Update: Jumat, 22 Mei 2026

ERAA

PT. Erajaya Swasembada Tbk.

Rp 372
+3.33%
Volume
170.940 lot
MA 5
371
MA 20
398
RSI
22.50
High
372
Low
352

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.22%
Support (10d)
352
Resistance (10d)
416
Volume Trend (10d)
-33.8%
Score
50
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-0.53 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (22.5) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -86.682 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ERAA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 22.5, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.22%. Area support terdekat berada di sekitar Rp352, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp416.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 352, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Memahami Rasio Shiller PER (CAPE): Apakah Pasar Saham Saat Ini Terlalu Mahal?

Dalam dunia investasi saham, salah satu pertanyaan terbesar yang selalu muncul adalah: “Apakah sekarang waktu yang tepat untuk membeli, atau harga sudah terlalu tinggi?” Para investor fundamental biasanya menggunakan rasio Price to Earnings (PER) standar untuk menjawabnya. Namun, metrik ini memiliki kelemahan, terutama karena laba perusahaan bisa sangat fluktuatif akibat siklus ekonomi. Di sinilah Rasio Shiller PER, atau yang lebih dikenal dengan CAPE (Cyclically Adjusted Price-to-Earnings Ratio), berperan. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu CAPE, bagaimana cara kerjanya, serta kelebihan dan kekurangannya. Apa itu Rasio Shiller PER (CAPE)? Rasio Shiller PER dikembangkan oleh peraih Nobel Ekonomi, Robert Shiller. Berbeda dengan PER biasa yang hanya membandingkan harga saham dengan laba per saham (EPS) satu tahun terakhir, CAPE membandingkan harga saham dengan rata-rata laba inflasi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Price to Cash Flow (P/CF): Pelengkap yang Jujur dari PER
  2. Gann Hexagon: Geometri Segi Enam untuk Support dan Resistance Pasar
  3. Dark Cloud Cover: Pola Awan Gelap yang Menandakan Pembalikan Bearish
  4. Three Inside Up & Three Inside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Harami
  5. Standar Emas Investasi: Memahami Model Portofolio 60/40 (Saham vs Pendapatan Tetap)
  6. Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem
  7. Ketika Keajaiban Menjadi Bencana: Memahami Rasio Extraordinary Items terhadap Laba
  8. Waktu Trading: Pre-opening, Regular, Pre-closing – Panduan Lengkap untuk Pemula
  9. Confirmation Bias: Bahaya Hanya Mencari Bukti yang Membenarkan Diri Sendiri
  10. LBO (Leveraged Buyout) Valuation: Menilai Saham dari Perspektif Pembeli dengan Utang Besar

TradingView Chart - ERAA