Update: Senin, 6 Juli 2026

HDFA

PT. Radana Bhaskara Finance Tbk.

Rp 87
-3.33%
Volume
9.589 lot
MA 5
87
MA 20
87
RSI
48.89
High
93
Low
85
Nilai
10/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.34%
Support (10d)
83
Resistance (10d)
110
Volume Trend (10d)
+7.8%
Score
10
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-11.22 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (48.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -29 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HDFA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 48.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.34%. Area support terdekat berada di sekitar Rp83, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp110.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 79 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Dividen Reinvestment Plan (DRIP): Cara Cerdas Meningkatkan Return Investasi

Pernahkah Anda menerima dividen dari saham yang Anda miliki, lalu tidak tahu harus diapakan? Uangnya relatif kecil, tidak cukup untuk membeli saham baru, atau Anda malas memindahkannya dari rekening efek ke rekening bank? Atau mungkin Anda ingin memaksimalkan keuntungan jangka panjang tetapi tidak ingin repot membeli saham secara manual setiap kali dividen turun? Solusinya adalah Dividen Reinvestment Plan, atau disingkat DRIP. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang DRIP: apa itu, bagaimana cara kerjanya, kelebihan dan kekurangan, serta apakah strategi ini cocok untuk Anda. Apa Itu DRIP (Dividend Reinvestment Plan)? DRIP (Dividend Reinvestment Plan) adalah program yang memungkinkan investor menggunakan dividen tunai yang diterima dari suatu saham untuk secara otomatis membeli saham tambahan dari perusahaan yang sama, tanpa melalui proses manual dan seringkali tanpa biaya...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Reversal Day: Mirip Key Reversal Day dengan Volume Spesifik
  2. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar
  3. Lifecycle Fund: Solusi Otomatis untuk Investasi Pensiun Tanpa Ribet
  4. Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat
  5. Valuasi Saham Properti dengan RNAV: Menggali Nilai Tersembunyi di Balik Lahan dan Proyek
  6. Monte Carlo Simulation untuk Risiko Portofolio: Melihat Ribuan Kemungkinan Masa Depan
  7. Detak Jantung Likuiditas Perusahaan: Memahami Rasio Perubahan Modal Kerja dalam Analisis Saham
  8. Book Building dan Masa Penawaran IPO: Cara Menentukan Harga Saham Perdana
  9. Home Bias: Bahaya Terlalu Dominan dengan Saham Dalam Negeri
  10. Q Ratio dalam Merger dan Akuisisi: Alat Strategis Menilai Target

TradingView Chart - HDFA