Update: Senin, 6 Juli 2026

ESSA

PT. ESSA Industries Indonesia Tbk.

Rp 540
0.00%
Volume
263.856 lot
MA 5
536
MA 20
600
RSI
36.84
High
545
Low
530
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.37%
Support (10d)
505
Resistance (10d)
670
Volume Trend (10d)
-39.2%
Score
55
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-26.03 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (36.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 46.716 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ESSA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 36.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.37%. Area support terdekat berada di sekitar Rp505, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp670.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 670 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 737, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 505 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Price to User: Senjata Rahasia Menilai Saham Teknologi yang Belum Untung

Dalam dunia saham, sektor teknologi selalu memiliki daya tarik tersendiri. Pertumbuhan eksponensial, inovasi yang mengganggu, dan kisah sukses perusahaan seperti Amazon, Google, atau Shopee membuat banyak investor tergiur. Namun, ada satu masalah besar yang sering dihadapi investor saham teknologi: bagaimana menilai perusahaan yang belum menghasilkan laba? Di sinilah rasio Price to User (atau sering disebut Price per User) menjadi salah satu alat valuasi paling populer untuk saham teknologi, terutama untuk perusahaan digital dengan basis pengguna yang besar tetapi masih dalam fase investasi berat. Artikel ini akan membahas secara tuntas apa itu Price to User, kapan rasio ini relevan, batasan-batasannya, serta cara menggunakannya sebagai bagian dari analisis saham teknologi Anda. Apa Itu Price to User? Price to User adalah rasio valuasi yang membandingkan nilai pasar perusahaan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Williams %R: Satu Langkah Menuju Overbought dan Oversold
  2. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  3. Saham Bonus untuk Bos, Risiko untuk Investor?: Memahami Rasio Pembayaran Berbasis Saham
  4. Payback Period: Seberapa Cepat Investasi Anda Kembali?
  5. Sustainable Growth Rate (SGR): Seberapa Cepat Perusahaan Bisa Tumbuh Tanpa Utang Baru?
  6. Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian
  7. Conditional VaR (CVaR) atau Expected Shortfall: Mengukur Sisi Buruk dari Kerugian Ekstrem
  8. Margin Trading: Kelebihan dan Bahaya yang Wajib Diketahui Investor
  9. Menggunakan Correlation Matrix untuk Membangun Portofolio Saham yang Tangguh
  10. Unbilled Revenue: Jendela Menuju Pendapatan Masa Depan Konstruksi

TradingView Chart - ESSA