Update: Selasa, 9 Juni 2026

PPRO

PT. PP Properti Tbk.

Rp 13
0.00%
Volume
369.716 lot
MA 5
13
MA 20
16
RSI
N/A
High
13
Low
13
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.45%
Support (10d)
12
Resistance (10d)
15
Volume Trend (10d)
-5.9%
Score
60
Win Rate (30d)
3.33 %
P/L (30d)
-48.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (0.0) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 100 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PPRO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 0.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.45%. Area support terdekat berada di sekitar Rp12, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp15.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 13 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 14 - 15 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 12 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Value Averaging (VA): Strategi Cerdas Memaksimalkan Keuntungan Saat Pasar Turun

Jika Anda sudah mengenal Dollar Cost Averaging (DCA) sebagai strategi investasi rutin dengan nominal tetap, maka Value Averaging (VA) adalah versi yang lebih dinamis dan ambisius. VA tidak hanya meminta Anda disiplin, tetapi juga memaksa Anda membeli lebih banyak saat harga murah, dan membeli lebih sedikit (atau bahkan menjual) saat harga mahal. Apa Itu Value Averaging? Value Averaging adalah strategi investasi jangka panjang yang dikembangkan oleh Michael Edleson. Alih-alih menyetor uang dalam jumlah tetap setiap periode (seperti DCA), Anda menargetkan nilai portofolio harus bertambah dalam jumlah tetap setiap periode. Dengan kata lain, Anda menentukan pertumbuhan nilai portofolio yang ingin dicapai setiap bulan/kuartal, lalu menyesuaikan besarnya investasi berdasarkan kinerja pasar sebelumnya. Perbedaan Mendasar: DCA vs VA Aspek Dollar Cost Averaging (DCA) Value Averaging (VA) Setoran tiap...

Artikel menarik lainnya:

  1. Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren
  2. Mengenal Donchian Channel: Pita yang Menangkap Rekor Tertinggi dan Terendah
  3. Upside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bullish yang Jarang Dikenal
  4. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak
  5. Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu
  6. Membatasi Screen Time Saham: Semakin Sering Melihat, Semakin Buruk Keputusan Anda
  7. Over-trading karena Nafsu Balas Dendam: Saat Emosi Menghancurkan Akun Trading
  8. PBV Kurang dari 1: Peluang Emas atau Jebakan Berbahaya?
  9. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal
  10. Beyond the Balance Sheet: Menilai Ekuitas di Balik Aset Tak Berwujud

TradingView Chart - PPRO