Update: Senin, 5 Oktober 2026

PORT

PT. Nusantara Pelabuhan Handal Tbk.

Rp 950
+0.53%
Volume
25 lot
MA 5
946
MA 20
946
RSI
40.00
High
950
Low
900
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.81%
Support (10d)
900
Resistance (10d)
970
Volume Trend (10d)
-49.7%
Score
55
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
3.83 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (40.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 11 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PORT saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.81%. Area support terdekat berada di sekitar Rp900, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp970.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 970 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 1.067, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 900 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya

Sebagai investor saham, Anda mungkin terbiasa melihat dividend yield sebagai ukuran seberapa besar imbal hasil yang dikembalikan perusahaan kepada pemegang saham. Namun, di era modern, banyak perusahaan besar—terutama di sektor teknologi dan korporat matang—lebih memilih untuk membeli kembali sahamnya (buyback) daripada membagikan dividen tunai. Mengapa? Karena buyback juga mengembalikan nilai kepada pemegang saham, namun dengan cara yang berbeda: mengurangi jumlah saham beredar sehingga meningkatkan kepemilikan dan laba per saham (EPS) bagi investor yang tersisa. Di sinilah konsep Shareholder Yield lahir. Shareholder Yield menggabungkan dividen tunai dan pembelian kembali saham menjadi satu metrik tunggal yang mengukur total uang tunai yang dikembalikan perusahaan kepada pemegang saham relatif terhadap harga pasar sahamnya. Apa itu Shareholder Yield? Shareholder Yield adalah persentase dari harga saham yang diwakili oleh: Dividen tunai...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengidentifikasi Black Swan Risk: Melindungi Portofolio dari Peristiwa Langka yang Dahsyat
  2. Ketika Pasar Menjadi Narkoba: Saham dan Gangguan Kecanduan Dopamin
  3. Renko Chart (Pola Bata) – Trading Tanpa Noise Waktu
  4. Rasio Inventory Turnover: Mengukur Efisiensi Persediaan Perusahaan
  5. Ukuran Profitabilitas di Balik Setiap Polis: Analisis New Business Margin dalam Saham Asuransi Jiwa
  6. Dividend Yield vs Dividend Payout Ratio: Mana yang Lebih Penting?
  7. Beyond the Balance Sheet: Menilai Ekuitas di Balik Aset Tak Berwujud
  8. Rasio Distress Price to Book Value: Mendeteksi Saham yang Terluka Parah atau Peluang Emas?
  9. Rasio Dividend Coverage: Seberapa Aman Dividen Perusahaan Anda?
  10. The Slingshot Pattern: Ketika Harga "Memanah" dari Bollinger Bands

TradingView Chart - PORT