Update: Jumat, 9 Oktober 2026

GDYR

PT. Goodyear Indonesia Tbk.

Rp 1.105
-2.21%
Volume
103 lot
MA 5
1.117
MA 20
1.113
RSI
48.72
High
1.145
Low
1.105
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.09%
Support (10d)
1.000
Resistance (10d)
1.150
Volume Trend (10d)
+481.3%
Score
45
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-1.34 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (48.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -16 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GDYR saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 48.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.09%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.000, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.150.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 1.000, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Net Current Asset Value (NCAV): Strategi "Saham Murni" ala Benjamin Graham

Anda mungkin pernah mendengar nama Benjamin Graham. Beliau adalah guru dari Warren Buffett dan dianggap sebagai bapak value investing. Salah satu strategi legendarisnya adalah membeli saham dengan harga di bawah Net Current Asset Value (NCAV). Strategi ini sangat sederhana di konsep, tapi sangat efektif di masa lalu. Bahkan Warren Buffett menyebutnya sebagai "strategi membeli uang Rp1 hanya dengan Rp50". Mari kita pahami apa itu NCAV dan bagaimana menerapkannya. Apa Itu Net Current Asset Value (NCAV)? Net Current Asset Value (NCAV) adalah nilai aset lancar bersih perusahaan setelah dikurangi semua utang (kewajiban). Sederhananya, NCAV menjawab pertanyaan: "Jika perusahaan dilikuidasi (dibubarkan) hari ini, berapa nilai aset lancar yang tersisa untuk pemegang saham setelah semua utang dibayar?" Rumus NCAV: NCAV = Aset Lancar - Total Utang (Kewajiban) Apa...

Artikel menarik lainnya:

  1. Standar Emas Investasi: Memahami Model Portofolio 60/40 (Saham vs Pendapatan Tetap)
  2. Efek Ilusi Kontrol: Ketika Anda Berpikir Grafik Dapat Mengendalikan Pasar
  3. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas
  4. Broadening Formation (Megaphone): Corong yang Menandakan Ketidakpastian Ekstrem
  5. Concealing Baby Swan, Formasi Pembalikan Bullish yang Unik
  6. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  7. Diversifikasi Sejati: Mengapa Memisah Antar Sektor dan Aset Adalah Kunci Sukses Investasi Saham
  8. Buyback Saham: Ketika Perusahaan Membeli Kembali Sahamnya Sendiri
  9. Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing
  10. Efek Endowment: Bahaya Cinta Buta pada Saham Milik Sendiri

TradingView Chart - GDYR