Update: Kamis, 8 Oktober 2026

MAPI

PT. Mitra Adiperkasa Tbk.

Rp 1.550
0.00%
Volume
37.366 lot
MA 5
1.525
MA 20
1.483
RSI
62.50
High
1.550
Low
1.510
Nilai
95/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.69%
Support (10d)
1.445
Resistance (10d)
1.570
Volume Trend (10d)
+41.2%
Score
95
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
3.68 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (62.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 17.981 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MAPI saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 62.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.69%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.445, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.570.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 95 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 1.550 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.783 - 1.938 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 1.473 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Overthinking vs Underthinking: Dua Ekstrem yang Sama-sama Berbahaya dalam Investasi Saham

Ada dua jenis investor yang sama-sama sering mengalami kerugian, tetapi dengan alasan yang bertolak belakang. Yang pertama adalah overthinker. Ia menghabiskan berminggu-minggu untuk menganalisis satu saham. Ia membaca puluhan laporan, membandingkan rasio keuangan hingga desimal ketiga, dan membuat proyeksi dengan skenario yang sangat rumit. Namun ketika saatnya bertindak, ia selalu ragu. Peluang lewat. Harga naik tanpa dirinya. Atau ketika ia akhirnya membeli, ia justru membeli di puncak karena terlalu banyak informasi yang membingungkannya. Yang kedua adalah underthinker. Ia membeli saham berdasarkan "firasat", rekomendasi teman, atau karena melihat harga naik dalam seminggu terakhir. Ia tidak pernah membaca laporan keuangan. Ia tidak tahu apa itu PER atau ROE. Baginya, saham adalah permainan keberuntungan. Akibatnya, ia sering membeli saham-sampah (junk stocks) dengan fundamental buruk, dan rugi besar ketika...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio PBV Antar Sektor: Mengapa Bank dan Teknologi Tidak Bisa Dibandingkan secara Langsung
  2. Three Inside Up & Three Inside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Harami
  3. Working Capital Turnover: Seberapa Efisien Perusahaan Mengelola Modal Kerja?
  4. Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik
  5. Risk Parity: Filosofi Portofolio ala Ray Dalio yang Mengutamakan Risiko, Bukan Modal
  6. Q Ratio dalam Merger dan Akuisisi: Alat Strategis Menilai Target
  7. Hook Reversal: Pola Sederhana yang Bisa Selamatkan Anda dari Jeratan Tren
  8. Tail Risk Hedging dengan Options: Melindungi Portofolio dari Kehancuran Ekstrem
  9. Gator Oscillator: Membaca Siklus "Tidur dan Makan" Alligator Bill Williams
  10. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan

TradingView Chart - MAPI