Update: Jumat, 22 Mei 2026

DIGI

PT. Arkadia Digital Media Tbk.

Rp 30
-3.23%
Volume
5.422 lot
MA 5
34
MA 20
37
RSI
35.71
High
31
Low
28

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.89%
Support (10d)
28
Resistance (10d)
45
Volume Trend (10d)
-50.8%
Score
20
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (35.7)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DIGI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 35.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.89%. Area support terdekat berada di sekitar Rp28, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp45.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 20 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 27 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Apa Itu Laba Bersih dan Laba Operasional? Panduan untuk Pemula

Dalam dunia investasi saham, Anda pasti sering mendengar istilah "laba perusahaan". Tapi tahukah Anda bahwa laba itu tidak hanya satu macam? Ada laba operasional dan ada laba bersih. Keduanya sama-sama penting, tetapi memiliki makna yang sangat berbeda. Mari kita pahami dari dasar. Mengapa Penting Memahami Jenis Laba? Sebelum membeli saham, investor ingin tahu: "Sehat tidak sih perusahaan ini?" Jawabannya terletak pada laporan laba rugi. Namun, jika Anda hanya melihat angka laba bersih tanpa memahami komponennya, Anda bisa tertipu. Contoh: Sebuah perusahaan tahun ini labanya naik 300%. Hebat? Belum tentu. Bisa jadi karena menjual anak usaha atau gedung, bukan karena bisnis utamanya membaik. Di sinilah pentingnya memahami laba operasional vs laba bersih. Apa Itu Laba Operasional? Laba Operasional adalah laba yang dihasilkan dari kegiatan utama atau...

Artikel menarik lainnya:

  1. Framing Bias: Bagaimana Cara Penyajian Informasi Mengubah Keputusan Investasi Anda
  2. Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal
  3. Psikologi Menerima Kerugian sebagai Biaya Belajar: Mengubah Luka Men Menjadi Pelajaran Berharga
  4. Renko Chart (Pola Bata) – Trading Tanpa Noise Waktu
  5. Rasio Net Debt to EBITDA: Mengukur Beban Utang yang Sebenarnya
  6. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  7. Rekening Dana Efek vs Rekening Saham: Jangan Sampai Tertukar!
  8. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish
  9. Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA: Mengungkap Beban Tersembunyi yang Sering Diabaikan Investor
  10. Upside Gap Two Crows: Pola Gagak yang Membawa Kabar Buruk bagi Harga Saham Anda

TradingView Chart - DIGI