Update: Kamis, 8 Oktober 2026

NICK

PT. Charnic Capital Tbk.

Rp 2.760
-2.13%
Volume
2.626 lot
MA 5
2.808
MA 20
2.758
RSI
N/A
High
3.520
Low
2.760
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.95%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
3.520
Volume Trend (10d)
+73.0%
Score
75
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
47.20 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (0.0) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -5 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham NICK saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 0.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.95%. Area support terdekat berada di sekitar Rp0, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.520.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 2.760 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 3.174 - 3.450 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 2.622 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio EV per Kapasitas Produksi: Mengukur Nilai Pabrik di Balik Harga Saham

Dalam dunia saham, perusahaan manufaktur, pertambangan, perkebunan, dan infrastruktur memiliki aset produksi yang menjadi "mesin pencetak uang" mereka. Namun, bagaimana cara menilai apakah harga saham saat ini sebanding dengan kemampuan produksi perusahaan? Jawabannya ada pada rasio yang jarang digunakan investor ritel: Rasio Enterprise Value per Kapasitas Produksi (EV/Capacity). Rasio ini menjawab pertanyaan sederhana: "Berapa biaya yang harus saya keluarkan untuk membeli setiap satu unit kapasitas produksi perusahaan?" Artikel ini akan membahas konsep, perhitungan, interpretasi, serta bagaimana rasio ini bisa membantu Anda menemukan saham manufaktur yang murah atau justru overvalued. 1. Apa Itu Rasio EV per Kapasitas Produksi? Rasio EV per Kapasitas Produksi adalah perbandingan antara Enterprise Value (EV) perusahaan dengan total kapasitas produksi yang dimilikinya dalam satu periode. Rumus: EV/Kapasitas Produksi = Enterprise Value รท...

Artikel menarik lainnya:

  1. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan
  2. Rickshaw Man: Doji Berekor Panjang yang Sarat Sinyal
  3. Earnings Yield: Membalik PER untuk Melihat Imbal Hasil Saham Anda
  4. Rasio Persistensi Polis: Indikator Kunci Sehat Tidaknya Lini Bisnis Asuransi bagi Investor
  5. Multi-Factor Portfolio ala Cliff Asness: Menggabungkan Kekuatan Faktor untuk Kinerja Superior
  6. Ladder Bottom: Pola Tangga yang Membawa Harga Naik dari Jurang
  7. Apa Itu Lot Saham dan Minimum Trading Saham? Panduan Dasar untuk Investor Pemula
  8. Strategi Barbell: Keseimbangan Ekstrem untuk Hasil Optimal
  9. The Inside Bar: Range di Dalam Range Sebelumnya sebagai Sinyal Konsolidasi
  10. Price to Cash Flow (P/CF): Pelengkap yang Jujur dari PER

TradingView Chart - NICK