Update: Senin, 6 Juli 2026

IFII

PT. Indonesia Fibreboard Industry Tbk.

Rp 218
+4.81%
Volume
2.536 lot
MA 5
209
MA 20
215
RSI
44.44
High
220
Low
208
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.53%
Support (10d)
200
Resistance (10d)
222
Volume Trend (10d)
-52.4%
Score
60
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-1.80 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (44.4)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 3 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IFII saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 44.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.53%. Area support terdekat berada di sekitar Rp200, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp222.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 222 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 240 - 251 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 203 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Valuasi Saham Perkebunan dengan Harga CPO: Mengikuti Irama Komoditas

Di antara berbagai sektor yang ada di bursa saham, sektor perkebunan memiliki karakteristik yang paling unik dan, boleh dibilang, paling "dramatis". Kinerja perusahaan perkebunan, terutama kelapa sawit, sangat ditentukan oleh satu variabel kunci yang berada di luar kendali manajemen: Harga CPO (Crude Palm Oil) atau harga minyak sawit mentah di pasar global. Ketika harga CPO melambung, laba perusahaan perkebunan ikut terdongkrak, harga saham pun meroket. Ketika harga CPO anjlok, laba tergerus, dan harga saham pun ikut terperosok. Fluktuasi ini bisa sangat ekstrem, menciptakan peluang besar sekaligus risiko besar bagi investor. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana melakukan valuasi saham perkebunan dengan menggunakan harga CPO sebagai variabel sentral. Anda akan mempelajari metode-metode praktis, indikator kunci, serta strategi untuk memanfaatkan siklus komoditas ini. Mengapa Harga CPO...

Artikel menarik lainnya:

  1. Fixed Asset Turnover: Seberapa Produktif Pabrik Anda?
  2. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak
  3. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing
  4. Price to Cash Flow (P/CF): Pelengkap yang Jujur dari PER
  5. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga
  6. Mengenal Pola Bullish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  7. Net Current Asset Value (NCAV): Strategi "Saham Murni" ala Benjamin Graham
  8. Momentum (MOM): Indikator Paling Sederhana untuk Mengukur Kecepatan Harga
  9. Three Inside Up & Three Inside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Harami
  10. Head and Shoulders (H&S): Raja dari Semua Pola Pembalikan

TradingView Chart - IFII