Update: Jumat, 22 Mei 2026

GDST

PT. Gunawan Dianjaya Steel Tbk.

Rp 87
0.00%
Volume
13.768 lot
MA 5
91
MA 20
100
RSI
6.25
High
89
Low
84

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.99%
Support (10d)
84
Resistance (10d)
105
Volume Trend (10d)
-91.7%
Score
55
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-13.86 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (6.3) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 264 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GDST saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 6.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.99%. Area support terdekat berada di sekitar Rp84, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp105.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 105 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 116, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 84 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Dunning-Kruger Effect: Ketika Investor Pemula Merasa Paling Pintar di Pasar Saham

Seorang teman baru pertama kali membeli saham dua minggu lalu. Ia mendapat profit 20% dalam waktu singkat. Sekarang ia merasa sudah "menguasai pasar". Ia memberi rekomendasi saham ke semua orang, yakin dengan analisisnya yang sederhana, dan menganggap investor lama yang lebih konservatif sebagai "ketinggalan zaman" atau "kurang berani". Di sisi lain, seorang investor dengan pengalaman 15 tahun tampak lebih hati-hati. Ia jarang bicara dengan penuh keyakinan. Setiap rekomendasi selalu dibumbui disclaimer tentang risiko. Ia mengakui bahwa banyak hal yang masih tidak ia pahami tentang pasar. Siapa yang lebih kompeten secara objektif? Investor pemula yang baru dua minggu, atau investor senior yang 15 tahun? Jawabannya jelas: investor senior tentu lebih kompeten. Namun ironinya, investor pemula itulah yang lebih percaya diri. Ia berada di puncak gunung kebodohan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Membangun Rencana Trading: Senjata Utama Melawan Emosi dan Kekacauan
  2. TRIX: Triple Smoothed EMA untuk Menyaring Noise Pasar
  3. Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)
  4. Fixed Asset Turnover: Seberapa Produktif Pabrik Anda?
  5. Mengurangi Ego: Saham Tidak Membenci Anda
  6. Rasio Land Bank vs Market Cap: Menemukan Developer yang Underrated
  7. Pengertian Pendapatan vs Laba: Jangan Tertukar!
  8. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  9. Right Issue Saham: Ketika Perusahaan Mengundang Pemegang Saham untuk Menambah Modal
  10. Stalled Pattern: Pola Tiga Candlestick Peringatan Dini Harga Akan Terjun Bebas

TradingView Chart - GDST