Update: Rabu, 10 Juni 2026

DEWA

PT. Darma Henwa Tbk

Rp 302
+7.86%
Volume
15.120.783 lot
MA 5
276
MA 20
368
RSI
29.59
High
324
Low
270
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.96%
Support (10d)
234
Resistance (10d)
384
Volume Trend (10d)
-2.1%
Score
65
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-45.09 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (29.6) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -26.804 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DEWA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 29.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.96%. Area support terdekat berada di sekitar Rp234, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp384.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 308 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 332 - 347 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 281 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

The Inside Bar: Range di Dalam Range Sebelumnya sebagai Sinyal Konsolidasi

Dalam analisis teknikal, pasar tidak selalu bergerak dalam tren yang jelas. Sebagian besar waktu, harga bergerak sideways dalam fase konsolidasi—naik turun dalam rentang yang sempit. Di sinilah Inside Bar berperan. Inside Bar adalah pola candlestick di mana seluruh rentang harga (high dan low) dari sebuah periode berada sepenuhnya di dalam rentang harga periode sebelumnya. Pola ini sangat populer di kalangan swing trader dan breakout trader karena Inside Bar sering muncul tepat sebelum harga melepaskan diri dari konsolidasi dan memulai pergerakan besar. Jika Outside Bar adalah "ledakan" volatilitas, maka Inside Bar adalah "ketenangan sebelum badai". Karakteristik Inside Bar Inside Bar adalah pola dua candlestick di mana candlestick kedua (inside bar) memiliki high yang lebih rendah dari high candlestick pertama, dan low yang lebih tinggi dari...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Williams %R: Satu Langkah Menuju Overbought dan Oversold
  2. The Kickback Pattern: Momentum Terhenti Sebentar Lalu Melanjutkan Tren
  3. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks
  4. Kamar Tidur Bukan Command Center: Mengapa Anda Harus Berhenti Trading di Tempat Tidur
  5. FCFF (Free Cash Flow to Firm): Mengukur Nilai Seluruh Perusahaan, Bukan Hanya Ekuitas
  6. Rasio Land Bank vs Market Cap: Menemukan Developer yang Underrated
  7. Book Building dan Masa Penawaran IPO: Cara Menentukan Harga Saham Perdana
  8. Belt Hold: Candlestik Pembukaan di Harga Tertinggi atau Terendah
  9. Mengidentifikasi Black Swan Risk: Melindungi Portofolio dari Peristiwa Langka yang Dahsyat
  10. Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu

TradingView Chart - DEWA