Update: Kamis, 20 Agustus 2026

CSIS

PT. Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.

Rp 228
+5.56%
Volume
36.474 lot
MA 5
216
MA 20
195
RSI
89.39
High
232
Low
220
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.20%
Support (10d)
194
Resistance (10d)
232
Volume Trend (10d)
-20.4%
Score
70
Win Rate (30d)
63.33 %
P/L (30d)
47.10 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (89.4) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 294 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CSIS saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 89.4, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.20%. Area support terdekat berada di sekitar Rp194, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp232.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 233 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 251 - 262 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 212 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Production Cost per Ton: Metrik Paling Jujur dari Saham Tambang

Dalam dunia investasi saham tambang dan komoditas, harga saham bisa naik turun dipengaruhi sentimen global, nilai tukar, atau bahkan berita politik di negara berkembang. Namun di balik semua fluktuasi itu, ada satu metrik fundamental yang kerap menjadi pembeda antara perusahaan tambang yang bertahan lama dengan yang bangkrut saat siklus komoditas melemah: Production Cost per Ton (atau biaya produksi per ton). Metrik ini sederhana, jujur, dan tanpa basa-basi. Ia menjawab pertanyaan: Berapa uang yang harus dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan satu ton produk tambang (batubara, nikel, tembaga, bijih besi, dll.)? Apa Itu Production Cost per Ton? Production Cost per Ton adalah total biaya yang dikeluarkan perusahaan tambang untuk mengekstraksi, mengolah, dan mengirimkan satu ton produk jadi (atau konsentrat) ke titik penjualan, dibagi dengan jumlah ton yang berhasil...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengubah Pola Pikir "Saya Harus Benar" menjadi "Saya Harus Untung": Revolusi Mental dalam Trading
  2. WACC: Berapa Sebenarnya Biaya Modal Perusahaan?
  3. Rekening Dana Efek vs Rekening Saham: Jangan Sampai Tertukar!
  4. Disposisi Effect: Mengapa Kita Cepat Jual Saham Profit, tapi Tahan Saham Rugi
  5. Rebalancing Tanpa Jual Beli: Memanfaatkan Aliran Dividen untuk Menjaga Keseimbangan Portofolio
  6. NPL (Non Performing Loan): Mengukur Risiko Kredit Macet Sebelum Membeli Saham Bank
  7. Triple Top: Tiga Puncak yang Menandai Berakhirnya Tren Naik
  8. Weekly Review: Mengukur Kinerja Trading dengan Profit Factor, Win Rate, dan Average RRR
  9. Strategi Anti-Martingale: Seni Membiarkan Keuntungan Bekerja untuk Anda
  10. Right Issue Saham: Ketika Perusahaan Mengundang Pemegang Saham untuk Menambah Modal

TradingView Chart - CSIS