Update: Jumat, 22 Mei 2026

PORT

PT. Nusantara Pelabuhan Handal Tbk.

Rp 920
+3.37%
Volume
30 lot
MA 5
905
MA 20
909
RSI
54.10
High
920
Low
855

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.73%
Support (10d)
855
Resistance (10d)
1.060
Volume Trend (10d)
+52.4%
Score
40
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
2.79 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (54.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -10 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PORT saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 54.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.73%. Area support terdekat berada di sekitar Rp855, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.060.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 855, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Anchoring Bias: Bahaya Terpaku pada Harga Beli atau Harga Tertinggi

Berapa harga saham PT XYZ saat ini? Rp3.000. Dulu Anda pernah membelinya di harga Rp5.000. Atau Anda pernah melihatnya menyentuh Rp8.000 setahun lalu. Kini Anda merasa berat untuk menjual di harga Rp3.000 karena "masih jauh dari harga beli" atau "masih jauh dari harga tertingginya dulu". Anda memilih menahan, berharap suatu saat akan kembali ke angka-angka itu. Atau sebaliknya. Anda ingin membeli suatu saham. Harganya sekarang Rp2.000. Tapi Anda masih "terbayang" bahwa minggu lalu harganya Rp1.500. Anda merasa rugi jika membeli di harga sekarang karena "sudah naik terlalu jauh". Anda menunggu kembali ke Rp1.500, padahal secara fundamental harga Rp2.000 masih wajar. Selamat, Anda sedang menjadi korban anchoring bias. Apa Itu Anchoring Bias? Anchoring bias adalah kecenderungan psikologis untuk terlalu bergantung pada informasi pertama yang diterima (yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Nilai yang Sesungguhnya: Menguak Arti Tangible Book Value per Share dalam Analisis Saham
  2. Anchoring Bias: Bahaya Terpaku pada Harga Beli atau Harga Tertinggi
  3. Valuasi Saham Batu Bara dengan Harga Komoditas: Ekstrem, Volatil, dan Penuh Peluang
  4. Mengelola Drawdown Psikologis: Ketika Musuh Terbesar Berada di Dalam Pikiran Anda
  5. Hubungan Market Cap dengan Risiko dan Likuiditas: Panduan Memilih Saham yang Tepat
  6. Black Swan: Pola Harmonic Bullish yang Langka dan Eksotis
  7. Cash Conversion Cycle (CCC): Mengukur Efisiensi Arus Kas dari Hulu ke Hilir
  8. Lunar Cycle Pattern: New Moon dan Full Moon dalam Analisis Saham
  9. Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan
  10. Kenali Diri Sendiri: Perbedaan Portofolio Agresif, Moderat, dan Konservatif

TradingView Chart - PORT