Update: Senin, 5 Oktober 2026

TAMU

PT. Pelayaran Tamarin Samudra Tbk.

Rp 25
0.00%
Volume
576.104 lot
MA 5
26
MA 20
27
RSI
45.83
High
27
Low
24
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.37%
Support (10d)
22
Resistance (10d)
37
Volume Trend (10d)
+742.8%
Score
50
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (45.8)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 6.458 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TAMU saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 45.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.37%. Area support terdekat berada di sekitar Rp22, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp37.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 22, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Kas terhadap Utang Lancar: Ukuran Paling Keras Kemampuan Bayar Utang dalam 24 Jam

Dalam analisis fundamental saham, banyak rasio likuiditas yang bersifat "lunak"—mereka mengasumsikan piutang bisa ditagih dan persediaan bisa dijual dalam waktu singkat. Namun, bagi investor yang benar-benar ingin mengukur ketahanan finansial perusahaan dalam kondisi terburuk, ada satu rasio yang paling keras dan tanpa kompromi: Rasio Kas terhadap Utang Lancar. Rasio ini menjawab pertanyaan sederhana namun mematikan: "Jika semua kreditur menagih besok pagi, apakah perusahaan bisa membayar dengan uang tunai yang ada di rekening hari ini?" Artikel ini akan membahas mengapa rasio ini penting, bagaimana menginterpretasikannya, dan kapan rasio yang rendah justru bukan masalah. 1. Apa Itu Rasio Kas terhadap Utang Lancar? Rasio Kas terhadap Utang Lancar (Cash to Current Liabilities Ratio) adalah indikator paling konservatif untuk mengukur likuiditas jangka pendek. Rasio ini hanya membandingkan uang tunai...

Artikel menarik lainnya:

  1. Apa Itu SID (Single Investor Identification)? Kunci untuk Memulai Investasi Saham
  2. Perbedaan Day Trader vs Investor: Dua Dunia, Dua Psikologi yang Berbeda
  3. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  4. Beneish M-Score: Alat Deteksi Dini Manipulasi Laporan Keuangan
  5. Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus
  6. EPS (Earning per Share): Cara Hitung dan Interpretasi untuk Pemula
  7. Anchoring Bias: Bahaya Terpaku pada Harga Beli atau Harga Tertinggi
  8. Buyback Saham: Ketika Perusahaan Membeli Kembali Sahamnya Sendiri
  9. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  10. Mengurangi Ego: Saham Tidak Membenci Anda

TradingView Chart - TAMU