Update: Jumat, 22 Mei 2026

BHIT

PT. MNC Asia Holding Tbk.

Rp 28
+3.70%
Volume
126.879 lot
MA 5
29
MA 20
32
RSI
14.29
High
28
Low
26

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.29%
Support (10d)
26
Resistance (10d)
33
Volume Trend (10d)
-41.8%
Score
60
Win Rate (30d)
20 %
P/L (30d)
-15.15 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (14.3) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 16.313 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BHIT saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 14.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.29%. Area support terdekat berada di sekitar Rp26, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp33.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 29 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 31 - 32 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 26 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Loss Aversion: Mengapa Cut Loss Terasa Lebih Sulit daripada Membeli

Setiap trader dan investor pasti pernah mengalaminya: harga saham yang Anda beli mulai turun. Bukan sekadar koreksi wajar, tapi sudah menembus batas stop loss yang sebelumnya Anda tetapkan. Namun jari Anda seolah membeku di atas tombol jual. Anda berpikir, "Mungkin besok naik lagi." Besok datang, harga semakin terpuruk. Anda akhirnya menjual di harga jauh lebih rendah, atau bahkan menyimpannya hingga menjadi "investasi jangka panjang" yang tak direncanakan. Inilah yang disebut loss aversion—salah satu konsep paling kuat dalam psikologi keuangan yang membuat cut loss terasa menyiksa. Apa Itu Loss Aversion? Loss aversion adalah kecenderungan manusia untuk lebih merasakan sakit akibat kerugian daripada kenikmatan dari keuntungan yang besarnya setara. Penelitian peraih Nobel Daniel Kahneman dan Amos Tversky menunjukkan bahwa secara psikologis, rasa sakit karena kehilangan uang Rp1...

Artikel menarik lainnya:

  1. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks
  2. Refleksi Akhir Tahun: Bukan Tentang Profit, Tapi Proses
  3. Momentum (MOM): Indikator Paling Sederhana untuk Mengukur Kecepatan Harga
  4. Deep Crab: Kepiting Dalam yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Langka
  5. Renko Chart (Pola Bata) – Trading Tanpa Noise Waktu
  6. Gann Grid – Kotak Geometris yang Memetakan Waktu dan Harga
  7. Rasio OPM (Operating Profit Margin): Membandingkan Profitabilitas Antar Industri
  8. Hubungan Market Cap dengan Risiko dan Likuiditas: Panduan Memilih Saham yang Tepat
  9. Right Issue Saham: Ketika Perusahaan Mengundang Pemegang Saham untuk Menambah Modal
  10. Mat Hold: Pola Kelanjutan Tren Paling Kuat yang Jarang Diketahui

TradingView Chart - BHIT