Update: Jumat, 10 Juli 2026

FOLK

PT. Multi Garam Utama Tbk.

Rp 197
0.00%
Volume
30.120 lot
MA 5
200
MA 20
195
RSI
62.32
High
199
Low
194
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
5.42%
Support (10d)
162
Resistance (10d)
232
Volume Trend (10d)
-5.0%
Score
50
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-10.45 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (62.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.990 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham FOLK saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 62.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.42%. Area support terdekat berada di sekitar Rp162, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp232.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 162, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Regret Aversion: Ketika Ketakutan Akan Penyesalan Melumpuhkan Keputusan Investasi Anda

Seorang investor telah mengamati harga saham PT Teknologi selama tiga bulan. Ia yakin secara fundamental saham ini bagus. Ia sudah siap membeli. Tapi ia tidak jadi membeli. "Mungkin lebih baik tunggu koreksi dulu," pikirnya. Minggu berlalu. Harga terus naik. Ia masih menunggu. Harga naik lagi. Ia tidak pernah membeli. Enam bulan kemudian, saham tersebut telah naik 80%. Investor itu hanya bisa menyesal. "Seharusnya saya beli dulu," keluhnya. Di lain waktu, investor yang sama memiliki saham yang sudah turun 15% dari harga belinya. Ia tahu secara analisis bahwa sebaiknya cut loss. Tapi ia tidak melakukannya. "Bagaimana kalau saya jual, lalu harganya naik lagi? Saya akan menyesal seumur hidup," pikirnya. Ia mempertahankan saham tersebut. Harga terus turun hingga 50%. Kini kerugiannya sudah terlalu besar untuk dipotong. Inilah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Nilai yang Sesungguhnya: Menguak Arti Tangible Book Value per Share dalam Analisis Saham
  2. Average Down dan Average Up: Kapan Strategi Ini Tepat Digunakan?
  3. Permanent Portfolio: Filosofi Investasi Seumur Hidup ala Harry Browne
  4. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak
  5. Dividend Yield vs Dividend Payout Ratio: Mana yang Lebih Penting?
  6. Upside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bullish yang Jarang Dikenal
  7. Mengidentifikasi Black Swan Risk: Melindungi Portofolio dari Peristiwa Langka yang Dahsyat
  8. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  9. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  10. TRIX: Triple Smoothed EMA untuk Menyaring Noise Pasar

TradingView Chart - FOLK