Update: Jumat, 14 Agustus 2026

GDST

PT. Gunawan Dianjaya Steel Tbk.

Rp 111
-5.13%
Volume
101.242 lot
MA 5
121
MA 20
106
RSI
54.88
High
117
Low
111
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
4.35%
Support (10d)
97
Resistance (10d)
150
Volume Trend (10d)
+16.4%
Score
75
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
38.75 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (54.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 347 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GDST saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 54.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.35%. Area support terdekat berada di sekitar Rp97, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp150.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 111 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 128 - 139 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 105 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar

Dalam dunia analisis teknikal, sebagian besar indikator dirancang untuk digunakan dalam berbagai kondisi pasar — tren naik, tren turun, maupun sideways. Namun, ada satu indikator yang diciptakan untuk tujuan yang sangat spesifik: menangkap bottom pasar setelah koreksi besar. Indikator itu adalah Coppock Curve. Diciptakan oleh ekonom Edwin Sedgwick Coppock pada tahun 1962, indikator ini awalnya dirancang untuk investasi jangka panjang di pasar saham AS. Hingga saat ini, Coppock Curve tetap menjadi salah satu alat paling andal untuk mengidentifikasi momen pembelian setelah pasar mengalami penurunan signifikan. Karakteristik Coppock Curve Coppock Curve adalah indikator momentum yang dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang dari dua laju perubahan (rate of change / ROC) yang dihaluskan dengan moving average. Meskipun perhitungannya sedikit rumit, penggunaannya sangat sederhana. Ciri-ciri spesifik Coppock Curve adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Recency Bias: Bahaya Terpaku pada Kejadian Terakhir di Pasar Saham
  2. Mengukur Expectancy: Berapa Sebenarnya Sistem Trading Anda Menghasilkan?
  3. Cash Conversion Cycle (CCC): Mengukur Efisiensi Arus Kas dari Hulu ke Hilir
  4. Gann Emblem: Simbol Harmoni Harga dan Waktu
  5. Fibonacci Time Zone – Kapan Waktu yang Tepat untuk Pergerakan Besar?
  6. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar
  7. Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader
  8. PER Forward vs Trailing: Mana yang Lebih Akurat Menilai Saham?
  9. Broadening Formation (Megaphone): Corong yang Menandakan Ketidakpastian Ekstrem
  10. Jual Saham Anda, Beli Ketenangan: Pentingnya Libur dari Pasar Saham

TradingView Chart - GDST