Update: Senin, 6 Juli 2026

ARTO

PT. Bank Jago Tbk.

Rp 950
+3.26%
Volume
45.180 lot
MA 5
940
MA 20
943
RSI
40.26
High
950
Low
905
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.77%
Support (10d)
860
Resistance (10d)
980
Volume Trend (10d)
-36.6%
Score
60
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-17.03 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (40.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 102 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ARTO saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.77%. Area support terdekat berada di sekitar Rp860, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp980.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 969 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 1.045 - 1.093 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 884 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengukur Harga dari Masa Depan: Analisis Rasio Price to R&D Spend

Di era ekonomi berbasis pengetahuan, tidak semua investasi perusahaan tercermin dalam laba hari ini. Perusahaan farmasi menghabiskan miliaran dolar untuk riset obat baru yang mungkin baru menghasilkan pendapatan 5-10 tahun mendatang. Perusahaan teknologi membangun pusat riset kecerdasan buatan yang hasilnya baru akan terlihat satu dekade kemudian. Perusahaan semikonduktor mendesain chip generasi berikutnya yang akan menjadi tulang punggung industri di masa depan. Pengeluaran Riset dan Pengembangan (R&D - Research & Development) adalah investasi untuk masa depan yang dalam laporan keuangan diperlakukan sebagai beban saat ini—bukan sebagai aset. Akibatnya, perusahaan dengan R&D besar seringkali melaporkan laba yang lebih rendah dari kemampuan sebenarnya, sehingga rasio-rasio seperti PER menjadi menyesatkan. Di sinilah rasio Price to R&D Spend (P/R&D) berperan. Rasio ini mengukur berapa banyak pasar bersedia membayar untuk setiap...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengintip “Gunung Es” Laporan Keuangan: Analisis Off-Balance Sheet Items dalam Dunia Saham
  2. Saham Individual vs ETF: Mana yang Lebih Efisien dari Sisi Biaya dan Risiko?
  3. Analisis Piotroski F-Score untuk Pemula: Menyaring Saham Value yang Berkualitas
  4. On-Neck Line, Sinyal Pembalikan yang Sering Disalahartikan
  5. Valuasi Saham Perkebunan dengan Harga CPO: Mengikuti Irama Komoditas
  6. The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi
  7. Accumulation/Distribution Line (A/D Line) – Mengukur Aliran Uang yang Sebenarnya
  8. Gann Hexagon: Geometri Segi Enam untuk Support dan Resistance Pasar
  9. NPV Sumber Daya: Kunci Membaca Nilai Sesungguhnya Saham Tambang
  10. NPL (Non Performing Loan): Mengukur Risiko Kredit Macet Sebelum Membeli Saham Bank

TradingView Chart - ARTO