Update: Senin, 5 Oktober 2026

PPRO

PT. PP Properti Tbk.

Rp 19
0.00%
Volume
1.623.022 lot
MA 5
20
MA 20
17
RSI
64.29
High
20
Low
18
Nilai
90/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
4.91%
Support (10d)
15
Resistance (10d)
26
Volume Trend (10d)
+1,162.0%
Score
90
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
11.76 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (64.3)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 55.218 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PPRO saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 64.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.91%. Area support terdekat berada di sekitar Rp15, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp26.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 90 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 19 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 22 - 24 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 18 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Jembatan antara Utang dan Ekuitas: Memahami Rasio Konversi Obligasi Konversi

Seorang investor membeli saham sebuah perusahaan teknologi yang sedang berkembang pesat. Harga saham naik 3 kali lipat dalam dua tahun. Ia merasa puas. Namun ia lupa bahwa perusahaan telah menerbitkan obligasi konversi (convertible bond) dua tahun lalu dengan rasio konversi yang menarik. Kini, dengan harga saham yang tinggi, pemegang obligasi konversi mulai mengkonversi obligasi mereka menjadi saham biasa. Jumlah saham beredar membengkak secara signifikan. Laba per saham (EPS) yang semula tampak gemilang menjadi tergerus. Harga saham pun terkoreksi. Investor itu baru sadar: ia tidak memperhitungkan potensi dilusi dari obligasi konversi. Obligasi konversi adalah instrumen hibrida yang memiliki karakteristik utang (obligasi) sekaligus memiliki fitur konversi menjadi saham. Rasio konversi adalah jantung dari fitur ini—menentukan berapa banyak saham yang akan diperoleh pemegang obligasi ketika mereka memutuskan untuk...

Artikel menarik lainnya:

  1. Trailing Stop: Senjata Rahasia Mengunci Profit saat Harga Terus Naik
  2. Dark Cloud Cover: Pola Awan Gelap yang Menandakan Pembalikan Bearish
  3. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover
  4. Refleksi Akhir Tahun: Bukan Tentang Profit, Tapi Proses
  5. Valuasi Saham Batu Bara dengan Harga Komoditas: Ekstrem, Volatil, dan Penuh Peluang
  6. Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami
  7. Head and Shoulders (H&S): Raja dari Semua Pola Pembalikan
  8. Analisis EBITDA: Senjata Ampuh yang Juga Bisa Menyesatkan
  9. Stalled Pattern: Pola Tiga Candlestick Peringatan Dini Harga Akan Terjun Bebas
  10. Pengertian IPO (Initial Public Offering): Saat Perusahaan Go Public

TradingView Chart - PPRO