Update: Jumat, 22 Mei 2026

ARTO

PT. Bank Jago Tbk.

Rp 1.130
+1.35%
Volume
15.455 lot
MA 5
1.139
MA 20
1.249
RSI
15.29
High
1.130
Low
1.090

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.33%
Support (10d)
1.080
Resistance (10d)
1.290
Volume Trend (10d)
-51.9%
Score
30
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-17.22 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (15.3) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -4.877 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ARTO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 15.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.33%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.080, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.290.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.026 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Separating Lines: Garis Pemisah yang Justru Menegaskan Tren

Dari sekian banyak pola dua candlestick, sebagian besar dirancang untuk mendeteksi pembalikan tren (reversal). Namun, ada satu pola unik yang justru melakukan kebalikannya—ia menegaskan bahwa tren yang sedang berlangsung akan berlanjut. Pola itu adalah Separating Lines. Pola ini sering diabaikan oleh trader pemula karena bentuknya yang mirip dengan Meeting Lines, namun maknanya sangat berbeda. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Separating Lines, kedua versinya (bullish dan bearish), cara mengidentifikasinya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan. Apa Itu Separating Lines? Separating Lines (garis pemisah) adalah pola dua candlestick di mana dua candle yang berlawanan arah (satu bearish, satu bullish) membuka pada level harga yang sama atau hampir sama, namun bergerak ke arah yang berlawanan. Berbeda dengan Meeting Lines yang mengandalkan kesamaan penutupan,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat
  2. Stick Sandwich: Pola Roti Lapis yang Menandakan Pembalikan Harga
  3. Weekly Review: Mengukur Kinerja Trading dengan Profit Factor, Win Rate, dan Average RRR
  4. Valuasi Saham Batu Bara dengan Harga Komoditas: Ekstrem, Volatil, dan Penuh Peluang
  5. Pengertian IPO (Initial Public Offering): Saat Perusahaan Go Public
  6. Framing Bias: Bagaimana Cara Penyajian Informasi Mengubah Keputusan Investasi Anda
  7. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  8. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak
  9. Gann Fan – Kipas Geometris yang Membaca Jiwa Pasar
  10. Metode Equal Weight: Strategi Sederhana untuk Pemula dalam Alokasi Saham

TradingView Chart - ARTO