Update: Jumat, 9 Oktober 2026

PPRO

PT. PP Properti Tbk.

Rp 18
-5.26%
Volume
1.618.366 lot
MA 5
19
MA 20
18
RSI
56.25
High
19
Low
17
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
4.80%
Support (10d)
16
Resistance (10d)
26
Volume Trend (10d)
+631.5%
Score
80
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
12.50 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (56.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 9.053 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PPRO saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 56.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.80%. Area support terdekat berada di sekitar Rp16, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp26.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 18 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 21 - 23 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 17 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan

Setelah mempelajari berbagai pola satu candlestick seperti Hammer, Hanging Man, dan Shooting Star, kini saatnya mengenal satu pola bullish yang seringkali terlewatkan oleh trader pemula: Inverted Hammer (Bullish). Jika Hammer adalah "palu" normal dengan gagang panjang di bawah, maka Inverted Hammer adalah kebalikannya—gagang panjang menjulang ke atas, tubuh kecil di bawah. Bentuknya memang mirip dengan Shooting Star (bearish), namun maknanya sama sekali berbeda karena posisinya yang unik. Dalam analisa teknikal saham, Inverted Hammer adalah salah satu sinyal pembalikan bullish yang paling underrated. Ia sering muncul di momen-momen kritis ketika pasar sedang "mencari dasar" setelah jatuh panjang. Apa Itu Inverted Hammer (Bullish)? Secara visual, Inverted Hammer terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri sebagai berikut: Karakteristik Deskripsi Sumbu atas (upper shadow) Panjang,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Cup and Handle Inverted: Cangkir Terbalik yang Menjanjikan Penurunan Tajam
  2. Membangun Jurnal Trading Harian: Senjata Rahasia Trader Profesional
  3. Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas
  4. Tail Risk Hedging dengan Options: Melindungi Portofolio dari Kehancuran Ekstrem
  5. Rounding Top (Dome): Kubah yang Menandai Perlahan Berakhirnya Tren Naik
  6. Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem
  7. Multi-Factor Portfolio ala Cliff Asness: Menggabungkan Kekuatan Faktor untuk Kinerja Superior
  8. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  9. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah
  10. Bahaya Blind Follow Signal Grup Telegram: Jalan Pintas Menuju Kebangkrutan

TradingView Chart - PPRO