Update: Jumat, 22 Mei 2026

HOPE

PT. Harapan Duta Pertiwi Tbk.

Rp 130
+1.56%
Volume
98.924 lot
MA 5
139
MA 20
172
RSI
26.47
High
130
Low
109

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
5.53%
Support (10d)
109
Resistance (10d)
169
Volume Trend (10d)
-77.7%
Score
55
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-45.38 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (26.5) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 21.197 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HOPE saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 26.5, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.53%. Area support terdekat berada di sekitar Rp109, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp169.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 169 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 186, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 109 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Beyond the Balance Sheet: Menilai Ekuitas di Balik Aset Tak Berwujud

Seorang investor menemukan dua perusahaan dengan kapitalisasi pasar yang sama persis: Rp10 triliun. Namun ketika ia mengamati neraca, ia terkejut. Perusahaan A memiliki aset bersih berwujud (net tangible assets) sebesar Rp8 triliun. Perusahaan B hanya memiliki Rp2 triliun. Artinya, premi yang dibayar pasar di atas aset berwujud untuk Perusahaan A adalah Rp2 triliun, sementara untuk Perusahaan B mencapai Rp8 triliun. Apakah Perusahaan B terlalu mahal? Atau justru Perusahaan A terlalu murah? Jawabannya bergantung pada apa yang membentuk selisih tersebut—biasanya aset tak berwujud (intangible assets) seperti merek, teknologi, basis pelanggan, atau keunggulan kompetitif lainnya. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang rasio Equity Value to Net Tangible Assets, bagaimana menghitungnya, menginterpretasikannya, serta mengapa rasio ini menjadi salah satu ukuran terbaik untuk menilai "premium" yang bersedia dibayar...

Artikel menarik lainnya:

  1. Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik
  2. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish
  3. Menghadapi Opini Keluarga yang Meragukan Saham: Antara Nasihat dan Tekanan
  4. Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat
  5. V-Top dan V-Bottom (Spike): Pembalikan Tajam yang Penuh Kejutan
  6. Pengertian PER (Price to Earnings Ratio) Sederhana untuk Pemula
  7. Rickshaw Man: Doji Berekor Panjang yang Sarat Sinyal
  8. Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume
  9. Net Interest Margin (NIM): Barometer Utama Kinerja Saham Bank
  10. PER Forward vs Trailing: Mana yang Lebih Akurat Menilai Saham?

TradingView Chart - HOPE