Update: Kamis, 22 Oktober 2026

GDYR

PT. Goodyear Indonesia Tbk.

Rp 1.050
+3.45%
Volume
9 lot
MA 5
1.017
MA 20
1.086
RSI
38.10
High
1.050
Low
1.015
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.53%
Support (10d)
970
Resistance (10d)
1.145
Volume Trend (10d)
-88.1%
Score
40
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-7.08 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (38.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GDYR saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 38.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.53%. Area support terdekat berada di sekitar Rp970, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.145.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 970, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Free Cash Flow (FCF) Adalah Raja: Mengapa Laba Bisa Berbohong, tapi Arus Kas Bebas Tidak

Dalam dunia investasi saham, banyak pemula terpaku pada satu angka: laba bersih. Mereka melihat laba naik, lalu membeli. Laba turun, lalu menjual. Namun investor veteran dan para legenda seperti Warren Buffett memiliki fokus yang berbeda. Mereka tahu bahwa laba bisa dimanipulasi, direkayasa, dan diatur sedemikian rupa. Ada satu metrik yang lebih jujur, lebih sulit dimanipulasi, dan lebih mencerminkan kesehatan sebenarnya dari sebuah perusahaan. Metrik itu adalah Free Cash Flow (FCF) atau Arus Kas Bebas. Pepatah lama di Wall Street berbunyi: "Earnings are an opinion, but cash is a fact." (Laba adalah opini, tetapi uang tunai adalah fakta). Artikel ini akan membahas mengapa FCF disebut sebagai raja dalam analisis fundamental, dan bagaimana Anda sebagai investor bisa menggunakannya untuk menemukan saham-saham berkualitas. Apa Itu Free Cash Flow...

Artikel menarik lainnya:

  1. Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal
  2. Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas
  3. Trailing Stop: Senjata Rahasia Mengunci Profit saat Harga Terus Naik
  4. Unbilled Revenue: Jendela Menuju Pendapatan Masa Depan Konstruksi
  5. Mass Index: Mengukur Ekspansi Volatilitas untuk Mengidentifikasi Pembalikan
  6. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  7. Memahami Metode Gordon Growth: Cara Menilai Saham Berdasarkan Dividen
  8. Mengurangi Ego: Saham Tidak Membenci Anda
  9. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah
  10. Investment Yield Asuransi: Senjata Rahasia di Balik Laba Emiten

TradingView Chart - GDYR