Update: Jumat, 22 Mei 2026

DEWA

PT. Darma Henwa Tbk

Rp 378
+13.17%
Volume
12.192.587 lot
MA 5
384
MA 20
470
RSI
29.25
High
398
Low
320

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.02%
Support (10d)
320
Resistance (10d)
535
Volume Trend (10d)
+70.3%
Score
70
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-26.60 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (29.3) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 762.584 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DEWA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 29.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.02%. Area support terdekat berada di sekitar Rp320, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp535.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 386 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 416 - 435 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 352 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Strategi Barbell: Keseimbangan Ekstrem untuk Hasil Optimal

Dalam dunia investasi, kita sering mendengar nasihat klasik: "Jangan terlalu agresif, jangan terlalu konservatif. Ambil posisi moderat." Namun, ada strategi yang justru menolak jalan tengah tersebut. Namanya Strategi Barbell. Terinspirasi dari bentuk barbel (angkat beban) yang memiliki dua ujung berat dan batang tipis di tengah, strategi ini mengalokasikan portofolio secara ekstrem: sebagian besar di aset super aman, sebagian kecil di aset super berisiko — dan hampir tidak ada di kelas menengah. Pendekatan ini dipopulerkan oleh penulis dan mantan trader bernama Nassim Taleb (karya terkenalnya: The Black Swan). Taleb berargumen bahwa kelas menengah (misalnya saham blue chip biasa atau obligasi korporasi menengah) justru paling berbahaya karena memberi ilusi keamanan tetapi tetap bisa hancur saat krisis. Apa Itu Strategi Barbell? Secara sederhana, strategi barbell membagi portofolio menjadi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Strategi Anti-Martingale: Seni Membiarkan Keuntungan Bekerja untuk Anda
  2. Mengidentifikasi Black Swan Risk: Melindungi Portofolio dari Peristiwa Langka yang Dahsyat
  3. Lunar Cycle Pattern: New Moon dan Full Moon dalam Analisis Saham
  4. Memahami Pola Tweezer Bottom: Sinyal Pembalikan Harga dari Dua Candlestick
  5. Double Bottom: Sinyal Pembalikan Bullish yang Wajib Diketahui Trader
  6. Mengenal Jenis-Jenis Saham: Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen
  7. Portfolio Rebalancing: Bulanan vs Tahunan, Mana yang Lebih Menguntungkan?
  8. Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader
  9. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  10. Stop Bolak-Balik Buka Aplikasi Saham: Cara Mengatur Notifikasi Harga yang Efektif

TradingView Chart - DEWA