Update: Senin, 6 Juli 2026

DART

PT. Duta Anggada Realty Tbk.

Rp 118
-1.67%
Volume
777 lot
MA 5
118
MA 20
120
RSI
30.77
High
119
Low
116
Nilai
10/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.21%
Support (10d)
115
Resistance (10d)
125
Volume Trend (10d)
-81.4%
Score
10
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-8.53 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (30.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -29 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DART saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 30.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.21%. Area support terdekat berada di sekitar Rp115, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp125.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 109 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio OPM (Operating Profit Margin): Membandingkan Profitabilitas Antar Industri

Dalam dunia analisis fundamental saham, ada banyak rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kinerja perusahaan. Salah satu yang paling penting namun sering disalahartikan adalah Operating Profit Margin (OPM) atau Margin Laba Operasional. Kesalahan umum yang sering dilakukan investor pemula adalah membandingkan OPM sebuah perusahaan teknologi dengan perusahaan ritel, lalu menyimpulkan yang satu lebih baik dari yang lain. Padahal, setiap industri memiliki karakteristik OPM yang sangat berbeda. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang rasio OPM dan bagaimana membandingkannya secara bijak antar industri. Apa Itu Operating Profit Margin (OPM)? OPM adalah rasio yang mengukur seberapa besar laba operasional yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan. Rumusnya sederhana: OPM = Laba Operasional / Penjualan Bersih × 100% Laba operasional adalah laba yang dihasilkan dari kegiatan usaha inti perusahaan,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Black Swan: Pola Harmonic Bullish yang Langka dan Eksotis
  2. Memahami Dunia Saham: Panduan Pengertian dan Cara Kerja untuk Pemula
  3. Working Capital Turnover: Seberapa Efisien Perusahaan Mengelola Modal Kerja?
  4. Rasio Price to Sales (P/S): Penyelamat Saat Perusahaan Rugi
  5. Monte Carlo Simulation untuk Risiko Portofolio: Melihat Ribuan Kemungkinan Masa Depan
  6. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance
  7. Hubungan Market Cap dengan Risiko dan Likuiditas: Panduan Memilih Saham yang Tepat
  8. Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat
  9. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  10. Schiff Pitchfork – Garpu yang Lebih Landai untuk Tren yang Lembut

TradingView Chart - DART