Update: Jumat, 5 Juni 2026

GDYR

PT. Goodyear Indonesia Tbk.

Rp 1.090
+0.46%
Volume
1.139 lot
MA 5
1.079
MA 20
1.091
RSI
47.30
High
1.125
Low
1.050
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.96%
Support (10d)
1.050
Resistance (10d)
1.145
Volume Trend (10d)
+921.1%
Score
60
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-1.80 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (47.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 345 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GDYR saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.96%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.050, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.145.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 1.112 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 1.199 - 1.254 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 1.014 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Q Ratio dalam Merger dan Akuisisi: Alat Strategis Menilai Target

Ketika sebuah perusahaan hendak mengakuisisi perusahaan lain, keputusan tidak hanya didasarkan pada prospek laba atau sinergi bisnis. Ada pertanyaan fundamental yang harus dijawab: Apakah lebih murah membeli perusahaan ini di bursa, atau membangun bisnis serupa dari nol? Jawaban atas pertanyaan itu ditemukan dalam sebuah metrik yang disebut Tobin's Q Ratio, atau lebih dikenal dalam ranah M&A sebagai Q Ratio. Artikel ini akan membahas bagaimana para eksekutif, investment banker, dan korporat menggunakan Q Ratio sebagai senjata rahasia dalam negosiasi merger dan akuisisi. Apa itu Q Ratio dalam Konteks M&A? Dalam literatur keuangan korporat, Q Ratio didefinisikan sebagai: Q Ratio = Nilai Pasar Perusahaan Target (Market Value) / Biaya Penggantian Aset (Replacement Cost) Nilai Pasar (Market Value): Kapitalisasi pasar saham perusahaan target ditambah total utang bersih (enterprise...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Williams %R: Satu Langkah Menuju Overbought dan Oversold
  2. Hamada Equation: Menyempurnakan Beta dengan Efek Leverage Keuangan
  3. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan
  4. Efek Overconfidence: Bahaya Tersembunyi di Balik Profit Berturut-turut
  5. Analisis SOTP (Sum of The Parts): Membongkar Nilai Tersembunyi di Perusahaan Konglomerasi
  6. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  7. Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar
  8. Bahaya Blind Follow Signal Grup Telegram: Jalan Pintas Menuju Kebangkrutan
  9. Zig Zag – Menghilangkan Noise, Melihat Struktur dengan Lebih Jelas
  10. Pengertian Dividen: Tunai, Saham, dan Cara Hitung untuk Pemula

TradingView Chart - GDYR