Update: Kamis, 8 Oktober 2026

INCI

PT. Intanwijaya Internasional Tbk

Rp 1.050
+2.44%
Volume
13.558 lot
MA 5
921
MA 20
829
RSI
84.06
High
1.065
Low
980
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.71%
Support (10d)
755
Resistance (10d)
1.065
Volume Trend (10d)
+528.2%
Score
80
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
56.72 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (84.1) - Potential correction
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 149 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INCI saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 84.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.71%. Area support terdekat berada di sekitar Rp755, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.065.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 1.050 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.208 - 1.313 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 998 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari RSI dan Stochastic sebagai indikator momentum, kini saatnya mengenal indikator momentum lain yang cukup populer namun memiliki karakteristik unik: CCI (Commodity Channel Index). CCI dikembangkan oleh Donald Lambert pada tahun 1980. Meskipun namanya mengacu pada "Commodity", CCI sebenarnya dapat digunakan untuk menganalisis saham, indeks, forex, cryptocurrency, dan instrumen keuangan lainnya. Keunikan CCI adalah ia mengukur deviasi harga terhadap rata-rata statistiknya. CCI tidak terbatas pada rentang 0-100 seperti RSI atau Stochastic; ia dapat bergerak dari -300 hingga +300 atau bahkan lebih ekstrem. Ini membuat CCI sangat baik untuk mengidentifikasi kondisi overbought/oversold ekstrem, awal tren baru, dan divergence. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang CCI, mulai dari cara perhitungan, interpretasi level +100 dan -100, pola crossover, zero line crossing,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio ROE (Return on Equity) untuk Screening Saham
  2. Rasio Price to NCAV: Strategi Klasik Mencari Net-Net Stock dalam Valuasi Saham
  3. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  4. Valuasi Perusahaan dengan Multiple Segment: Seni Membongkar Nilai di Balik Konglomerat
  5. Ending Volume: Volume Mengecil di Akhir Tren sebagai Tanda Kelelahan
  6. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  7. Diamond Top dan Diamond Bottom: Berlian yang Menandai Pembalikan Harga
  8. Mengenal Pola Bearish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  9. Rasio Net Debt to EBITDA: Mengukur Beban Utang yang Sebenarnya
  10. Memahami Metode Gordon Growth: Cara Menilai Saham Berdasarkan Dividen

TradingView Chart - INCI