Update: Kamis, 20 Agustus 2026

HDFA

PT. Radana Bhaskara Finance Tbk.

Rp 98
0.00%
Volume
10.107 lot
MA 5
98
MA 20
95
RSI
58.00
High
101
Low
96
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.45%
Support (10d)
92
Resistance (10d)
109
Volume Trend (10d)
-48.8%
Score
75
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
8.89 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (58.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 99 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HDFA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 58.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.45%. Area support terdekat berada di sekitar Rp92, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp109.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 98 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 113 - 123 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 93 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Saham Bonus untuk Bos, Risiko untuk Investor?: Memahami Rasio Pembayaran Berbasis Saham

Di era startup teknologi dan perusahaan pertumbuhan tinggi, memberikan gaji dalam bentuk uang tunai saja dianggap "kuno". Sebagai gantinya, perusahaan menawarkan opsi saham (stock options), Restricted Stock Units (RSU), atau stock grants kepada karyawan kunci dan direksi. Ini disebut sebagai kompensasi berbasis saham (stock-based compensation/SBC). Bagi perusahaan, ini cara cerdas untuk menghemat kas dan menyelaraskan kepentingan karyawan dengan pemegang saham. Namun bagi investor saham, SBC adalah pedang bermata dua. Di satu sisi bisa mendorong pertumbuhan, di sisi lain dapat mengencerkan kepemilikan Anda secara diam-diam. Artikel ini akan membahas Rasio Pembayaran Berbasis Saham, bagaimana menghitungnya, dan mengapa Anda wajib memantaunya sebelum membeli saham sebuah emiten. Apa Itu Kompensasi Berbasis Saham (Stock Compensation)? Stock-based compensation adalah pembayaran kepada karyawan, direktur, atau konsultan dalam bentuk instrumen ekuitas (saham)...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rickshaw Man: Doji Berekor Panjang yang Sarat Sinyal
  2. Analisis Kapitalisasi Pasar vs Total Aset: Mengungkap Diskon atau Premium yang Tidak Terlihat
  3. Analisis EBITDA: Senjata Ampuh yang Juga Bisa Menyesatkan
  4. Jam Trading Terbaik untuk Psikologi: Menemukan Waktu di Mana Anda Berada di Puncak Kendali
  5. Zig Zag – Menghilangkan Noise, Melihat Struktur dengan Lebih Jelas
  6. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar
  7. LBO (Leveraged Buyout) Valuation: Menilai Saham dari Perspektif Pembeli dengan Utang Besar
  8. P/NAV: Kunci Menilai Reksadana Properti Sebelum Investasi
  9. Analisis Economic Value Added (EVA): Apakah Perusahaan Benar-benar Ciptakan Nilai?
  10. Menentukan Risk per Trade: Aturan Emas 1-2% yang Melindungi Modal Anda

TradingView Chart - HDFA