Update: Jumat, 22 Mei 2026

CARS

PT. Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk.

Rp 83
0.00%
Volume
88.483 lot
MA 5
86
MA 20
92
RSI
21.05
High
85
Low
76

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.65%
Support (10d)
75
Resistance (10d)
104
Volume Trend (10d)
+42.7%
Score
35
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-12.63 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (21.1) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -164 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CARS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 21.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.65%. Area support terdekat berada di sekitar Rp75, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp104.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 71 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Value Averaging (VA): Strategi Cerdas Memaksimalkan Keuntungan Saat Pasar Turun

Jika Anda sudah mengenal Dollar Cost Averaging (DCA) sebagai strategi investasi rutin dengan nominal tetap, maka Value Averaging (VA) adalah versi yang lebih dinamis dan ambisius. VA tidak hanya meminta Anda disiplin, tetapi juga memaksa Anda membeli lebih banyak saat harga murah, dan membeli lebih sedikit (atau bahkan menjual) saat harga mahal. Apa Itu Value Averaging? Value Averaging adalah strategi investasi jangka panjang yang dikembangkan oleh Michael Edleson. Alih-alih menyetor uang dalam jumlah tetap setiap periode (seperti DCA), Anda menargetkan nilai portofolio harus bertambah dalam jumlah tetap setiap periode. Dengan kata lain, Anda menentukan pertumbuhan nilai portofolio yang ingin dicapai setiap bulan/kuartal, lalu menyesuaikan besarnya investasi berdasarkan kinerja pasar sebelumnya. Perbedaan Mendasar: DCA vs VA Aspek Dollar Cost Averaging (DCA) Value Averaging (VA) Setoran tiap...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Bollinger Bands: Squeeze, Walking the Band, dan Double Bottom di Lower Band
  2. All Weather Portfolio: Solusi Investasi Sepanjang Musim untuk Investor Pasif
  3. Apa Itu Lot Saham dan Minimum Trading Saham? Panduan Dasar untuk Investor Pemula
  4. Rising Three Methods: Konsolidasi di Tengah Kenaikan yang Menjanjikan
  5. Mengendalikan Emosi saat Pasar Crash: Tetap Hidup saat Semua Orang Panik
  6. Fibonacci Time Zone – Kapan Waktu yang Tepat untuk Pergerakan Besar?
  7. Analisis Piotroski F-Score untuk Pemula: Menyaring Saham Value yang Berkualitas
  8. Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar
  9. Apa Itu Market Cap? Memahami Kapitalisasi Pasar dengan Cara Sederhana
  10. Cara Analisis Prospektus Sebelum Beli Saham IPO: Jangan Hanya Ikut-ikutan!

TradingView Chart - CARS