Update: Senin, 5 Oktober 2026

HDFA

PT. Radana Bhaskara Finance Tbk.

Rp 93
-1.06%
Volume
7.287 lot
MA 5
93
MA 20
98
RSI
37.84
High
100
Low
93
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.74%
Support (10d)
85
Resistance (10d)
106
Volume Trend (10d)
-72.9%
Score
30
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-5.10 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (37.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -249 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HDFA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 37.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.74%. Area support terdekat berada di sekitar Rp85, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp106.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 81 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Dua Wajah Riset: Membandingkan Kapitalisasi vs Beban Langsung R&D dalam Analisis Saham

Seorang investor sedang membandingkan dua perusahaan farmasi. Keduanya memiliki ukuran dan pendapatan yang hampir sama. Perusahaan A melaporkan laba bersih Rp5 triliun. Perusahaan B hanya Rp3 triliun. "Jelas Perusahaan A lebih menguntungkan," pikir si investor, lalu ia membeli saham Perusahaan A. Namun setahun kemudian, Perusahaan A harus melakukan write-off besar-besaran karena proyek R&D yang dikapitalisasi selama bertahun-tahun ternyata gagal. Laba Perusahaan A anjlok, sementara Perusahaan B tetap stabil. Si investor baru sadar: Perbedaan laba yang dilaporkan bukan karena kinerja operasional berbeda, tetapi karena perbedaan perlakuan akuntansi terhadap R&D. Perusahaan A mengkapitalisasi R&D (mencatatnya sebagai aset di neraca), sehingga beban tahunan lebih kecil dan laba lebih tinggi. Perusahaan B membebankan seluruh R&D langsung (expensed), sehingga laba lebih rendah tetapi lebih konservatif. Artikel ini akan membahas secara...

Artikel menarik lainnya:

  1. Pengelolaan Ekspektasi Tahun Pertama Trading: Realita di Balik Mimpi Cepat Kaya
  2. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  3. Rasio Land Bank vs Market Cap: Menemukan Developer yang Underrated
  4. Loss Aversion: Mengapa Cut Loss Terasa Lebih Sulit daripada Membeli
  5. Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar
  6. Rasio EV per Kapasitas Produksi: Mengukur Nilai Pabrik di Balik Harga Saham
  7. Mengukur Expectancy: Berapa Sebenarnya Sistem Trading Anda Menghasilkan?
  8. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing
  9. Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib
  10. Symmetrical Triangle: Segitiga Simetris yang Netral Namun Penuh Peluang

TradingView Chart - HDFA