Update: Selasa, 18 Agustus 2026

SPMA

PT. Suparma Tbk.

Rp 164
-1.20%
Volume
6.182 lot
MA 5
165
MA 20
166
RSI
36.84
High
168
Low
164
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.76%
Support (10d)
160
Resistance (10d)
173
Volume Trend (10d)
-26.7%
Score
40
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-24.77 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (36.8)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 212 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SPMA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 36.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.76%. Area support terdekat berada di sekitar Rp160, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp173.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 160, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio BOPO: Mengukur Efisiensi Operasional Bank Sebelum Membeli Sahamnya

Dalam investasi saham sektor perbankan, banyak investor terlalu terpaku pada laba bersih atau harga buku (PBV) tanpa memahami seberapa efisien bank tersebut beroperasi. Padahal, efisiensi adalah jantung dari profitabilitas jangka panjang. Di sinilah Rasio BOPO memegang peranan yang sangat penting. Artikel ini akan membahas secara komprehensif tentang rasio BOPO, mengapa ia menjadi indikator kunci bagi investor saham bank, serta bagaimana cara menafsirkannya dengan tepat. Apa Itu Rasio BOPO? BOPO adalah singkatan dari Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional. Rasio ini mengukur seberapa besar biaya yang dikeluarkan bank untuk menghasilkan setiap rupiah pendapatan operasional. Rumus dasarnya sangat sederhana: BOPO = (Total Biaya Operasional / Total Pendapatan Operasional) x 100% Komponen utama: Biaya operasional: mencakup biaya tenaga kerja (gaji karyawan, tunjangan, bonus), biaya umum (sewa, listrik, IT, pemasaran),...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis DuPont 3 Langkah: Membongkar Rahasia ROE untuk Menilai Saham Lebih Cerdas
  2. Anchoring Bias: Bahaya Terpaku pada Harga Beli atau Harga Tertinggi
  3. Dark Cloud Cover: Pola Awan Gelap yang Menandakan Pembalikan Bearish
  4. Portfolio Rebalancing: Bulanan vs Tahunan, Mana yang Lebih Menguntungkan?
  5. Cut Loss Tepat: Kapan dan Bagaimana Caranya
  6. Island Reversal: Pulau Kecil yang Menandai Pembalikan Drastis
  7. Volume Profile – Membaca Peta Volume di Setiap Level Harga
  8. Dividend Yield vs Dividend Payout Ratio: Mana yang Lebih Penting?
  9. Membaca Pasar Lewat Perasaan: Mengenal AAII Sentiment Survey
  10. Saham Gocap: Mental Block di Balik Harga Rp50 yang Menggoda

TradingView Chart - SPMA