Update: Jumat, 22 Mei 2026

KDSI

PT. Kedawung Setia Industrial Tbk.

Rp 448
0.00%
Volume
94 lot
MA 5
449
MA 20
451
RSI
37.93
High
448
Low
430

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.97%
Support (10d)
418
Resistance (10d)
452
Volume Trend (10d)
-65.9%
Score
35
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (37.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 13 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KDSI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 37.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.97%. Area support terdekat berada di sekitar Rp418, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp452.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 397 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Psikologi Ketika Portofolio Turun 30%: Di Titik Terdalam, Karakter Anda Diuji

Tidak ada angka ajaib dalam dunia investasi. Tapi jika ada satu level kerugian yang menjadi titik balik psikologis bagi kebanyakan investor, itu adalah minus 30 persen. Penurunan 10 persen? Masih wajar. Hati agak cemas, tapi masih bisa tidur nyenyak. Penurunan 20 persen? Mulai gelisah. Memeriksa aplikasi trading lebih sering. Mulai berpikir, "Mungkin saya salah beli." Tapi turun 30 persen? Di sinilah segalanya berubah. Pada titik ini, rasa sakit sudah sangat nyata. Uang yang dulu Rp100 juta kini tinggal Rp70 juta. Kerugian tidak lagi abstrak. Ia terasa di perut, di dada, di kepala. Pada titik inilah sebagian besar investor melakukan kesalahan terbesar dalam hidup investasi mereka: menjual di titik terendah. Atau sebaliknya, pada titik inilah investor yang tang gig gigih bertahan, menahan rasa sakit, dan keluar...

Artikel menarik lainnya:

  1. Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish
  2. Rasio Underwriting Profit: Mengukur Kemampuan Inti Perusahaan Asuransi
  3. Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat
  4. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar
  5. Saham Individual vs ETF: Mana yang Lebih Efisien dari Sisi Biaya dan Risiko?
  6. Rasio FCF to Equity (FCFE): Uang Tunai yang Benar-Benar Bisa Diterima Pemegang Saham
  7. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  8. Rasio BOPO: Mengukur Efisiensi Operasional Bank Sebelum Membeli Sahamnya
  9. Portfolio Rebalancing: Bulanan vs Tahunan, Mana yang Lebih Menguntungkan?
  10. Mengurangi Ego: Saham Tidak Membenci Anda

TradingView Chart - KDSI