Update: Jumat, 10 Juli 2026

ARTO

PT. Bank Jago Tbk.

Rp 1.135
-5.42%
Volume
123.830 lot
MA 5
1.068
MA 20
978
RSI
65.15
High
1.220
Low
1.115
Nilai
85/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
4.74%
Support (10d)
860
Resistance (10d)
1.265
Volume Trend (10d)
+12.6%
Score
85
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-0.87 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (65.2)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -21.959 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ARTO saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 65.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.74%. Area support terdekat berada di sekitar Rp860, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.265.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 85 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 1.135 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.305 - 1.419 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 1.078 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Production Cost per Ton: Metrik Paling Jujur dari Saham Tambang

Dalam dunia investasi saham tambang dan komoditas, harga saham bisa naik turun dipengaruhi sentimen global, nilai tukar, atau bahkan berita politik di negara berkembang. Namun di balik semua fluktuasi itu, ada satu metrik fundamental yang kerap menjadi pembeda antara perusahaan tambang yang bertahan lama dengan yang bangkrut saat siklus komoditas melemah: Production Cost per Ton (atau biaya produksi per ton). Metrik ini sederhana, jujur, dan tanpa basa-basi. Ia menjawab pertanyaan: Berapa uang yang harus dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan satu ton produk tambang (batubara, nikel, tembaga, bijih besi, dll.)? Apa Itu Production Cost per Ton? Production Cost per Ton adalah total biaya yang dikeluarkan perusahaan tambang untuk mengekstraksi, mengolah, dan mengirimkan satu ton produk jadi (atau konsentrat) ke titik penjualan, dibagi dengan jumlah ton yang berhasil...

Artikel menarik lainnya:

  1. Fixed Asset Turnover: Seberapa Produktif Pabrik Anda?
  2. Rasio Price to NCAV: Strategi Klasik Mencari Net-Net Stock dalam Valuasi Saham
  3. Cutting Loss: Disiplin yang Sering Diabaikan Investor
  4. Morning Star: Bintang Fajar yang Menerangi Pembalikan Bullish
  5. Diamond Top dan Diamond Bottom: Berlian yang Menandai Pembalikan Harga
  6. Momentum (MOM): Indikator Paling Sederhana untuk Mengukur Kecepatan Harga
  7. The 1-2-3-4 Pattern: Pola Continuation dan Breakout dari Joe Ross
  8. Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami
  9. Disposisi Effect: Mengapa Kita Cepat Jual Saham Profit, tapi Tahan Saham Rugi
  10. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar

TradingView Chart - ARTO