Update: Jumat, 22 Mei 2026

TAMU

PT. Pelayaran Tamarin Samudra Tbk.

Rp 19
-9.52%
Volume
159.168 lot
MA 5
23
MA 20
28
RSI
13.33
High
19
Low
19

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.18%
Support (10d)
19
Resistance (10d)
29
Volume Trend (10d)
+18.2%
Score
55
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-32.14 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (13.3) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TAMU saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 13.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.18%. Area support terdekat berada di sekitar Rp19, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp29.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 29 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 32, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 19 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengenal Stochastic: Fast, Slow, Full – dan Pola Crossover

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari RSI sebagai indikator momentum, kini saatnya mengenal indikator momentum lain yang sangat populer dan sering digunakan bersama RSI, yaitu Stochastic Oscillator. Stochastic dikembangkan oleh George Lane pada akhir tahun 1950-an. Berbeda dengan RSI yang membandingkan kenaikan dan penurunan harga, Stochastic mengukur posisi harga penutupan (close) relatif terhadap rentang harga (high-low) dalam periode tertentu. Konsep dasarnya: dalam tren naik, harga cenderung menutup di dekat titik tertinggi; dalam tren turun, harga cenderung menutup di dekat titik terendah. Stochastic memiliki tiga varian utama – Fast Stochastic, Slow Stochastic, dan Full Stochastic – serta pola paling penting yaitu crossover %K dan %D. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Stochastic Oscillator, mulai dari cara perhitungan, perbedaan ketiga varian, interpretasi dasar (overbought/oversold), pola...

Artikel menarik lainnya:

  1. Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal
  2. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing
  3. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  4. Mengenal Bollinger Bands: Squeeze, Walking the Band, dan Double Bottom di Lower Band
  5. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover
  6. Double Top: Sinyal Pembalikan Bearish yang Tak Boleh Diabaikan
  7. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah
  8. Double Bottom: Sinyal Pembalikan Bullish yang Wajib Diketahui Trader
  9. Gross Development Value (GDV): Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Developer Properti
  10. Ribuan Skenario Masa Depan: Analisis Monte Carlo untuk Proyeksi Laba dalam Investasi Saham

TradingView Chart - TAMU