Update: Jumat, 22 Mei 2026

CSIS

PT. Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.

Rp 136
+5.43%
Volume
30.136 lot
MA 5
146
MA 20
173
RSI
31.37
High
150
Low
127

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.84%
Support (10d)
127
Resistance (10d)
198
Volume Trend (10d)
-31.2%
Score
40
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-11.69 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (31.4)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 2.462 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CSIS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 31.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.84%. Area support terdekat berada di sekitar Rp127, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp198.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 127, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Membangun Rencana Trading: Senjata Utama Melawan Emosi dan Kekacauan

Seorang investor membeli saham karena FOMO—melihat teman-temannya cuan besar. Tanpa rencana, ia membeli di harga puncak. Ketika harga turun, ia panik dan menjual di harga terendah. Ia rugi. Investor lain membeli saham yang sama, di waktu yang sama, dengan harga yang sama. Namun ia memiliki rencana: target profit di 20%, stop loss di 8%. Ketika harga turun 8%, ia cut loss tanpa emosi. Kerugiannya kecil. Ketika harga naik ke target, ia ambil untung. Ia konsisten untung dalam jangka panjang. Apa bedanya? Rencana trading (trading plan). Investor pertama bertindak berdasarkan emosi dan reaksi spontan. Investor kedua bertindak berdasarkan rencana yang sudah disiapkan sebelumnya, bahkan sebelum harga bergerak. Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana membangun rencana trading yang efektif, komponen apa saja yang harus ada, dan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  2. Ribuan Skenario Masa Depan: Analisis Monte Carlo untuk Proyeksi Laba dalam Investasi Saham
  3. Membaca "Tanda Tangan" Kecurangan: Analisis Fraud Detection dari Laporan Laba Rugi
  4. Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal
  5. Schiff Pitchfork – Garpu yang Lebih Landai untuk Tren yang Lembut
  6. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  7. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  8. Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus
  9. Apa Itu SID (Single Investor Identification)? Kunci untuk Memulai Investasi Saham
  10. The Spring Pattern: Harga Turun Sebentar Lalu Naik Tajam sebagai Konfirmasi Support

TradingView Chart - CSIS