Update: Kamis, 11 Juni 2026

LINK

PT. Link Net Tbk.

Rp 1.180
-4.84%
Volume
196 lot
MA 5
1.203
MA 20
1.300
RSI
47.76
High
1.350
Low
1.160
Nilai
10/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.70%
Support (10d)
1.020
Resistance (10d)
1.350
Volume Trend (10d)
-77.5%
Score
10
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-39.33 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (47.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -19 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LINK saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.70%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.020, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.350.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 969 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Distress Price to Book Value: Mendeteksi Saham yang Terluka Parah atau Peluang Emas?

Dalam dunia saham, istilah "murah" seringkali menarik perhatian. Namun, ada tingkatan "murah" yang ekstrem: ketika harga saham jatuh jauh di bawah nilai buku perusahaan. Ini disebut Distress Price to Book Value (PBV Distress) —sebuah kondisi di mana pasar seolah-olah mengatakan bahwa aset perusahaan hampir tidak berharga. Apakah ini selalu tanda bahaya? Tidak selalu. Bagi investor yang paham, rasio PBV yang sangat rendah bisa menjadi peluang kontrarian yang luar biasa. Namun bagi yang kurang teliti, ini bisa menjadi jebakan (value trap) yang menghancurkan modal. Artikel ini akan membahas apa itu distress PBV, bagaimana mengukurnya, kapan ia menjadi sinyal beli, dan kapan ia menjadi peringatan untuk lari. 1. Apa Itu Distress Price to Book Value (PBV)? Price to Book Value (PBV) adalah rasio yang membandingkan harga saham...

Artikel menarik lainnya:

  1. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan
  2. Three Inside Up & Three Inside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Harami
  3. Net Interest Margin (NIM): Barometer Utama Kinerja Saham Bank
  4. On-Neck Line, Sinyal Pembalikan yang Sering Disalahartikan
  5. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  6. Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan
  7. Ending Volume: Volume Mengecil di Akhir Tren sebagai Tanda Kelelahan
  8. Cash Conversion Cycle (CCC): Mengukur Efisiensi Arus Kas dari Hulu ke Hilir
  9. Rasio Land Bank vs Market Cap: Menemukan Developer yang Underrated
  10. Metode Volatility Weighting: Menyesuaikan Alokasi Berdasarkan Risiko Pasar

TradingView Chart - LINK