Update: Senin, 6 Juli 2026

SPMA

PT. Suparma Tbk.

Rp 212
+1.92%
Volume
43.450 lot
MA 5
207
MA 20
204
RSI
57.14
High
228
Low
206
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.55%
Support (10d)
195
Resistance (10d)
228
Volume Trend (10d)
+141.3%
Score
100
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
6.00 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (57.1)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 254 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SPMA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 57.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.55%. Area support terdekat berada di sekitar Rp195, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp228.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 212 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 244 - 265 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 201 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Interest Coverage: Seberapa Mampu Perusahaan Membayar Bunga Utang?

Utang adalah bagian tak terpisahkan dari dunia bisnis. Hampir semua perusahaan memiliki utang, entah untuk ekspansi, modal kerja, atau akuisisi. Namun memiliki utang tidaklah berbahaya selama perusahaan mampu membayar bunga secara teratur. Pertanyaan mendasar bagi investor adalah: Apakah perusahaan menghasilkan cukup laba untuk menutupi beban bunganya? Jawabannya terletak pada Rasio Interest Coverage atau Rasio Cakupan Bunga. Metrik ini adalah indikator paling sederhana namun paling kuat untuk menilai risiko gagal bayar bunga utang. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang rasio ini, bagaimana menghitungnya, menginterpretasikannya, serta kelebihan dan keterbatasannya. Apa Itu Rasio Interest Coverage? Interest Coverage Ratio (ICR) adalah rasio yang mengukur seberapa besar laba operasional perusahaan dibandingkan dengan beban bunga yang harus dibayarkan. Rasio ini menunjukkan "bantalan keamanan" yang dimiliki perusahaan untuk membayar bunga utangnya....

Artikel menarik lainnya:

  1. Permanent Portfolio: Filosofi Investasi Seumur Hidup ala Harry Browne
  2. Perbedaan Day Trader vs Investor: Dua Dunia, Dua Psikologi yang Berbeda
  3. Stock Split: Alasan dan Dampak Harga
  4. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak
  5. Menggunakan Kelly Criterion untuk Alokasi Modal di Pasar Saham
  6. Rasio Kas terhadap Utang Lancar: Ukuran Paling Keras Kemampuan Bayar Utang dalam 24 Jam
  7. Chevron Pattern: Pola V Terbalik Berulang yang Jarang Dibahas
  8. Dividen Reinvestment Plan (DRIP): Cara Cerdas Meningkatkan Return Investasi
  9. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  10. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish

TradingView Chart - SPMA