Update: Senin, 6 Juli 2026

CTBN

PT. Citra Tubindo Tbk.

Rp 5.475
+0.46%
Volume
2 lot
MA 5
5.395
MA 20
5.674
RSI
36.36
High
5.475
Low
5.475
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.00%
Support (10d)
4.700
Resistance (10d)
5.825
Volume Trend (10d)
-96.6%
Score
55
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
3.30 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (36.4)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CTBN saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 36.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.00%. Area support terdekat berada di sekitar Rp4.700, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp5.825.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 5.825 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 6.408, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 4.700 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Upside Gap Two Crows: Pola Gagak yang Membawa Kabar Buruk bagi Harga Saham Anda

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, Jepang memiliki banyak istilah unik untuk menggambarkan pola harga. Ada "Doji" (bimbang), "Hammer" (palu), dan "Engulfing" (menelan). Namun ada satu pola yang namanya cukup mengerikan: Upside Gap Two Crows atau "Dua Gagak dengan Celah di Atas". Mengapa dinamakan gagak? Dalam budaya Jepang, gagak sering dikaitkan dengan pertanda buruk. Dan memang, pola ini adalah sinyal pembalikan bearish yang cukup kuat di akhir tren naik. Mari kita bedah pola langka namun mematikan ini. Apa Itu Upside Gap Two Crows? Upside Gap Two Crows adalah pola pembalikan bearish yang terdiri dari tiga candlestick dan muncul setelah uptrend. Namanya berasal dari bentuknya: dua candlestick hitam (gagak) yang "bertengger" di atas celah (gap) dari candlestick pertama. Pola ini termasuk dalam kategori pola multi candlestick...

Artikel menarik lainnya:

  1. Valuasi Relatif terhadap Obligasi Pemerintah: Kapan Saham Lebih Menarik dari Deposito?
  2. PER Forward vs Trailing: Mana yang Lebih Akurat Menilai Saham?
  3. Valuasi Saham Properti dengan RNAV: Menggali Nilai Tersembunyi di Balik Lahan dan Proyek
  4. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  5. Fibonacci Time Zone – Kapan Waktu yang Tepat untuk Pergerakan Besar?
  6. Receivable Turnover: Mengungkap Bahaya Piutang Macet di Balik Laporan Keuangan
  7. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi
  8. Dividend Yield vs Dividend Payout Ratio: Mana yang Lebih Penting?
  9. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)
  10. The Slingshot Pattern: Ketika Harga "Memanah" dari Bollinger Bands

TradingView Chart - CTBN