Update: Kamis, 20 Agustus 2026

SOFA

PT. Solusi Environment Asia Tbk.

Rp 328
+8.61%
Volume
59.790 lot
MA 5
284
MA 20
244
RSI
74.58
High
332
Low
290
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
4.28%
Support (10d)
222
Resistance (10d)
332
Volume Trend (10d)
+37.2%
Score
80
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
47.75 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (74.6) - Potential correction
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 396 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SOFA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 74.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.28%. Area support terdekat berada di sekitar Rp222, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp332.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 328 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 377 - 410 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 312 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Lump Sum vs DCA: Mana Lebih Unggul? Perdebatan Klasik yang Wajib Dipahami Investor

Anda baru saja mendapat bonus tahunan atau menjual aset senilai ratusan juta rupiah. Dana itu ingin diinvestasikan ke saham. Pertanyaan yang langsung muncul: Masukkan semua sekarang (lump sum) atau dicicil bertahap (DCA)? Perdebatan antara Lump Sum dan Dollar Cost Averaging (DCA) adalah salah satu diskusi paling klasik di dunia investasi. Kedua kubu memiliki argumen kuat. Mari bedah tuntas, sehingga Anda bisa memutuskan berdasarkan data dan profil risiko, bukan sekadar firasat. Definisi Singkat Lump Sum: Menginvestasikan seluruh dana yang tersedia sekaligus saat ini juga. DCA (Dollar Cost Averaging): Memecah dana tersebut menjadi beberapa bagian dan menginvestasikannya secara berkala (misalnya bulanan) dalam jangka waktu tertentu, terlepas dari kondisi pasar. Tinjauan Data: Apa Kata Riset? Berbagai penelitian dari lembaga keuangan ternama (termasuk Vanguard dan Fidelity) dengan jangka waktu...

Artikel menarik lainnya:

  1. Book Building dan Masa Penawaran IPO: Cara Menentukan Harga Saham Perdana
  2. Belt Hold: Candlestik Pembukaan di Harga Tertinggi atau Terendah
  3. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  4. Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA: Mengungkap Beban Tersembunyi yang Sering Diabaikan Investor
  5. PER Forward vs Trailing: Mana yang Lebih Akurat Menilai Saham?
  6. Rickshaw Man: Doji Berekor Panjang yang Sarat Sinyal
  7. Pengaruh Siklus Tidur terhadap Keputusan Trading: Ketika Kantuk Menghancurkan Portofolio
  8. Menghadapi Opini Keluarga yang Meragukan Saham: Antara Nasihat dan Tekanan
  9. Rasio Price to Sales (P/S): Penyelamat Saat Perusahaan Rugi
  10. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga

TradingView Chart - SOFA