Update: Jumat, 11 September 2026

LINK

PT. Link Net Tbk.

Rp 1.780
+6.91%
Volume
1.259 lot
MA 5
1.687
MA 20
1.564
RSI
77.45
High
1.905
Low
1.660
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.62%
Support (10d)
1.480
Resistance (10d)
1.905
Volume Trend (10d)
+0.9%
Score
55
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
26.69 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (77.5) - Potential correction
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -5 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LINK saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 77.5, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.62%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.480, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.905.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 1.905 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 2.096, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 1.480 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengukur Maximum Drawdown Historis: Seberapa Dalam Portofolio Anda Bisa Jatuh?

Dalam investasi saham, kita sering mendengar kalimat: "Saham itu naik turun, wajar saja." Namun, tidak semua penurunan diciptakan sama. Ada perbedaan besar antara portofolio yang turun 10% lalu pulih dalam dua bulan, dengan portofolio yang turun 50% dan butuh lima tahun untuk kembali ke titik impas. Maximum Drawdown (MDD) adalah metrik yang mengukur kerugian terbesar yang pernah dialami oleh portofolio Anda dari puncak tertinggi hingga lembah terendah, sebelum akhirnya pulih kembali ke puncak sebelumnya. Artikel ini akan membahas bagaimana mengukur, menginterpretasikan, dan menggunakan MDD untuk memahami risiko portofolio saham Anda. Apa Itu Maximum Drawdown (MDD)? Secara sederhana, Maximum Drawdown adalah jawaban atas pertanyaan: "Berapa persen kerugian terburuk yang pernah saya alami jika saya membeli di puncak tertinggi dan menjual di titik terendah?" Berbeda dengan sekadar...

Artikel menarik lainnya:

  1. Book Value vs Market Value: Dua Dunia Berbeda dalam Menilai Saham
  2. Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish
  3. Ichimoku Kinko Hyo: Awan yang Menunjukkan Support, Resistance, dan Momentum
  4. Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik
  5. Rasio Persistensi Polis: Indikator Kunci Sehat Tidaknya Lini Bisnis Asuransi bagi Investor
  6. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah
  7. Loss Aversion: Mengapa Cut Loss Terasa Lebih Sulit daripada Membeli
  8. Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)
  9. Portfolio Rebalancing: Bulanan vs Tahunan, Mana yang Lebih Menguntungkan?
  10. Ketika Pasar Menjadi Narkoba: Saham dan Gangguan Kecanduan Dopamin

TradingView Chart - LINK