Update: Jumat, 10 Juli 2026

HOPE

PT. Harapan Duta Pertiwi Tbk.

Rp 160
+6.67%
Volume
205.363 lot
MA 5
145
MA 20
125
RSI
78.05
High
161
Low
153
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
4.66%
Support (10d)
97
Resistance (10d)
161
Volume Trend (10d)
+242.1%
Score
55
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
25.00 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (78.1) - Potential correction
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -10.339 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HOPE saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 78.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.66%. Area support terdekat berada di sekitar Rp97, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp161.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 161 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 177, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 97 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Bom Waktu di Laporan Keuangan: Analisis Warrant dan Dampak Dilusi pada Kepemilikan Saham

Seorang investor membeli saham sebuah perusahaan tambang yang sedang naik daun. Harga saham naik 40% dalam enam bulan. Ia senang. Namun ketika laporan keuangan kuartal berikutnya keluar, harga saham malah turun meskipun laba perusahaan naik. Ia bingung. Setelah diselidiki, ternyata perusahaan memiliki waran (warrant) yang melekat pada obligasi yang diterbitkan dua tahun lalu. Kini harga saham sudah di atas harga eksekusi waran, dan pemegang waran mulai mengkonversi waran mereka menjadi saham biasa. Jumlah saham beredar membengkak. Laba per saham (EPS) terdilusi. Harga saham pun turun untuk mencerminkan kepemilikan yang semakin encer. Investor itu terlambat menyadari: ia tidak membaca catatan tentang waran di laporan keuangan. Ia adalah korban dilusi tersembunyi. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang waran (warrant), bagaimana menganalisis dampaknya terhadap dilusi, cara menghitung...

Artikel menarik lainnya:

  1. CAC vs LTV: Rasio Paling Jujur untuk Menilai Saham Teknologi
  2. Mengenal Pola Bullish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  3. The Slingshot Pattern: Ketika Harga "Memanah" dari Bollinger Bands
  4. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  5. Apa Itu PBV (Price to Book Value)? Panduan Mudah untuk Pemula
  6. Pola AB=CD: Formasi Harmonic Paling Dasar yang Wajib Dikuasai
  7. Panduan Praktis: Cara Membaca Harga Saham di Aplikasi Trading untuk Pemula
  8. The 1-2-3-4 Pattern: Pola Continuation dan Breakout dari Joe Ross
  9. Hamada Equation: Menyempurnakan Beta dengan Efek Leverage Keuangan
  10. Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume

TradingView Chart - HOPE