Update: Jumat, 10 Juli 2026

MAPI

PT. Mitra Adiperkasa Tbk.

Rp 1.535
+0.66%
Volume
124.508 lot
MA 5
1.524
MA 20
1.514
RSI
58.33
High
1.540
Low
1.525
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
0.53%
Support (10d)
1.510
Resistance (10d)
1.540
Volume Trend (10d)
+19.9%
Score
70
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
2.33 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (58.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -921.355 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MAPI saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 58.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.53%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.510, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.540.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 1.566 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 1.689 - 1.765 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 1.428 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Laba dari Anak Perusahaan yang Tidak Terkonsolidasi: Aset Tersembunyi atau Jebakan Akuntansi?

Dalam laporan keuangan emiten, investor sering melihat laba anak usaha yang dikonsolidasi secara penuh. Namun, ada kategori investasi yang tidak masuk ke dalam konsolidasi: anak perusahaan yang tidak terkonsolidasi. Istilah ini merujuk pada entitas di mana perusahaan induk memiliki pengaruh signifikan (20-50% kepemilikan) atau kurang, sehingga dicatat dengan metode ekuitas (equity method) atau sebagai aset keuangan biasa. Memahami pos ini penting karena bisa menjadi sumber laba tersembunyi yang tidak tercermin dalam pendapatan operasional, sekaligus potensi jebakan jika tidak dianalisis dengan benar. 1. Mengapa Anak Perusahaan Tidak Dikonsolidasi? Aturan akuntansi (PSAK/IFRS) menyatakan bahwa konsolidasi hanya wajib jika induk memiliki pengendalian (biasanya >50% saham). Jika kepemilikan antara 20-50%, biasanya dicatat dengan metode ekuitas. Jika kurang dari 20%, dicatat sebagai aset keuangan (instrumen ekuitas) dengan nilai wajar atau...

Artikel menarik lainnya:

  1. Psikologi Ketika Portofolio Naik 100%: Di Puncak Kemenangan, Bahaya Justru Mengintai
  2. Dua Wajah Riset: Membandingkan Kapitalisasi vs Beban Langsung R&D dalam Analisis Saham
  3. Efek Diderot di Portofolio Saham: Ketika Satu Perubahan Memicu Rantai Keputusan Buruk
  4. Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian
  5. The Outside Bar: Mirip Engulfing tapi dalam Konteks Swing Trading
  6. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  7. Stick Sandwich: Pola Roti Lapis yang Menandakan Pembalikan Harga
  8. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas
  9. AISC: Metrik Paling Jujur di Laporan Keuangan Tambang
  10. Core Portfolio: Kombinasi Saham Blue Chip dan Obligasi untuk Fondasi Investasi yang Kokoh

TradingView Chart - MAPI