Update: Jumat, 22 Mei 2026

EMDE

PT. Megapolitan Developments Tbk.

Rp 66
+3.13%
Volume
16.101 lot
MA 5
68
MA 20
77
RSI
28.95
High
66
Low
60

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.49%
Support (10d)
60
Resistance (10d)
87
Volume Trend (10d)
-12.6%
Score
55
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-5.71 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (29.0) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 4.374 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham EMDE saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 29.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.49%. Area support terdekat berada di sekitar Rp60, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp87.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 87 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 96, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 60 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Efek Ilusi Kontrol: Ketika Anda Berpikir Grafik Dapat Mengendalikan Pasar

Seorang trader duduk di depan layar komputernya. Ia memiliki tiga monitor yang dipenuhi dengan grafik harga saham, indikator teknikal, dan order book. Jarinya siap di atas keyboard. Ia melihat pola "head and shoulders" terbentuk. Ia segera mengambil posisi sell. Ia yakin, dengan analisis teknikal yang "sempurna", ia bisa memprediksi pergerakan harga. Ia merasa mengendalikan situasi. Tiba-tiba, bank sentral mengumumkan kebijakan suku bunga yang tidak terduga. Pasar berbalik arah dalam hitungan detik. Semua analisisnya menjadi tidak berarti. Ia mengalami kerugian besar. Namun, keesokan harinya, ia kembali ke pola yang sama. Membuka grafik yang sama. Memasang indikator yang sama. Merasa "kali ini saya bisa mengendalikannya". Inilah efek ilusi kontrol (illusion of control)—keyakinan keliru bahwa kita dapat mengendalikan atau mempengaruhi hasil dari suatu peristiwa yang sebenarnya sebagian besar...

Artikel menarik lainnya:

  1. Memahami IHSG: Barometer Kesehatan Pasar Modal Indonesia
  2. Core-Satellite Portfolio: Strategi Cerdas Memadukan Stabilitas dan Pertumbuhan
  3. Order Book: Jendela Pendapatan Masa Depan Perusahaan
  4. 2P Reserve: Kunci Menilai Nilai Sesungguhnya Saham Migas
  5. Momentum (MOM): Indikator Paling Sederhana untuk Mengukur Kecepatan Harga
  6. Thrusting Pattern, Sinyal Kelanjutan yang Sering Disangka Pembalikan
  7. Rasio Persistensi Polis: Indikator Kunci Sehat Tidaknya Lini Bisnis Asuransi bagi Investor
  8. Goodwill & Intangible Asset: Aset Tak Terlihat yang Bisa Menjebak Investor
  9. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  10. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah

TradingView Chart - EMDE