Update: Senin, 5 Oktober 2026

IFSH

PT. Ifishdeco Tbk.

Rp 1.655
+24.91%
Volume
2.502 lot
MA 5
1.505
MA 20
1.163
RSI
73.82
High
1.655
Low
1.340
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
4.73%
Support (10d)
960
Resistance (10d)
1.945
Volume Trend (10d)
+1,176.3%
Score
55
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
53.24 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (73.8) - Potential correction
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -6 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IFSH saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 73.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.73%. Area support terdekat berada di sekitar Rp960, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.945.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 1.945 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 2.140, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 960 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

LDR (Loan to Deposit Ratio): Menakar Likuiditas dan Agresivitas Bank

Dalam investasi saham perbankan, ada keseimbangan yang sangat halus antara keuntungan dan risiko. Bank yang terlalu agresif menyalurkan kredit bisa meraih laba besar, tetapi berisiko kehabisan uang tunai. Sebaliknya, bank yang terlalu konservatif aman secara likuiditas, tetapi pertumbuhan labanya lamban dan kurang menarik bagi investor. Di sinilah LDR (Loan to Deposit Ratio) berperan sebagai barometer utama untuk mengukur posisi bank pada spektrum antara agresivitas dan kehati-hatian. Artikel ini akan membahas secara tuntas apa itu LDR, bagaimana membacanya, serta mengapa rasio ini menjadi perhatian utama investor dan regulator. Apa Itu LDR? Loan to Deposit Ratio (LDR) adalah rasio yang membandingkan total kredit yang disalurkan bank dengan total dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun, terutama dari tabungan, giro, dan deposito. Rumus dasar LDR adalah: LDR =...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio PBV Antar Sektor: Mengapa Bank dan Teknologi Tidak Bisa Dibandingkan secara Langsung
  2. Saham Gocap: Mental Block di Balik Harga Rp50 yang Menggoda
  3. Strategi Dua Sayap: Mengintegrasikan Saham dengan Reksa Dana untuk Portofolio yang Lebih Kuat
  4. Lifecycle Fund: Solusi Otomatis untuk Investasi Pensiun Tanpa Ribet
  5. VSA (Volume Spread Analysis) – Membaca Niat Pelaku Pasar Melalui Volume dan Spread
  6. Apa Itu Laba Bersih dan Laba Operasional? Panduan untuk Pemula
  7. Valuasi Saham Properti dengan RNAV: Menggali Nilai Tersembunyi di Balik Lahan dan Proyek
  8. Unbilled Revenue: Jendela Menuju Pendapatan Masa Depan Konstruksi
  9. Valuasi Saham Batu Bara dengan Harga Komoditas: Ekstrem, Volatil, dan Penuh Peluang
  10. Rasio OPM (Operating Profit Margin): Membandingkan Profitabilitas Antar Industri

TradingView Chart - IFSH