Update: Jumat, 23 Oktober 2026

MAPI

PT. Mitra Adiperkasa Tbk.

Rp 1.390
0.00%
Volume
27.485 lot
MA 5
1.318
MA 20
1.458
RSI
44.62
High
1.430
Low
1.375
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.01%
Support (10d)
1.190
Resistance (10d)
1.575
Volume Trend (10d)
-40.2%
Score
30
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
4.91 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (44.6)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -23.131 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MAPI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 44.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.01%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.190, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.575.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.131 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Bahaya Overtrading Akibat Boredom: Ketika Pasar Sepi, Trader Membuat Kesalahan Sendiri

Tidak semua bahaya dalam trading datang dari pasar yang bergerak liar. Justru sebaliknya, kadang-kadang bahaya terbesar datang dari pasar yang tidak bergerak sama sekali. Pasar sideways. Harga bergerak sempit naik turun 0,5 persen. Tidak ada breakout. Tidak ada setup yang jelas. Volume tipis. Hari terasa berjalan lambat. Menit terasa seperti jam. Layar terasa membosankan. Dan di situlah masalah dimulai. Trader yang bosan mulai "mencari-cari kesibukan." Membuka posisi kecil di saham yang tidak direncanakan. Melakukan transaksi hanya karena ingin "merasakan" pasar. Membeli dan menjual saham yang sama beberapa kali dalam sehari tanpa alasan analitis yang jelas. Inilah yang disebut overtrading akibat boredom—trading berlebihan bukan karena peluang bagus, tetapi karena kebosanan. Ini adalah salah satu penyebab kerugian trader ritel yang paling tidak disadari. Tidak dramatis seperti revenge...

Artikel menarik lainnya:

  1. Kenali Diri Sendiri: Perbedaan Portofolio Agresif, Moderat, dan Konservatif
  2. Combined Ratio: Tolok Ukur Sejati Profitabilitas Asuransi Umum
  3. Rasio EV terhadap Unit Terjual (EV/Unit): Pendekatan Unik Menilai Saham Berbasis Fisik
  4. Rasio ROE (Return on Equity) untuk Screening Saham
  5. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  6. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  7. Ease of Movement (EMV) – Mengukur Kemudahan Harga Bergerak
  8. Rasio Buyback Yield: Saat Perusahaan Menjadi Pembeli Saham Paling Setia
  9. Ladder Bottom: Pola Tangga yang Membawa Harga Naik dari Jurang
  10. Memahami Pola Doji: Sinyal Netral yang Bisa Menjadi Pembalik Tren

TradingView Chart - MAPI