Update: Rabu, 9 September 2026

ITIC

PT. Indonesian Tobacco Tbk.

Rp 228
0.00%
Volume
2.882 lot
MA 5
227
MA 20
226
RSI
50.00
High
232
Low
228
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.19%
Support (10d)
220
Resistance (10d)
238
Volume Trend (10d)
-22.3%
Score
70
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
5.56 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -148 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ITIC saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.19%. Area support terdekat berada di sekitar Rp220, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp238.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 233 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 251 - 262 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 212 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Memahami Rasio LTV (Loan to Value) untuk Analisis Perusahaan Keuangan

Dalam dunia saham, terutama ketika menganalisis emiten sektor keuangan seperti bank, perusahaan pembiayaan, atau multifinance, para investor sering kali berfokus pada rasio likuiditas dan profitabilitas. Namun, ada satu rasio yang sangat krusial namun kerap luput dari perhatian: Loan to Value (LTV). Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu rasio LTV, bagaimana cara kerjanya, serta mengapa rasio ini menjadi salah satu indikator risiko terpenting dalam menilai kesehatan perusahaan keuangan. Apa Itu Rasio LTV? Secara sederhana, Loan to Value (LTV) adalah rasio yang membandingkan jumlah pinjaman yang diberikan dengan nilai agunan (jaminan) yang digunakan oleh debitur. Rumus dasarnya adalah: LTV = (Jumlah Pinjaman / Nilai Agunan) x 100% Contoh: Jika sebuah perusahaan pembiayaan memberikan pinjaman sebesar Rp70 juta untuk pembelian mobil seharga Rp100 juta, maka rasio LTV...

Artikel menarik lainnya:

  1. Stick Sandwich: Pola Roti Lapis yang Menandakan Pembalikan Harga
  2. The Hook Pattern: Versi Lain dari Hook Reversal dalam Sistem Joe Ross
  3. Cara Analisis Prospektus Sebelum Beli Saham IPO: Jangan Hanya Ikut-ikutan!
  4. Mengendalikan Emosi saat Pasar Crash: Tetap Hidup saat Semua Orang Panik
  5. Valuasi Saham Properti dengan RNAV: Menggali Nilai Tersembunyi di Balik Lahan dan Proyek
  6. Pengertian Waktu T+2 Settlement Saham: Kapan Dana dan Saham Benar-benar Berpindah?
  7. ROA vs ROE: Memahami Dua Ukuran Profitabilitas yang Sering Tertukar
  8. Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib
  9. Klinger Oscillator – Volume yang Berbicara dalam Dua Arah
  10. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan

TradingView Chart - ITIC