Update: Selasa, 9 Juni 2026

MOLI

PT. Madusari Murni Indah Tbk.

Rp 216
+3.85%
Volume
23.753 lot
MA 5
206
MA 20
240
RSI
28.03
High
218
Low
204
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.23%
Support (10d)
186
Resistance (10d)
238
Volume Trend (10d)
-52.7%
Score
50
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-15.63 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (28.0) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -4.691 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MOLI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 28.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.23%. Area support terdekat berada di sekitar Rp186, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp238.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 186, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Herding Behavior: Bahaya Ikut-ikutan Tanpa Analisis di Pasar Saham

"Semua orang beli, saya juga beli." "Teman-teman di grup pada jual, saya ikut jual saja." "Lihat tuh, harga naik terus. Pasti ada sesuatu yang mereka tahu yang saya tidak tahu." Pernahkah Anda merasakan dorongan kuat untuk mengikuti apa yang dilakukan oleh mayoritas investor lain, tanpa benar-benar memahami alasannya? Jika ya, Anda sedang mengalami herding behavior—fenomena di mana seseorang mengikuti perilaku kerumunan (herd) meskipun bertentangan dengan analisis atau keyakinan pribadinya. Apa Itu Herding Behavior? Herding behavior adalah kecenderungan individu untuk meniru tindakan sekelompok orang yang lebih besar, terutama dalam situasi yang tidak pasti. Dalam konteks pasar saham, ini berarti investor membeli atau menjual saham bukan berdasarkan analisis fundamental atau teknis, melainkan karena "orang lain juga melakukannya". Fenomena ini bukanlah hal baru. Dalam sejarah pasar modal, herding...

Artikel menarik lainnya:

  1. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  2. Rasio EV per Kapasitas Produksi: Mengukur Nilai Pabrik di Balik Harga Saham
  3. Q Ratio dalam Merger dan Akuisisi: Alat Strategis Menilai Target
  4. Risk Based Capital (RBC): Alat Ukur Ketahanan Finansial Emiten Asuransi
  5. Fear of Missing Out Saat IPO Meledak: Ketika Ketakutan Ketinggalan Kereta Menghancurkan Portofolio
  6. Perbedaan Day Trader vs Investor: Dua Dunia, Dua Psikologi yang Berbeda
  7. Margin Trading: Kelebihan dan Bahaya yang Wajib Diketahui Investor
  8. Mengurangi Ego: Saham Tidak Membenci Anda
  9. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross
  10. Mitos Saham yang Sering Salah: Jangan Terjebak!

TradingView Chart - MOLI