Update: Senin, 5 Oktober 2026

ERAA

PT. Erajaya Swasembada Tbk.

Rp 620
+3.33%
Volume
602.633 lot
MA 5
601
MA 20
604
RSI
56.00
High
620
Low
590
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.41%
Support (10d)
575
Resistance (10d)
630
Volume Trend (10d)
-45.5%
Score
40
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
29.71 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (56.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -12.379 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ERAA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 56.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.41%. Area support terdekat berada di sekitar Rp575, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp630.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 575, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengenal Aroon: Menangkap Momentum dengan Crossover Aroon Up dan Aroon Down

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar indikator dirancang untuk mengikuti harga atau mengukur momentum setelah pergerakan terjadi. Namun, ada satu indikator yang unik karena ia mengukur berapa lama harga telah mencapai titik tertinggi atau terendah dalam periode tertentu. Indikator itu adalah Aroon. Aroon dikembangkan oleh Tushar Chande pada tahun 1995. Nama "Aroon" berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "fajar" atau "awal dari sesuatu". Nama ini dipilih karena indikator ini dirancang untuk mendeteksi awal dari sebuah tren baru – seperti fajar yang menandai awal dari hari baru. Aroon berbeda dari indikator lain karena ia tidak menggunakan harga penutupan (close) secara langsung. Ia hanya menghitung berapa lama sejak harga mencapai titik tertinggi (high) dan titik terendah (low) dalam periode tertentu. Semakin baru titik ekstrem tersebut, semakin...

Artikel menarik lainnya:

  1. Memahami Pola Tweezer Bottom: Sinyal Pembalikan Harga dari Dua Candlestick
  2. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan
  3. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  4. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  5. Rasio Pengeluaran Riset & Pengembangan (R&D): Mengukur Masa Depan di Balik Beban Akuntansi
  6. Mat Hold: Pola Kelanjutan Tren Paling Kuat yang Jarang Diketahui
  7. Rasio Price to Sales (P/S): Penyelamat Saat Perusahaan Rugi
  8. Rasio Inventory Turnover: Mengukur Efisiensi Persediaan Perusahaan
  9. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  10. Mengenal Pola Bearish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham

TradingView Chart - ERAA