Update: Senin, 6 Juli 2026

ERAA

PT. Erajaya Swasembada Tbk.

Rp 366
0.00%
Volume
222.665 lot
MA 5
362
MA 20
361
RSI
41.18
High
372
Low
362
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.02%
Support (10d)
346
Resistance (10d)
372
Volume Trend (10d)
+35.4%
Score
65
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-0.54 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (41.2)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -61.688 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ERAA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 41.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.02%. Area support terdekat berada di sekitar Rp346, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp372.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 373 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 403 - 421 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 340 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Dunning-Kruger Effect: Ketika Investor Pemula Merasa Paling Pintar di Pasar Saham

Seorang teman baru pertama kali membeli saham dua minggu lalu. Ia mendapat profit 20% dalam waktu singkat. Sekarang ia merasa sudah "menguasai pasar". Ia memberi rekomendasi saham ke semua orang, yakin dengan analisisnya yang sederhana, dan menganggap investor lama yang lebih konservatif sebagai "ketinggalan zaman" atau "kurang berani". Di sisi lain, seorang investor dengan pengalaman 15 tahun tampak lebih hati-hati. Ia jarang bicara dengan penuh keyakinan. Setiap rekomendasi selalu dibumbui disclaimer tentang risiko. Ia mengakui bahwa banyak hal yang masih tidak ia pahami tentang pasar. Siapa yang lebih kompeten secara objektif? Investor pemula yang baru dua minggu, atau investor senior yang 15 tahun? Jawabannya jelas: investor senior tentu lebih kompeten. Namun ironinya, investor pemula itulah yang lebih percaya diri. Ia berada di puncak gunung kebodohan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Aktiva Lancar vs Aktiva Tetap: Memahami Struktur Aset Perusahaan
  2. Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory
  3. Rectangle: Kotak Konsolidasi yang Menentukan Arah Tren Berikutnya
  4. Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci
  5. PER Ideal untuk Saham Consumer Goods: Berapa Batas Wajar Membeli?
  6. Framing Bias: Bagaimana Cara Penyajian Informasi Mengubah Keputusan Investasi Anda
  7. Ketika Aset Fisik Hampir Tidak Ada: Memahami Rasio P/TBV untuk Perusahaan Teknologi
  8. Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish
  9. Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal
  10. Anchoring Bias: Bahaya Terpaku pada Harga Beli atau Harga Tertinggi

TradingView Chart - ERAA