Update: Kamis, 20 Agustus 2026

PPRO

PT. PP Properti Tbk.

Rp 17
0.00%
Volume
354.494 lot
MA 5
17
MA 20
17
RSI
60.00
High
17
Low
16
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.55%
Support (10d)
16
Resistance (10d)
18
Volume Trend (10d)
+164.0%
Score
75
Win Rate (30d)
20 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (60.0)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PPRO saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 60.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.55%. Area support terdekat berada di sekitar Rp16, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp18.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 17 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 20 - 21 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 16 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Falling Broadening Wedge: Pola Ekspansi yang Menjadi Kontraksi

Dalam analisis teknikal, sebagian besar pola grafik (chart pattern) berbentuk simetris atau konvergen — artinya, kedua garis trennya saling mendekat. Namun, ada satu keluarga pola yang justru melebar seiring waktu, yang disebut broadening pattern. Salah satu varian yang paling menarik adalah Falling Broadening Wedge (baji melebar yang mengarah ke bawah). Pola ini unik karena menggabungkan karakteristik volatilitas yang meningkat dengan kecenderungan arah ke bawah, dan pada akhirnya memberikan sinyal pembalikan bullish yang cukup andal. Karakteristik Falling Broadening Wedge Falling Broadening Wedge adalah pola grafik yang terbentuk ketika harga bergerak dalam dua garis tren yang divergen (melebar) namun memiliki kemiringan yang sama-sama mengarah ke bawah. Dengan kata lain, harga membuat higher high dan lower low secara bersamaan, tetapi kedua titik ekstrem tersebut semakin menjauh, sementara...

Artikel menarik lainnya:

  1. Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian
  2. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  3. Loss Aversion: Mengapa Cut Loss Terasa Lebih Sulit daripada Membeli
  4. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna
  5. Analisis Economic Value Added (EVA): Apakah Perusahaan Benar-benar Ciptakan Nilai?
  6. Membaca Pasar Lewat Perasaan: Mengenal AAII Sentiment Survey
  7. Efek Overconfidence: Bahaya Tersembunyi di Balik Profit Berturut-turut
  8. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  9. Reaksi Terhadap Margin Call: Antara Panik dan Keputusan Rasional
  10. Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun

TradingView Chart - PPRO