Update: Jumat, 5 Juni 2026

DGWG

PT. Delta Giri Wacana Tbk.

Rp 290
-2.68%
Volume
52.982 lot
MA 5
309
MA 20
341
RSI
30.86
High
298
Low
290
Nilai
10/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.79%
Support (10d)
290
Resistance (10d)
344
Volume Trend (10d)
+4.8%
Score
10
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-28.92 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (30.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -11.746 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DGWG saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 30.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.79%. Area support terdekat berada di sekitar Rp290, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp344.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 276 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?

Dua investor membaca laporan keuangan perusahaan yang sama. Investor A paling terkesan dengan laba fantastis yang diumumkan bulan lalu. Ia mengabaikan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir karena data terbaru terasa paling relevan. Ia membeli saham tersebut. Investor B paling terkesan dengan kinerja buruk perusahaan dua tahun lalu saat pandemi. Ia mengabaikan pemulihan signifikan dalam dua kuartal terakhir karena kesan awal terlalu kuat. Ia melewatkan peluang membeli di harga murah. Dua investor yang sama-sama membaca data yang sama, tetapi mengambil keputusan berbeda. Keduanya menjadi korban dari bias yang berlawanan: recency effect (Investor A) dan primacy effect (Investor B). Artikel ini akan membahas dua bias yang sering disebut sebagai "saudara kembar yang bermusuhan"—sama-sama mempengaruhi bagaimana kita menimbang data, tetapi dengan cara yang bertolak belakang. Apa Itu...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio ROE (Return on Equity) untuk Screening Saham
  2. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  3. ROE: Mengapa Angka 15% di Bank Berbeda Arti dengan 15% di Pabrik?
  4. Memisahkan Gandum dari Sekam: Analisis Non-Recurring Items dalam Laporan Laba Rugi
  5. Mengelola Drawdown Psikologis: Ketika Musuh Terbesar Berada di Dalam Pikiran Anda
  6. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  7. Efek Ilusi Kontrol: Ketika Anda Berpikir Grafik Dapat Mengendalikan Pasar
  8. Psikologi Ketika Portofolio Naik 100%: Di Puncak Kemenangan, Bahaya Justru Mengintai
  9. Rasio Distress Price to Book Value: Mendeteksi Saham yang Terluka Parah atau Peluang Emas?
  10. Concealing Baby Swan, Formasi Pembalikan Bullish yang Unik

TradingView Chart - DGWG