Update: Jumat, 24 Juli 2026

VISI

PT. Satu Visi Putra Tbk.

Rp 895
-0.56%
Volume
13.601 lot
MA 5
895
MA 20
918
RSI
28.07
High
900
Low
845
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.94%
Support (10d)
845
Resistance (10d)
995
Volume Trend (10d)
-2.8%
Score
60
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-24.15 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (28.1) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 499 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham VISI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 28.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.94%. Area support terdekat berada di sekitar Rp845, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp995.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 913 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 985 - 1.029 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 832 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Efek Endowment: Bahaya Cinta Buta pada Saham Milik Sendiri

Pernahkah Anda mengalami situasi seperti ini: Anda membeli sebuah saham, lalu beberapa minggu kemudian harga saham tersebut turun. Namun alih-alih menganggapnya sebagai sinyal bahaya, Anda justru bersikap defensif. Anda membela saham itu di forum diskusi, mencari-cari alasan mengapa penurunan hanya sementara, dan mengabaikan berita negatif yang muncul. Orang lain yang menjual saham itu Anda anggap "tidak sabar" atau "kurang paham". Selamat, Anda mungkin sedang mengalami yang namanya efek endowment—fenomena psikologis di mana seseorang menilai aset yang dimilikinya jauh lebih berharga daripada nilai pasarnya yang sebenarnya. Apa Itu Efek Endowment? Efek endowment pertama kali diidentifikasi oleh Richard Thaler, ekonom perilaku peraih Nobel. Fenomena ini menjelaskan kecenderungan manusia untuk melebih-lebihkan nilai suatu barang hanya karena barang tersebut adalah miliknya. Dalam konteks saham, investor cenderung menilai saham yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Cara Menghitung Profit/Loss Saham Secara Manual: Panduan Langkah demi Langkah
  2. Memahami Pola Bullish Engulfing: Sinyal Pembalikan Harga yang Kuat
  3. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  4. Bom Waktu di Laporan Keuangan: Analisis Warrant dan Dampak Dilusi pada Kepemilikan Saham
  5. EV/EBITDA: Alternatif PER untuk Perusahaan dengan Utang Besar
  6. Rounding Bottom (Saucer): Piring yang Menandai Perlahan Bangkitnya Tren Naik
  7. Strategi Martingale di Saham: Bunuh Diri Finansial yang Berkedok Peluang
  8. Apa Itu SID (Single Investor Identification)? Kunci untuk Memulai Investasi Saham
  9. Ichimoku Kinko Hyo: Awan yang Menunjukkan Support, Resistance, dan Momentum
  10. Arus Kas Operasi, Investasi, dan Pendanaan: Memahami Laporan Arus Kas

TradingView Chart - VISI