Update: Rabu, 10 Juni 2026

ITIC

PT. Indonesian Tobacco Tbk.

Rp 191
+0.53%
Volume
1.283 lot
MA 5
189
MA 20
223
RSI
21.65
High
200
Low
185
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.78%
Support (10d)
167
Resistance (10d)
232
Volume Trend (10d)
-63.9%
Score
50
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-26.54 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (21.7) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -100 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ITIC saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 21.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.78%. Area support terdekat berada di sekitar Rp167, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp232.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 167, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross

Dalam analisis teknikal, salah satu momen paling menegangkan adalah ketika harga menembus level support atau resistance yang penting. Apakah ini awal dari tren baru, atau hanya jebakan (false breakout)? Joe Ross, trader legendaris yang juga mengembangkan The 1-2-3 Pattern, memiliki jawabannya: The 2B Pattern. Pola 2B adalah salah satu kontribusi paling berharga dari Joe Ross. Nama "2B" berasal dari "2nd Breakout" atau "Breakout Failure"—menggambarkan situasi di mana harga mencoba menembus level tertinggi atau terendah sebelumnya (breakout) tetapi gagal bertahan, kemudian berbalik arah dengan cepat. Bagi trader yang ingin menghindari jebakan breakout dan justru memanfaatkannya untuk entry di awal pembalikan, The 2B Pattern adalah alat yang sangat efektif. Karakteristik The 2B Pattern The 2B Pattern adalah pola reversal yang terjadi ketika harga sejenak menembus level...

Artikel menarik lainnya:

  1. Fed Model: Menilai Wajar Tidaknya Pasar Saham dengan Membandingkan Imbal Hasil
  2. Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik
  3. Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem
  4. Ladder Bottom: Pola Tangga yang Membawa Harga Naik dari Jurang
  5. Arus Kas Operasi, Investasi, dan Pendanaan: Memahami Laporan Arus Kas
  6. Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren
  7. Rasio Pengeluaran Riset & Pengembangan (R&D): Mengukur Masa Depan di Balik Beban Akuntansi
  8. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah
  9. Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi
  10. Zig Zag – Menghilangkan Noise, Melihat Struktur dengan Lebih Jelas

TradingView Chart - ITIC