Update: Senin, 5 Oktober 2026

PTBA

PT. Bukit Asam (Persero) Tbk.

Rp 3.270
+2.83%
Volume
541.945 lot
MA 5
3.146
MA 20
3.091
RSI
65.06
High
3.290
Low
3.130
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.06%
Support (10d)
2.940
Resistance (10d)
3.290
Volume Trend (10d)
-31.0%
Score
75
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
31.85 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (65.1)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -44.626 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PTBA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 65.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.06%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.940, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.290.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 3.270 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 3.761 - 4.088 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 3.107 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Status Quo Bias: Bahaya Malas Menyeimbangkan Kembali Portofolio

Seorang investor memiliki portofolio yang sudah dibangun lima tahun lalu. Awalnya, komposisinya seimbang: 40% saham pertumbuhan, 30% saham dividen, 20% obligasi, 10% cash. Lima tahun kemudian, beberapa saham pertumbuhan naik luar biasa. Kini komposisinya berubah drastis: 70% saham pertumbuhan, 15% saham dividen, 10% obligasi, 5% cash. Investor ini tahu bahwa portofolionya sudah tidak seimbang. Ia tahu bahwa terlalu banyak konsentrasi di satu sektor meningkatkan risiko. Ia tahu bahwa sudah waktunya rebalancing—menjual sebagian saham yang sudah naik terlalu tinggi dan membeli aset yang tertinggal. Tapi ia tidak melakukan apa-apa. "Ah, nanti saja," pikirnya. "Saya sudah nyaman dengan portofolio ini. Lagi pula saham-saham ini masih bagus." Ia membiarkan portofolionya terus berjalan tanpa penyesuaian. Hingga suatu hari, sektor pertumbuhan yang sedang hype itu koreksi tajam. Portofolionya jatuh lebih...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Bollinger Bands: Squeeze, Walking the Band, dan Double Bottom di Lower Band
  2. Analisis Economic Value Added (EVA): Apakah Perusahaan Benar-benar Ciptakan Nilai?
  3. Pengertian PER (Price to Earnings Ratio) Sederhana untuk Pemula
  4. Drawdown Duration: Indikator Pemulihan yang Sering Terlupakan
  5. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  6. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  7. Diversifikasi Sejati: Mengapa Memisah Antar Sektor dan Aset Adalah Kunci Sukses Investasi Saham
  8. Menyingkap Nilai Tersembunyi: Analisis Embedded Value (EV) untuk Saham Asuransi Jiwa
  9. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  10. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan

TradingView Chart - PTBA