Update: Jumat, 14 Agustus 2026

JSPT

PT. Jakarta Setiabudi Internasional Tbk.

Rp 1.405
-2.77%
Volume
512 lot
MA 5
1.386
MA 20
1.406
RSI
50.00
High
1.475
Low
1.390
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.75%
Support (10d)
1.325
Resistance (10d)
1.485
Volume Trend (10d)
+25.4%
Score
55
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
4.85 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -15 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham JSPT saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.75%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.325, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.485.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 1.485 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 1.634, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 1.325 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Backlog: Detak Jantung Perusahaan Infrastruktur

Dalam dunia investasi saham infrastruktur — baik itu pembangun jalan tol, jembatan, bendungan, bandara, hingga proyek EPC migas — ada satu istilah yang disebut-sebut sebagai detak jantung perusahaan. Istilah itu adalah Backlog. Jika Anda hanya mengandalkan laporan laba rugi untuk menilai saham infrastruktur, Anda seperti menilai kesehatan seseorang hanya dari foto lama. Backlog adalah cermin masa depan — ia menunjukkan pekerjaan yang sudah dipesan, kontrak yang sudah ditandatangani, dan pendapatan yang akan mengalir di tahun-tahun mendatang. Apa Itu Backlog? Backlog adalah total nilai kontrak yang telah dimenangkan dan dikontrakkan oleh perusahaan infrastruktur, namun belum dilaksanakan atau pendapatannya belum diakui. Dengan kata sederhana: Backlog adalah "gunungan pekerjaan" yang sudah pasti akan dikerjakan perusahaan. Ketika sebuah perusahaan infrastruktur memenangkan tender proyek pembangunan bandara senilai Rp 5 triliun:...

Artikel menarik lainnya:

  1. Metode Volatility Weighting: Menyesuaikan Alokasi Berdasarkan Risiko Pasar
  2. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam
  3. Rasio Restrukturisasi Utang: Detektor Dini Perusahaan yang Hampir Bangkrut atau Peluang Investasi?
  4. Book Building dan Masa Penawaran IPO: Cara Menentukan Harga Saham Perdana
  5. Falling Broadening Wedge: Pola Ekspansi yang Menjadi Kontraksi
  6. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  7. Pengertian Dividen: Tunai, Saham, dan Cara Hitung untuk Pemula
  8. Mengelola Drawdown Psikologis: Ketika Musuh Terbesar Berada di Dalam Pikiran Anda
  9. Rebalancing Tanpa Jual Beli: Memanfaatkan Aliran Dividen untuk Menjaga Keseimbangan Portofolio
  10. Bid, Offer, Last, Volume: Istilah Wajib yang Harus Dikuasai Trader Pemula

TradingView Chart - JSPT