Update: Rabu, 10 Juni 2026

MLPT

PT. Multipolar Technology Tbk.

Rp 18.000
+20.00%
Volume
415 lot
MA 5
14.945
MA 20
18.695
RSI
44.69
High
18.000
Low
15.325
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
5.88%
Support (10d)
12.000
Resistance (10d)
20.200
Volume Trend (10d)
-40.3%
Score
60
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-30.23 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (44.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 54 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MLPT saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 44.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.88%. Area support terdekat berada di sekitar Rp12.000, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp20.200.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 18.360 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 19.800 - 20.700 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 16.740 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengenal Kelas Saham: Perbedaan Blue Chip, Second Liner, dan Gorengan

Di pasar modal Indonesia, para investor sering membagi saham ke dalam tiga kategori populer: Blue Chip, Second Liner, dan Gorengan. Ketiga istilah ini bukanlah istilah resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), melainkan sebutan umum yang berkembang di kalangan pelaku pasar. Memahami perbedaan ketiganya akan sangat membantu Anda menyusun strategi investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda. Artikel ini akan mengupas tuntas karakteristik, kelebihan, kekurangan, serta contoh masing-masing kategori. Apa Itu Saham Blue Chip? Saham Blue Chip adalah saham milik perusahaan-perusahaan terbesar, paling mapan, dan paling terpercaya di bursa efek. Istilah "Blue Chip" sendiri diambil dari permainan poker, di mana chip biru memiliki nilai tertinggi. Dalam dunia saham, blue chip adalah yang terbaik dari yang terbaik. Karakteristik Saham Blue Chip Kapitalisasi Pasar Raksasa:...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mental Accounting: Bahaya Memisahkan Uang Berdasarkan "Label" yang Tidak Rasional
  2. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  3. Monte Carlo Simulation untuk Risiko Portofolio: Melihat Ribuan Kemungkinan Masa Depan
  4. Chevron Pattern: Pola V Terbalik Berulang yang Jarang Dibahas
  5. Gann Emblem: Simbol Harmoni Harga dan Waktu
  6. Head and Shoulders (H&S): Raja dari Semua Pola Pembalikan
  7. Beyond the Balance Sheet: Menilai Ekuitas di Balik Aset Tak Berwujud
  8. Strategi Barbell: Keseimbangan Ekstrem untuk Hasil Optimal
  9. Membangun Jurnal Trading Harian: Senjata Rahasia Trader Profesional
  10. Book Building dan Masa Penawaran IPO: Cara Menentukan Harga Saham Perdana

TradingView Chart - MLPT