. Dividend Yield Tinggi: Jebakan atau Peluang?
  9. Mengenal Aroon: Menangkap Momentum dengan Crossover Aroon Up dan Aroon Down
  10. Glosarium Istilah Saham Wajib Hafal untuk Pemula

TradingView Chart - CSRA