Update: Jumat, 22 Mei 2026

NICK

PT. Charnic Capital Tbk.

Rp 1.105
-1.34%
Volume
6 lot
MA 5
1.139
MA 20
1.185
RSI
30.23
High
1.120
Low
1.105

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.36%
Support (10d)
1.105
Resistance (10d)
1.390
Volume Trend (10d)
+232.1%
Score
10
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-15.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (30.2)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -3 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham NICK saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 30.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.36%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.105, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.390.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.050 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Restrukturisasi Utang: Detektor Dini Perusahaan yang Hampir Bangkrut atau Peluang Investasi?

Dalam dunia saham, berita tentang restrukturisasi utang seringkali membuat investor ritel panik dan menjual sahamnya. Namun, apakah restrukturisasi utang selalu berarti kehancuran? Tidak selalu. Justru, ada kalanya restrukturisasi menjadi langkah cerdas yang menyelamatkan perusahaan dan memberikan keuntungan besar bagi investor yang masuk di titik terendah. Kuncinya terletak pada kemampuan membaca Rasio Restrukturisasi Utang—seperangkat indikator yang bisa membedakan antara perusahaan yang benar-benar sekarat dengan perusahaan yang hanya butuh napas. Artikel ini akan membahas rasio-rasio tersebut dan bagaimana menggunakannya dalam analisis saham. 1. Apa Itu Restrukturisasi Utang? Restrukturisasi utang adalah upaya perusahaan untuk mengubah persyaratan utang yang sudah ada agar lebih ringan dan sesuai dengan kapasitas arus kas. Bentuknya bisa berupa: Perpanjangan tenor (jadwal pembayaran dimundurkan) Penurunan suku bunga Pengurangan pokok utang (haircut) Konversi utang menjadi saham...

Artikel menarik lainnya:

  1. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan
  2. Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati
  3. V-Top dan V-Bottom (Spike): Pembalikan Tajam yang Penuh Kejutan
  4. Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory
  5. Memahami IHSG: Barometer Kesehatan Pasar Modal Indonesia
  6. Membaca Pasar Lewat Perasaan: Mengenal AAII Sentiment Survey
  7. Rasio EBITDAR: Mengukur Kinerja Perusahaan di Sektor Sewa dan Restrukturisasi
  8. Rasio DER (Debt to Equity Ratio): Batas Aman dan Tanda Bahaya
  9. Unlevered Beta vs Levered Beta: Memisahkan Risiko Bisnis dari Risiko Utang
  10. WACC: Berapa Sebenarnya Biaya Modal Perusahaan?

TradingView Chart - NICK