Update: Jumat, 23 Oktober 2026

VISI

PT. Satu Visi Putra Tbk.

Rp 755
+0.67%
Volume
5.554 lot
MA 5
782
MA 20
971
RSI
27.94
High
765
Low
720
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
5.15%
Support (10d)
685
Resistance (10d)
1.220
Volume Trend (10d)
-12.4%
Score
30
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-25.98 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (27.9) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.396 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham VISI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 27.9, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.15%. Area support terdekat berada di sekitar Rp685, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.220.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 651 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Ukuran Sejati Kinerja Saham: Mengapa Rasio Perusahaan Harus Dibandingkan dengan Rata-rata Industri

Seorang investor pemula sering kali bertanya: "Apakah PER 15x itu mahal atau murah?" Jawabannya: tergantung. Tergantung pada industri tempat perusahaan beroperasi. PER 15x untuk perusahaan perbankan tergolong mahal, tetapi untuk perusahaan teknologi tergolong sangat murah. Inilah esensi dari analisis rasio benchmark—membandingkan rasio keuangan sebuah perusahaan dengan rata-rata industri sejenis. Tanpa pembanding, angka rasio hanyalah angka mati yang tidak bermakna. Artikel ini akan membahas mengapa benchmarking sangat penting, rasio-rasio kunci yang wajib dibandingkan, cara mendapatkan data rata-rata industri, serta bagaimana menarik kesimpulan investasi dari perbandingan tersebut. Mengapa Membandingkan dengan Rata-rata Industri? Ada beberapa alasan fundamental mengapa seorang investor tidak boleh menilai rasio perusahaan secara terisolasi: 1. Setiap Industri Memiliki Karakteristik Keuangan yang Berbeda Bayangkan Anda membandingkan denyut nadi seorang atlet maraton dengan seorang lansia. Angka yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  2. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover
  3. Rasio Inventory Turnover: Mengukur Efisiensi Persediaan Perusahaan
  4. Hook Reversal: Pola Sederhana yang Bisa Selamatkan Anda dari Jeratan Tren
  5. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  6. Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami
  7. Ichimoku Kinko Hyo: Awan yang Menunjukkan Support, Resistance, dan Momentum
  8. Psikologi Menerima Kerugian sebagai Biaya Belajar: Mengubah Luka Men Menjadi Pelajaran Berharga
  9. The Inside Bar: Range di Dalam Range Sebelumnya sebagai Sinyal Konsolidasi
  10. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat

TradingView Chart - VISI