Update: Jumat, 21 Agustus 2026

PTBA

PT. Bukit Asam (Persero) Tbk.

Rp 2.400
0.00%
Volume
83.144 lot
MA 5
2.380
MA 20
2.359
RSI
70.00
High
2.410
Low
2.380
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
0.70%
Support (10d)
2.320
Resistance (10d)
2.410
Volume Trend (10d)
-27.5%
Score
100
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
0.84 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (70.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 9.648 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PTBA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 70.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.70%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.320, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.410.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 2.400 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 2.760 - 3.000 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 2.280 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator momentum yang paling populer dan paling sering digunakan oleh trader di seluruh dunia setelah Moving Average, yaitu RSI (Relative Strength Index). RSI dikembangkan oleh Welles Wilder, pencipta indikator terkenal lainnya seperti ADX dan Parabolic SAR. RSI dirancang untuk mengukur kecepatan dan perubahan pergerakan harga, membantu trader mengidentifikasi kondisi overbought (jenuh beli) dan oversold (jenuh jual), serta potensi pembalikan harga melalui divergence. RSI adalah indikator yang sangat serbaguna. Namun, banyak trader hanya menggunakan RSI untuk melihat overbought/oversold – padahal RSI memiliki kemampuan yang jauh lebih dalam: divergence, hidden divergence, dan bahkan analisis support/resistance pada garis RSI itu sendiri. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang RSI, mulai dari cara perhitungan, interpretasi dasar (overbought/oversold), divergence klasik, hidden divergence (yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Buyback Saham: Ketika Perusahaan Membeli Kembali Sahamnya Sendiri
  2. Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi
  3. Market Profile – Memahami Struktur Pasar dari Waktu dan Harga
  4. Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren
  5. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan
  6. Mengenal Jenis-Jenis Saham: Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen
  7. Analisis Minority Interest: Jangan Keliru Menilai Kepemilikan Laba dalam Laporan Keuangan
  8. Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik
  9. Long Legged Doji: Ketika Pasar Berguncang Hebat tapi Berakhir Bimbang
  10. Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun

TradingView Chart - PTBA