Update: Jumat, 10 Juli 2026

PTBA

PT. Bukit Asam (Persero) Tbk.

Rp 2.380
+0.85%
Volume
86.560 lot
MA 5
2.358
MA 20
2.421
RSI
28.89
High
2.390
Low
2.350
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.82%
Support (10d)
2.250
Resistance (10d)
2.390
Volume Trend (10d)
-63.3%
Score
50
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-16.20 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (28.9) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -8.630 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PTBA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 28.9, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.82%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.250, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.390.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 2.250, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari berbagai pola segitiga, kini saatnya mengenal pola yang bentuknya mirip tetapi memiliki implikasi yang sangat berbeda: Rising Wedge atau Wedge Naik. Rising Wedge adalah salah satu pola yang paling sering disalahartikan oleh trader pemula. Secara visual, pola ini terlihat bullish karena garis-garisnya miring ke atas. Namun, dalam konteks tertentu, Rising Wedge justru merupakan pola bearish continuation – artinya ia menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, tren turun akan berlanjut. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Rising Wedge sebagai pola bearish continuation, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Rising Wedge? Rising Wedge adalah pola konsolidasi yang terbentuk ketika harga bergerak di antara dua garis trendline yang sama-sama miring ke atas,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Disposisi Effect: Mengapa Kita Cepat Jual Saham Profit, tapi Tahan Saham Rugi
  2. Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?
  3. Memahami Dunia Saham: Panduan Pengertian dan Cara Kerja untuk Pemula
  4. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam
  5. Klinger Oscillator – Volume yang Berbicara dalam Dua Arah
  6. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar
  7. Market Risk Premium: Harga yang Harus Dibayar untuk Keberanian Memegang Saham
  8. Rasio Dividend Coverage: Seberapa Aman Dividen Perusahaan Anda?
  9. LDR (Loan to Deposit Ratio): Menakar Likuiditas dan Agresivitas Bank
  10. Analisis Piutang Pihak Berelasi: Bom Waktu Tersembunyi dalam Laporan Keuangan

TradingView Chart - PTBA