Update: Senin, 6 Juli 2026

PSSI

PT. IMC Pelita Logistik Tbk.

Rp 276
+2.22%
Volume
3.657 lot
MA 5
276
MA 20
284
RSI
41.86
High
278
Low
270
Nilai
25/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.21%
Support (10d)
268
Resistance (10d)
328
Volume Trend (10d)
-73.8%
Score
25
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-11.54 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (41.9)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -553 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PSSI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 41.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.21%. Area support terdekat berada di sekitar Rp268, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp328.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 255 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Menilai Masa Depan Tanpa Angka Kini: Panduan Valuasi Perusahaan yang Belum Profit

Sebut saja Gojek, Tokopedia, Traveloka, atau perusahaan rintisan teknologi lainnya sebelum merger dan akuisisi. Selama bertahun-tahun, mereka melaporkan kerugian besar—miliaran dolar menguap setiap kuartal. Namun investor ventura, private equity, dan bahkan investor publik di bursa saham (melalui listing di luar negeri) tetap berlomba-lomba menanamkan modal dengan valuasi puluhan miliar dolar. Mengapa? Karena mereka tidak menilai laba saat ini, melainkan potensi laba masa depan. Di bursa saham Indonesia, kita juga mulai melihat fenomena serupa. Emiten-emiten teknologi, digital, atau rintisan yang melantai di IDX seringkali masih dalam fase pertumbuhan tinggi tetapi belum profit. Saham mereka diperdagangkan, dan investor harus menentukan apakah harga tersebut mahal atau murah—tanpa EPS (earning per share) yang positif. Artikel ini akan membahas secara komprehensif metode-metode valuasi untuk perusahaan yang belum profit, mulai dari...

Artikel menarik lainnya:

  1. Risk Based Capital (RBC): Alat Ukur Ketahanan Finansial Emiten Asuransi
  2. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  3. Mengendalikan Emosi saat Pasar Crash: Tetap Hidup saat Semua Orang Panik
  4. Ease of Movement (EMV) – Mengukur Kemudahan Harga Bergerak
  5. Dunning-Kruger Effect: Ketika Investor Pemula Merasa Paling Pintar di Pasar Saham
  6. In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra
  7. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish
  8. Gross Transaction Value (GTV): Mengukur Skala Riil Bisnis Digital
  9. Analisis Final: Fundamental vs Harga Pasar – Ketika Realitas Bertemu Persepsi
  10. Rasio BOPO: Mengukur Efisiensi Operasional Bank Sebelum Membeli Sahamnya

TradingView Chart - PSSI