Update: Jumat, 5 Juni 2026

HDFA

PT. Radana Bhaskara Finance Tbk.

Rp 81
+2.53%
Volume
2.864 lot
MA 5
85
MA 20
98
RSI
22.22
High
88
Low
78
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.87%
Support (10d)
77
Resistance (10d)
122
Volume Trend (10d)
+783.7%
Score
30
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-27.68 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (22.2) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -596 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HDFA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 22.2, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.87%. Area support terdekat berada di sekitar Rp77, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp122.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 73 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Churn Rate: Mengukur Kebocoran Pelanggan Sebelum Saham Anjlok

Dalam dunia saham, terutama untuk perusahaan berbasis langganan (subscription) seperti SaaS, streaming musik, e-commerce membership, hingga platform digital lainnya, ada satu metrik yang sering menjadi pembeda antara saham yang terus naik dan saham yang perlahan mati: Churn Rate. Banyak investor fokus pada pertumbuhan jumlah pelanggan baru, tetapi lupa bahwa pertumbuhan yang cepat tidak ada artinya jika pelanggan lama pergi dengan kecepatan yang sama atau lebih cepat. Sebuah ember yang bocor di bagian bawah tidak akan pernah penuh, tidak peduli seberapa deras air dituangkan dari atas. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu churn rate, mengapa ia menjadi indikator kesehatan bisnis yang krusial, bagaimana membaca trennya, serta strategi menggunakannya untuk memilih saham berkualitas di sektor digital. Apa Itu Churn Rate? Churn Rate (atau tingkat kehilangan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis Piutang Pihak Berelasi: Bom Waktu Tersembunyi dalam Laporan Keuangan
  2. Rainbow Moving Average: Membaca Kekuatan Tren dengan Lapisan Ganda
  3. Dua Wajah Riset: Membandingkan Kapitalisasi vs Beban Langsung R&D dalam Analisis Saham
  4. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  5. Mengukur Harga dari Masa Depan: Analisis Rasio Price to R&D Spend
  6. Menimbang Ketidakpastian: Valuasi dengan Risk Adjusted Discounted Cash Flow (DCF)
  7. Overthinking vs Underthinking: Dua Ekstrem yang Sama-sama Berbahaya dalam Investasi Saham
  8. Mengenal Kelas Saham: Perbedaan Blue Chip, Second Liner, dan Gorengan
  9. Mengenal MACD: Crossover, Divergence Histogram, dan Zero Line Crossing
  10. Memahami Rasio Shiller PER (CAPE): Apakah Pasar Saham Saat Ini Terlalu Mahal?

TradingView Chart - HDFA