Update: Rabu, 10 Juni 2026

DIGI

PT. Arkadia Digital Media Tbk.

Rp 31
+6.90%
Volume
2.522 lot
MA 5
31
MA 20
35
RSI
37.93
High
31
Low
31
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
5.40%
Support (10d)
29
Resistance (10d)
38
Volume Trend (10d)
-84.9%
Score
40
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-8.82 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (37.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DIGI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 37.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.40%. Area support terdekat berada di sekitar Rp29, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp38.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 29, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Permanent Portfolio: Filosofi Investasi Seumur Hidup ala Harry Browne

Seiring bertambahnya usia dan pengalaman, banyak investor mulai menyadari satu kebenaran sederhana: semakin sederhana strategi investasi, semakin besar kemungkinan Anda bertahan dalam jangka panjang. Di tengah hiruk-pikuk rekomendasi saham harian, prediksi indeks, dan analisa teknikal yang rumit, ada seorang pemikir bernama Harry Browne yang justru menawarkan pendekatan yang sangat berbeda. Pendekatan itu disebut Permanent Portfolio. Siapa Harry Browne? Harry Browne adalah seorang penulis, analis politik, dan manajer investasi asal Amerika Serikat yang populer pada tahun 1970-an hingga 2000-an. Ia dikenal karena pandangannya yang anti-kemapanan dan kemampuannya menyederhanakan konsep investasi yang kompleks. Browne mengajukan pertanyaan fundamental: *"Apa yang akan terjadi pada investasi saya jika saya tiba-tiba jatuh sakit dan tidak bisa mengelola portofolio selama 5 tahun? Atau jika terjadi peristiwa tak terduga seperti perang, inflasi gila-gilaan,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Tail Risk Hedging dengan Options: Melindungi Portofolio dari Kehancuran Ekstrem
  2. LDR (Loan to Deposit Ratio): Menakar Likuiditas dan Agresivitas Bank
  3. Ketika Suku Bunga Naik, Siapa yang Paling Terluka? Analisis Sensitivitas Beban Keuangan dalam Saham
  4. Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya
  5. Order Book: Jendela Pendapatan Masa Depan Perusahaan
  6. Take Rate: Kunci Monetisasi yang Menentukan Valuasi Saham Digital
  7. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  8. Analisis Kapitalisasi Pasar vs Total Aset: Mengungkap Diskon atau Premium yang Tidak Terlihat
  9. Mengurangi Ego: Saham Tidak Membenci Anda
  10. Rasio Net Debt to EBITDA: Mengukur Beban Utang yang Sebenarnya

TradingView Chart - DIGI